PERBANDINGAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA ANTARA PENGGUNAAN PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW
METODOLOGI PENELITIAN
A.
Lokasi
dan Waktu Penelitian
Penelitian
ini dilaksanakan di M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas
Utara, yang
beralamat di Aek Nauli Kecamatan Hulu Sihapas
Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi
Sumatra Utara. Penelitian ini diteliti pada
tanggal 05 Desember 2020 semester ganjil tahun ajaran 2020 sampai dengan
selesai . Alasan peneliti menjadikan
M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. sebagai lokasi
penelitian karena terdapat masalah yang sesuai dengan judul penelitian ini
yaitu masalah kurangnya komunikasi
matematis siswa antara menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan Jigsaw pada siswa kelas VIII M.Ts.S
Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.
B.
Jenis Penelitian
dan Metode Penelitian
1. Jenis
Penelitian
31
2. Metode
penelitian
Metode
Penelitian yang akan dilakukan ini merupakan penelitian komparasi. Penelitian
komparasi merupakan jenis penelitian yang banyak digunakan dalam penelitian
kuantitatif. Istilah komparasi atau komparasional berasal dari kata comparison
artinya perbandingan atau pembanding. Penelitian ini pada dasarnya adalah
penelitian yang berusaha untuk menemukan persamaan atau perbedaan tentang
benda, tentang orang, tentang prosedur kerja, tentang ide, kritik terhadap
orang, kelompok. Dapat juga dilaksanakan untuk membandingkan kesamaan pandangan
dan perubahanpandangan orang, kelompok terhadap sebuah kasus, peristiwa, atau
terhadap ide. [2]
3.
Desain Penelitian
Desain penelitian yang di
gunakan adalah The Nenoquivalent
Pretest-Posttest Control Group Design. Sebelum dilakukan penelitian, kedua
kelompok pretes untuk mengetahui keadaan awalnya. Selama penelitian
berlangsung, kelompok pertama diberi
perlakuan berupa model pembelajaran Teams
Games Tournament (TGT) sebagai kelompok eksprimen A dan kelompok kedua
diberi perlakuan berupa model pembelajaran Jigsaw sebagai eksprimen B,
selanjutnya di akhir penelitian, kedua kelompok diberi posttest untuk melihat bagaimana hasilnya.[3]
Desainnya dapat dilihatpada tabel berikut:
Tabel 3.1
Desain penelitian The
Nenoquivalent Pretest-Posttest Control Group Design
|
Eksprimen |
Pre-test |
Perlakuan |
Post-test |
|
E1 |
O1 |
XI |
O2 |
|
EII |
O3 |
XII |
O4 |
C. Populasi dan sampel
1. Populasi
Populasi adalah serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran
penelitian dan sampel adalah sebagian objek yang mewakili populasi yang dipilih
dengan cara tertentu. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terjadi atas
objek atau subjek yang mempunyai kualititas dan karekteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan ditarik kesimpulannya.[4]
Adapun populasi penelitian ini
adalah seluruh siswa kelas VIII M.Ts.S Saybuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang
Lawas Utara yang mana terdiri dari 84
orang siswa yang terbagi menjadi 4 kelas.
2.
Sampel
Sampel
penelitian adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. Sampel penelitian ini diambil 2 kelas dari 4 kelas yaitu
kelas VIII A 20 orang siswa dan kelas VIII B 22 orang siswa. Teknik pemilihan
sampel yang peneliti gunakan adalah metode pemilihan sampel secara acak
sederhana. Alasan peneliti menggunakan pemilihan sampel acak secara sederhana ialah
dikarenakan kedua kelas tersebut mempunyai yang homogeny, sehingga pemilihan
sampel tersebut dapat mencerminkan karakteristik populasi yaitu peserta didik.
D.
Instrument Pengumpulan Data
Instrument
pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti
dalam kegiatannya mengumpulkan data agar penelitian tersebut menjadi sistematis
dan dipermudah olehnya.[5]
Dalam penelitian ini, instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes.
Tes
adalah penilaian yang komprehensif terhadap seorang individu atau keseluruhan
usaha evaluasi.[6]
Tes merupakan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk
mengukur keterampilan, pengetahuan, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh
individu atau kelompok. Tes digunakan mengukur besar kemampuan dasar dan
pencapaian atau prestasi.
Tabel
3.2
Kisi
–kisi Test Komunikasi Matematis
|
No |
Indikator |
Nomor Soal |
Jumlah Soal |
|
1 |
Mereflesikan benda-benda nyata, gambar dan diagram
ke dalam ide atau model matematika |
2 |
1 |
|
2 |
Membuat model situasi atau masalah matematika dalam
bentuk gambar, table dan grafik. |
3 |
1 |
|
3 |
Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau
symbol matematika secara tulisan. |
1,5 |
2 |
|
4 |
Menjelaskan dan membuat
pertanyaan tentang Matematika yang telah di pelajari. |
4 |
1 |
|
|
Jumlah |
|
5 |
E.
Pengembangan
Instrumen
1.
Uji
Validitas
Validitas
adalah ketepatan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak
diukur. Untuk mengetahui validitas butir soal subye aktif digunakan rumus
korelasi product moment.[7]
Berikut adalah uji validatas untuk komunikasi matematis dengan model
Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament)
dan model pembelajaran Jigsaw
Tabel
3.3.
Validasi
soal pre test
|
soal |
rhitung |
rtabel |
kreteria |
|
Soal 1 |
0,621 |
0.444 |
Valid |
|
Soal 2 |
0,734 |
0.444 |
Valid |
|
Soal 3 |
0,627 |
0.444 |
Valid |
|
Soal 4 |
0,608 |
0.444 |
Valid |
|
Soal 5 |
0,583 |
0.444 |
Valid |
Tabel 3.4
Validasi soal post test
|
Soal |
rhitung |
rtabel |
kriteria |
|
Soal 1 |
0,682 |
0,444 |
Valid |
|
Soal 2 |
0,496 |
0,444 |
Valid |
|
Soal 3 |
0,464 |
0,444 |
Valid |
|
Soal 4 |
0,742 |
0,444 |
Valid |
|
Soal 5 |
0,663 |
0,444 |
valid |
Dengan kriteria pengujian item dikatakan valid jika
dihasilkan rhitung> rtabel (α = 0,05). (Lampiran XIII
dan VIV)
2.
Uji
Realibilitas
Realibilitas
instrument merupakan ukuran yang menyatakan tingkat kekonsistenan suatu soal
tes. Untuk mengetahui realibilitas instrument dalam penelitian ini peneliti
menggunakan rumus : Berikut adalah uji realibitas untuk komunikasi Matematis
dengan model pembelajaran TGT (Teams
Games Tournament) dan model pembelajaran Jigsaw
Tabel
3.5.
Realibitas soal pre test
|
Jumlah soal |
rhitung |
rtabel |
Kreteria |
|
5 |
0,453 |
0,444 |
Reliabel |
Tabel
3.6
Realibitas soal post test
|
Jumlah soal |
rhitung |
rtabel |
Kreteria |
|
5 |
0,506 |
0,444 |
Reliabel |
Perhitungan uji realibilitas diterima, jika hasil
perhitungannya rhitung> rtabel dengan (α = 0,05). (Lampiran XIII dan XIV)
3.
Tingkat
Kesukaran Tes
Bermutu
atau tidaknya butir-butir tes pertama-tama dapat diketahui dari derajat
kesukaran atau taraf kesulitan yang dimiliki oleh masing-masing butir item
tersebut.[8]
Tingkat kesukaran soal dipandang dari kesanggupan atau kemampuan siswa dalam
menjawabnya, bukan dilihat dari sudut guru sebagai pembuat soal. Untuk
mencari tingkat kesukaran soal digunakan rumus:[9] Berikut adalah tingkat
kesukaran soal untuk komunikasi Matematis dengan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan model
pembelajaran Jigsaw. (Lampiran XV).
Tabel
3.7
Tingkat
kesukaran pre test
|
Soal |
rhitung |
Kriteria |
|
1 |
14,73 |
Mudah |
|
2 |
16,59 |
Mudah |
|
3 |
17,50 |
Mudah |
|
4 |
3,82 |
Mudah |
|
5 |
17,00 |
Mudah |
Tabel
3.8
Tingkat
kesukaran post test
|
Soal |
rhitung |
Kriteria |
|
1 |
15,23 |
Mudah |
|
2 |
15,91 |
Mudah |
|
3 |
16,69 |
Mudah |
|
4 |
4,27 |
Mudah |
|
5 |
13.23 |
Mudah |
Tabel 3.9
Kriteria
Tingkat Kesukaran Soal
|
Nilai P |
Interpretasi |
|
0,00 - 0,30 |
Sukar |
|
0,31 – 0,70 |
Sedang |
|
0,71 – 1,00 |
Mudah |
4.
Daya
Pembeda
Daya
pembeda bertujuan untuk mengetahui kesanggupan soal untuk membedakan siswa yang
tergolong mampu dengan siswa yang tergolong kurang atau lemah prestasinya.
Untuk menghitung daya pembeda soal digunakan rumus:[10] Berikut
adalah daya pembeda untuk komunikasi Matematis dengan model pemelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan model
pembelajaran Jigsaw. (Lampiran XVI).
Kriteria
yang digunakan pada daya pembeda adalah:
Tabel 3.10
Kriteria Daya Pembeda Soal
|
Nilai D |
Interpretasi |
|
0,00 – 0,20 |
Jelek |
|
0,21 – 0,40 |
Sedang |
|
0,41 – 0,70 |
Baik |
|
0,71 – 1,00 |
Baik sekali |
|
Bertanda negatif (-) |
Jelek sekali |
Tabel 3.11
Daya
pembeda pre test
|
Soal |
rhitung |
Kriteria |
|
1 |
0,303 |
Sedang |
|
2 |
0,515 |
Baik |
|
3 |
0,347 |
Sedang |
|
4 |
0,373 |
Sedang |
|
5 |
0,281 |
Sedang |
Tabel
3.12
Daya
pembeda pre test
|
Soal |
rhitung |
Kriteria |
|
1 |
0,507 |
Baik |
|
2 |
0,143 |
Jelek |
|
3 |
0,330 |
Sedang |
|
4 |
0,620 |
Baik |
|
5 |
0,381 |
Sedang |
F.
Teknik
Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data adalah cara yang digunukan peneliti untuk mengumpulkan data.
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini
yaitu test.
Pada tahap pertama dilakukan pretest (tes awal) dikedua
kelas. Untuk mendapatkan data awal sebelum diberikan perlakuan. Pada tahap
kedua dilakukan posttest (tes akhir) di kelas eksperimen, yang mana kelas
eksprimen A diberikan perlakuan berupa model pembelajaran TGT (Tames Games
Tournament) dan kelas eksprimen B diberikan perlakuan berupa
model pembelajaran Jigsaw. Guna diberikan perlakuan yang mana nantinya
digunakan untuk mengukur pengaruh perlakuan pendekatan saintifik pada proses
pembelajaran.
G. Teknik Analisis Data
1. Analisis Data Awal
(Pre-test)
a. Uji Normalitas
Uji normalitas ini digunakan agar
data setiap variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Oleh
karena itu, sebelum pengujian hipotesis maka dilakukan pengujian normalitas
data.[11]
Menghitung uji normalitas kelas eksperimen dan kelas kontrol, rumus yang
digunakan adalah rumus Chi Kuadrat sebagai berikut:
Keterangan
:
f0
= frekuensi yang diperoleh dari
sampel/hasil observasi
b. Uji Homogenitas data
Uji homogenitas digunakan untuk
mengetahui apakah kedua kelas yaitu kelas eksperimen kelas control mempunyai
varians yang sama atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai varians yang sama
maka, dikatakan kedua kelompok homogen. Uji
homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua sampel mempunyai variansi yang
homogen atau tidak. Menurut Sudjana untuk menguji homogenitas digunakan uji-F, dengan rumus:
H0
=
Ha
=
Keterangan :
H0 = hipotesis pembanding kedua varians sama
Ha = hipotesis kerja, kedua varians tidak sama
Uji
statistiknya menggunakan uji-F, dengan rumus Fhitung =
Kriteria
pengujian adalah H0 diterima jika Fhitung
n1
: banyaknya data yang variansnya lebih besar
n2
: banyaknya data yang variansnya lebih kecil
c.
Uji
kesamaan Rata-rata
Dalam
uji kesamaan dua rata-rata dilakukan dengan menggunakan uji t. Uji t digunakan
apabila kedua populasi berdistribusi normal ( ditaksir melalui sample) tetapi
memiliki variansi yang homogen/simpangan baku tidak sama.Rumus yang digunakan
untuk uji –t adalah:
Dengan
Keterangan :
n1 : banyaknya sampel kelompok eksprimen
n2 : banyaknya sampel kelompok control
Kriteria pengujian Ho
diterima apabila thitung < ttabel dengan peluang1-
2.
Analisis Data Akhir (Post-Test)
a.
Uji Normalitas
Asumsi normalitas
senantiasa disertakan dalam penelitian pendidikan karena erat kaitannya dengan
sifat dari subjek/objek penelitian Pendidikan,
yaitu berkenaan dengan kemampuan seseorang baik individu atau kelompok. Untuk menguji normalitas digunakan
rumus chie-kuadrat sebagai berikut:
Keterangan :
b.
Uji Homogenitas data
Uji
homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah
kedua kelas yaitu kelas eksperimen kelas control mempunyai varians yang
sama atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai
varians yang sama maka dikatakan kedua kelompok homogen. Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah kedua sampel
mempunyai variansi yang homogen atau tidak. Menurut Sudjana untuk mengujinya
digunakan uji-F, yaitu:
H0
=
Ha
=
Keterangan :
H0 = hipotesis pembanding kedua varians sama
Ha = hipotesis kerja, kedua varians tidak sama
Uji
statistiknya menggunakan uji-F, dengan rumus Fhitung =
Kriteria
pengujian adalah H0 diterima jika Fhitung
n1
: banyaknya data yang variansnya lebih besar
n2
: banyaknya data yang variansnya lebih kecil
c.
Uji Perbedaan
Rata-Rata
Dalam
uji perbedaan dua rata-rata dilakukan
dengan menggunakan uji t. Uji t digunakan apabila kedua populasi berdistribusi
normal (ditaksir melalui sampel) tetapi memiliki variansi yang
homogen/simpangan baku tidak sama. Rumus yang digunakan untuk uji –t adalah:
Dengan s
=
Keterangan :
Kriteria pengujian
d. Pengujian Hipotesis
Uji
hipotesis digunakan untuk mengetahui dugaan sementara yang dirumuskan dalam
hipote sis penelitian dengan menggunakan uji t.
Ha : µ1 = µ2
lawan H0 : µ1
≠ µ2.
keterangan :
Ha: terdapat
perbandingan yang signifikan antara komunikasi matematis siswa yang diajar
menggunaka model pembelajaran TGT (Teams
Games Tournament) dengan yang
menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada kelas VIII M.Ts.S
Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.
H0 : Tidak
terdapat perbandingan yang signifikan antara komunikasi matematis siswa yang
diajar menggunakan model pembelajaran TGT (Teams
Games Tournament) dengan yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada
kelas M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli
Kabupaten Padang Lawas Utara.
µ1: Rata-rata kemampuan kounikasi
matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament).
µ2 : Rata-rata kemampuan komunikasi matematis
siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Jigsaw. Menguji hipotesis
kemampuan komunikasi Matematis siswa kelas VIII
M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.
Dengan menggunakan pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dengan yang
menggunakan model pembelajaran Jigsaw akan dilakukan dengan menggunakan uji-t
untuk dua sampel independen. Adapun rumus tersebut adalah:
Keterangan:
: Nilai rata-rata
kelompok eksperimen1
: Nilai rata-rata
kelompok eksperimen2
a) Jika
Thitung ≤ Ttabel, maka H0 diterima. Hal ini
berarti tidak terdapat perbandingan yang signifikan antara kemampuan komunikasi
matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dengan yang
menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada siswa kelas M.Ts.S
Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Jika, Thitung
[1]Sugiyono, Metode
Penelitian Pendidikan, Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm.
14.
[2] Ahmad Nizar Rangkuti, Statistik Untuk Penelitian Pendidikan, Medan:Perdana Pubhlishing,
2016, hlm.132.
[3] Ismail
“Perbandingan Komunikasi Matematis Siswa Yang Menggunakan Metode Silih Tanya
Berbantuan Kartu Model Dengan Metode Make A Match Pada Kelas VII SMPN 4
Sungguminasa Kab. Gowa” Skiripsi,
(Makasar:UIN Alauddin, 2017)halm. 28.
[4] Nizar
Ahmad Rangkuti, Metode Penelitian
Pendidikan, , (Jl. Cijotang Indah II
No 18-A Bandung:Citapustaka Media, 2016), halm. 46.
[5] Ahmad
Nizar Rangkuti, Metode Penelitian
Pendidikan Pendekatan Kuantitatif…,hlm. 59.
[6]Syofian
Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan
Perhitungan Manual dan SPSS (Jakarta: Kencana, 2014) , hlm. 33.
[7]Suharsimi
Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan
(Jakarta: Bumi Aksara, 2006), hlm.
72.
[8] Anas Sudjono, Pengantar
Evaluasi Pendidikan (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011), hlm. 370.
[9]Suharsimi
Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi…, hlm.222.
[10]Anas
Sudjono, Pengantar Evaluasi…, hlm.
389-390.
[11]Syofian
Siregar, Metode Penelitian…, hlm. 241.
[12]Ahmad
Nizar Rangkuti, Statistik Untuk
Penelitian Pendidikan, ( Bandung :
Citapustaka Media, 2014), hlm 171-173.
[13]Ahmad
Nizar Rangkuti, Statistik Untuk
Penelitian…, hlm 171-173.
[14] Nizar
Ahmad Rangkuti, Statistic Untuk
Penelitian Pendidikan, Jl. Sosro no,16-A Medan: Perdana Publishing, 2015,
halm 32-47.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar