Rabu, 15 Juni 2022

PERBANDINGAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA ANTARA PENGGUNAAN PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW

 PERBANDINGAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA ANTARA PENGGUNAAN PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW

  BAB III

METODOLOGI  PENELITIAN

A.      Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara, yang beralamat di Aek Nauli Kecamatan Hulu Sihapas  Kabupaten Padang Lawas Utara     Provinsi Sumatra Utara. Penelitian ini diteliti pada  tanggal 05 Desember 2020 semester ganjil tahun ajaran 2020 sampai dengan selesai .  Alasan peneliti menjadikan M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. sebagai lokasi penelitian karena terdapat masalah yang sesuai dengan judul penelitian ini yaitu masalah  kurangnya komunikasi matematis siswa antara menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan Jigsaw pada siswa kelas VIII M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

B.       Jenis Penelitian dan Metode Penelitian

1.    Jenis Penelitian

31

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Menurut Sugiyono “penelitian kuantitatif  dapat diartikan sebagai penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada pupulasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.”[1]

2.    Metode penelitian

Metode Penelitian yang akan dilakukan ini merupakan penelitian komparasi. Penelitian komparasi merupakan jenis penelitian yang banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif. Istilah komparasi atau komparasional berasal dari kata comparison artinya perbandingan atau pembanding. Penelitian ini pada dasarnya adalah penelitian yang berusaha untuk menemukan persamaan atau perbedaan tentang benda, tentang orang, tentang prosedur kerja, tentang ide, kritik terhadap orang, kelompok. Dapat juga dilaksanakan untuk membandingkan kesamaan pandangan dan perubahanpandangan orang, kelompok terhadap sebuah kasus, peristiwa, atau terhadap ide. [2]

3.         Desain Penelitian

Desain penelitian yang di gunakan adalah The Nenoquivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Sebelum dilakukan penelitian, kedua kelompok pretes untuk mengetahui keadaan awalnya. Selama penelitian berlangsung, kelompok pertama  diberi perlakuan berupa model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) sebagai kelompok eksprimen A dan kelompok kedua diberi perlakuan berupa model pembelajaran Jigsaw sebagai eksprimen B, selanjutnya di akhir penelitian, kedua kelompok diberi posttest untuk melihat bagaimana hasilnya.[3] Desainnya dapat dilihatpada tabel berikut:

Tabel 3.1

Desain penelitian The Nenoquivalent Pretest-Posttest Control Group Design

 

Eksprimen

Pre-test

Perlakuan

Post-test

E1

O1

XI

O2

EII

O3

XII

O4

 

C.      Populasi dan sampel

1.    Populasi 

Populasi adalah serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian dan sampel adalah sebagian objek yang mewakili populasi yang dipilih dengan cara tertentu. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terjadi atas objek atau subjek yang mempunyai kualititas dan karekteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan ditarik kesimpulannya.[4]

Adapun populasi penelitian  ini adalah seluruh siswa kelas VIII M.Ts.S Saybuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara yang mana terdiri dari  84 orang siswa yang terbagi menjadi 4 kelas.

2.    Sampel

Sampel penelitian adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel penelitian ini diambil 2 kelas dari 4 kelas yaitu kelas VIII A 20 orang siswa dan kelas VIII B 22 orang siswa. Teknik pemilihan sampel yang peneliti gunakan adalah metode pemilihan sampel secara acak sederhana. Alasan peneliti menggunakan pemilihan sampel acak secara sederhana ialah dikarenakan kedua kelas tersebut mempunyai yang homogeny, sehingga pemilihan sampel tersebut dapat mencerminkan karakteristik populasi yaitu peserta didik.

D.      Instrument  Pengumpulan Data

Instrument pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar penelitian tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.[5] Dalam penelitian ini, instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes.

Tes adalah penilaian yang komprehensif terhadap seorang individu atau keseluruhan usaha evaluasi.[6] Tes merupakan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes digunakan mengukur besar kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi.

                           Tabel 3.2

                                           Kisi –kisi Test Komunikasi Matematis

 

No

Indikator

Nomor Soal

Jumlah Soal

1

Mereflesikan benda-benda nyata, gambar dan diagram ke dalam ide atau model matematika

2

1

2

Membuat model situasi atau masalah matematika dalam bentuk gambar, table dan grafik.

3

1

3

Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau symbol matematika secara tulisan.

1,5

2

4

Menjelaskan dan membuat pertanyaan tentang Matematika yang telah di pelajari.

4

1

 

Jumlah

 

5

 

E.     Pengembangan Instrumen

1.      Uji Validitas

Validitas adalah ketepatan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Untuk mengetahui validitas butir soal subye aktif digunakan rumus korelasi product moment.[7] Berikut adalah uji validatas untuk komunikasi matematis dengan model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan model pembelajaran Jigsaw

Tabel 3.3.

Validasi soal pre test

 soal

rhitung

rtabel

kreteria

Soal 1

0,621

0.444

Valid

Soal 2

0,734

0.444

Valid

Soal 3

0,627

0.444

Valid

Soal 4

0,608

0.444

Valid

Soal 5

0,583

0.444

Valid

 

Tabel 3.4

Validasi soal post test

Soal

rhitung

rtabel

kriteria

Soal 1

0,682

0,444

Valid

Soal 2

0,496

0,444

Valid

Soal 3

0,464

0,444

Valid

Soal 4

0,742

0,444

Valid

Soal 5

0,663

0,444

valid

 

Dengan kriteria pengujian item dikatakan valid jika dihasilkan rhitung> rtabel (α = 0,05).  (Lampiran XIII dan VIV)

2.      Uji Realibilitas

Realibilitas instrument merupakan ukuran yang menyatakan tingkat kekonsistenan suatu soal tes. Untuk mengetahui realibilitas instrument dalam penelitian ini peneliti menggunakan rumus : Berikut adalah uji realibitas untuk komunikasi Matematis dengan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan model pembelajaran Jigsaw

Tabel 3.5.

Realibitas  soal pre test

 

 Jumlah soal

rhitung

rtabel

Kreteria

5

0,453

0,444

Reliabel

 

Tabel 3.6

Realibitas  soal post test

 Jumlah soal

rhitung

rtabel

Kreteria

5

0,506

0,444

Reliabel

 

Perhitungan uji realibilitas diterima, jika hasil perhitungannya rhitung> rtabel dengan (α = 0,05). (Lampiran XIII dan XIV)

 

3.      Tingkat Kesukaran Tes

Bermutu atau tidaknya butir-butir tes pertama-tama dapat diketahui dari derajat kesukaran atau taraf kesulitan yang dimiliki oleh masing-masing butir item tersebut.[8] Tingkat kesukaran soal dipandang dari kesanggupan atau kemampuan siswa dalam menjawabnya, bukan dilihat dari sudut guru sebagai pembuat soal. Untuk mencari tingkat kesukaran soal digunakan rumus:[9] Berikut adalah tingkat kesukaran soal untuk komunikasi Matematis dengan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan model pembelajaran Jigsaw.  (Lampiran XV).

Tabel 3.7

Tingkat kesukaran pre test

Soal

rhitung

Kriteria

1

14,73

Mudah

2

16,59

Mudah

3

17,50

Mudah

4

3,82

Mudah

5

17,00

Mudah

 

Tabel 3.8

Tingkat kesukaran post test

Soal

rhitung

Kriteria

1

15,23

Mudah

2

15,91

Mudah

3

16,69

Mudah

4

4,27

Mudah

5

13.23

Mudah

 

 

 

 

Tabel 3.9

Kriteria Tingkat Kesukaran Soal

 

Nilai P

Interpretasi

0,00 - 0,30

Sukar

0,31 – 0,70

Sedang

0,71 – 1,00

Mudah

 

4.      Daya Pembeda

Daya pembeda bertujuan untuk mengetahui kesanggupan soal untuk membedakan siswa yang tergolong mampu dengan siswa yang tergolong kurang atau lemah prestasinya. Untuk menghitung daya pembeda soal digunakan rumus:[10]  Berikut adalah daya pembeda untuk komunikasi Matematis dengan model pemelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan model pembelajaran Jigsaw. (Lampiran XVI).

Kriteria yang digunakan pada daya pembeda adalah:

 

Tabel 3.10

Kriteria Daya Pembeda Soal

 

Nilai D

Interpretasi

0,00 – 0,20

Jelek

0,21 – 0,40

Sedang

0,41 – 0,70

Baik

0,71 – 1,00

Baik sekali

Bertanda negatif (-)

Jelek sekali

 

 

 

 

Tabel 3.11

Daya pembeda pre test

Soal

rhitung

Kriteria

1

0,303

Sedang

2

0,515

Baik

3

0,347

Sedang

4

0,373

Sedang

5

0,281

Sedang

 

Tabel 3.12

Daya pembeda pre test

Soal

rhitung

Kriteria

1

0,507

Baik

2

0,143

Jelek

3

0,330

Sedang

4

0,620

Baik

5

0,381

Sedang

 

 

F.       Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunukan peneliti untuk mengumpulkan data. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu test.

Pada tahap pertama dilakukan pretest (tes awal) dikedua kelas. Untuk mendapatkan data awal sebelum diberikan perlakuan. Pada tahap kedua dilakukan posttest (tes akhir) di kelas eksperimen, yang mana kelas eksprimen A diberikan perlakuan berupa model pembelajaran TGT (Tames Games Tournament) dan kelas eksprimen B diberikan perlakuan berupa model pembelajaran Jigsaw. Guna diberikan perlakuan yang mana nantinya digunakan untuk mengukur pengaruh perlakuan pendekatan saintifik pada proses pembelajaran.

G.      Teknik Analisis Data

1.    Analisis Data Awal (Pre-test)

a.    Uji Normalitas

Uji normalitas ini digunakan agar data setiap variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Oleh karena itu, sebelum pengujian hipotesis maka dilakukan pengujian normalitas data.[11] Menghitung uji normalitas kelas eksperimen dan kelas kontrol, rumus yang digunakan adalah rumus Chi Kuadrat sebagai berikut:

Keterangan :

= harga chi kuadrat

f0    = frekuensi yang diperoleh dari sampel/hasil observasi

 = frekuensi yang diperoleh/diharapkan dalam sampel sebagai

b.    Uji Homogenitas data

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelas yaitu kelas eksperimen kelas control mempunyai varians yang sama atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai varians yang sama maka, dikatakan kedua kelompok homogen. Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua sampel mempunyai variansi yang homogen atau tidak. Menurut Sudjana untuk menguji homogenitas digunakan uji-F, dengan rumus:

H0 =   = 

Ha =

Keterangan  :

= varians skor kelompok eksperimen

=  varians skor kelompok kontrol

H0  = hipotesis pembanding kedua varians sama

Ha  = hipotesis kerja, kedua varians tidak sama

  = variansi hasil belajar terbesar

= variansi hasil belajar terkecil

     Uji statistiknya menggunakan uji-F, dengan rumus Fhitung =

                        Kriteria pengujian adalah H0 diterima jika Fhitung Ftabel  berarti tidak    homogen, dan jika Fhitung Ftabel  berarti homogen. Dengan taraf nyata 5% dan dk pembilang = (n1-1), dk penyebut = (n2-1).

n1 : banyaknya data yang variansnya lebih besar

n2 : banyaknya data yang variansnya lebih kecil

c.      Uji kesamaan Rata-rata

Dalam uji kesamaan dua rata-rata dilakukan dengan menggunakan uji t. Uji t digunakan apabila kedua populasi berdistribusi normal ( ditaksir melalui sample) tetapi memiliki variansi yang homogen/simpangan baku tidak sama.Rumus yang digunakan untuk uji –t adalah:

Dengan 

Keterangan :

  : mean sampel kelompok eksprimen

  : mean sampel kelompok kontrol

  : variansi kelompok eksprimen

  : variansi kelompok kontrol

n1  : banyaknya sampel kelompok eksprimen

n2  : banyaknya sampel kelompok control

                        Kriteria pengujian Ho diterima apabila thitung < ttabel dengan peluang1- dan dk = (n1+ n2-2) dan tolak Ho jika t mempunyai harga –harga lain.[12]

 

2.    Analisis Data Akhir (Post-Test)

a.    Uji Normalitas

Asumsi normalitas senantiasa disertakan dalam penelitian pendidikan karena erat kaitannya dengan sifat dari subjek/objek penelitian Pendidikan, yaitu berkenaan dengan kemampuan seseorang baik individu atau  kelompok. Untuk menguji normalitas digunakan rumus chie-kuadrat sebagai berikut:

Keterangan :

 = chi- kuadrat

frekuensi yang diperoleh (obtained frequency)

  = frekuensi yang diharapkan ( expected frequency).[13]

b.   Uji Homogenitas data

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah  kedua kelas yaitu kelas eksperimen kelas control mempunyai varians yang sama atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai  varians yang sama maka dikatakan kedua kelompok homogen. Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua sampel mempunyai variansi yang homogen atau tidak. Menurut Sudjana untuk mengujinya digunakan uji-F, yaitu:

H0 =   = 

Ha =

Keterangan  :

= varians skor kelompok eksperimen

=  varians skor kelompok kontrol

H0  = hipotesis pembanding kedua varians sama

Ha  = hipotesis kerja, kedua varians tidak sama

  = variansi hasil belajar terbesar

= variansi hasil belajar terkecil

     Uji statistiknya menggunakan uji-F, dengan rumus Fhitung =

                        Kriteria pengujian adalah H0 diterima jika Fhitung Ftabel  berarti tidak    homogen, dan jika Fhitung Ftabel  berarti homogen. Dengan taraf nyata 5% dan dk pembilang = (n1-1), dk penyebut = (n2-1).

n1 : banyaknya data yang variansnya lebih besar

n2 : banyaknya data yang variansnya lebih kecil

c.    Uji Perbedaan  Rata-Rata

Dalam uji perbedaan  dua rata-rata dilakukan dengan menggunakan uji t. Uji t digunakan apabila kedua populasi berdistribusi normal (ditaksir melalui sampel) tetapi memiliki variansi yang homogen/simpangan baku tidak sama. Rumus yang digunakan untuk uji –t adalah:

Dengan s =

            Keterangan :

             A

           

            = Variansi kelompok eksperimen A

            = Variansi kelompok eksprimen B

           

           

                        Kriteria pengujian  diterima apabila thitung<ttabel dengan peluang1- dan dk = (n1+ n2-2) dan tolak Ho jika t mempunyai harga –harga lain.

d.   Pengujian  Hipotesis

Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui dugaan sementara yang dirumuskan dalam hipote sis penelitian dengan menggunakan uji t.

Ha  :  µ1   =   µ2   lawan H0  :  µ1 ≠ µ2.

keterangan : 

Ha: terdapat perbandingan yang signifikan antara komunikasi matematis siswa yang diajar menggunaka model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament)  dengan yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada kelas VIII  M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

H0 : Tidak terdapat perbandingan yang signifikan antara komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dengan yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada kelas M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

 µ1: Rata-rata kemampuan kounikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament).

µ2 :    Rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Jigsaw. Menguji hipotesis kemampuan komunikasi Matematis siswa kelas VIII M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

  Dengan menggunakan pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dengan yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw akan dilakukan dengan menggunakan uji-t untuk dua sampel independen. Adapun rumus tersebut adalah:

Keterangan:

: Nilai rata-rata kelompok eksperimen1

: Nilai rata-rata kelompok eksperimen2  : Variansi kelompok eksperimen1  : Variansi kelompok eksperimen2  : Jumlah sampel kelompok eksperimen1 𝑛2  : Jumlah sampel kelompok eksperimen Hipotesis penelitian akan diuji dengan kriteria pengujian sebagai berikut:

a)      Jika Thitung ≤ Ttabel, maka H0 diterima. Hal ini berarti tidak terdapat perbandingan yang signifikan antara kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dengan yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada siswa kelas M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Jika, Thitung  Ttabel maka H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat perbandingan yang signifikan antara kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model  pembelajaran TGT (Teams Games Tournament)  dengan yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada siswa kelas M.Ts.S  Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.. [14]



[1]Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan,  Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 14.

[2] Ahmad Nizar Rangkuti, Statistik Untuk Penelitian Pendidikan, Medan:Perdana Pubhlishing, 2016, hlm.132.

[3] Ismail “Perbandingan Komunikasi Matematis Siswa Yang Menggunakan Metode Silih Tanya Berbantuan Kartu Model Dengan Metode Make A Match Pada Kelas VII SMPN 4 Sungguminasa Kab. Gowa” Skiripsi, (Makasar:UIN Alauddin, 2017)halm. 28.

[4] Nizar Ahmad Rangkuti, Metode Penelitian Pendidikan, ,  (Jl. Cijotang Indah II No 18-A Bandung:Citapustaka Media, 2016), halm. 46.

 

[5] Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif…,hlm. 59.

[6]Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS (Jakarta: Kencana, 2014) , hlm. 33.

[7]Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), hlm. 72.

[8] Anas Sudjono, Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011), hlm. 370.

 

[9]Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi…, hlm.222.

[10]Anas Sudjono, Pengantar Evaluasi…, hlm. 389-390.

[11]Syofian Siregar, Metode Penelitian…, hlm. 241.

[12]Ahmad Nizar Rangkuti,  Statistik Untuk Penelitian Pendidikan, ( Bandung :  Citapustaka Media, 2014), hlm 171-173.

[13]Ahmad Nizar Rangkuti,  Statistik Untuk Penelitian…, hlm 171-173.

[14] Nizar Ahmad Rangkuti, Statistic Untuk Penelitian Pendidikan, Jl. Sosro no,16-A Medan: Perdana Publishing, 2015, halm 32-47.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS IV SD NEGERI 100215 PERSIAPAN MOSA JULU

  BAB II  UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATE MATIKA PADA MATE RI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS I...