HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAH ASAN
Pada bab ini akan dideskripsikan data penelitian dan
pembahasan. Data dikumpulkan menggunakan instrument yang telah valid dan
reliable. Berikut ditampilkan hasil analisis validasi istrumen terdapat di bab III terakhir.
Hasil
penelitian ini merupakan studi lapangan untuk memperoleh data kemampuan komunikasi
matematis siswa melalui model pembelajaran Teams
Games Tournament (Eksprimen A) di kelas VIII A, berjumlah 20 orang siswa, dan
model pembelajaran Jigsaw
(Eksprimen B) di kelas VIII B berjumlah 22 orang siswa, dengan jumlah soal yang
diujikan kepada dua kelas tersebut sebanyak 5 butir soal. Sebelum perlakuan kedua kelas diberikan pre test untuk mengetahui kondisi awal kelas
tersebut. Setelah diberikan perlakuan yang berbeda, pada akhir pertemuan
diberikan post test untuk mengetahui
komunikasi matematis kedua kelas tersebut.
A. Deksripsi
Data
1. Deksripsi
Data Nilai Awal (pre test) Kelas
Eksperimen A
Tabel
4.1
Daftar
Distribusi Frekuensi Nilai Awal (pre test)
Kemampuan Komunikasi Matematis pada
Materi Teorema Pyhtagoras Kelas Eksprimen A
|
No |
Nilai |
Frekuensi Absolut |
Frekuensi Relatif |
|
|
1 |
50-54 |
3 |
15% |
|
|
2 |
55-59 |
5 |
25% |
|
|
3 |
60-64 |
7 |
35% |
|
|
4 |
65-69 |
2 |
10% |
|
|
5 |
70-74 |
48 |
15% |
|
|
|
Jumlah |
20 |
100% |
Tabel 4.2
|
|
Pretest TGT |
|
Maximum |
70 |
|
Minimum |
50 |
|
Mean |
59,25 |
|
Median |
60 |
|
Mode |
60 |
|
Std. Deviation |
6,340 |
|
Variance |
40,197 |
|
Range |
20 |
Deskripsi Nilai
Awal (Pretest) Kelas Eksperimen A
Model TGT
Deskripsi pada nilai awal (pre test) dihitung
menggunakan SPSS V.21 memperoleh gambaran awal kemampuan komunikasi
matematis. Deskripsi data menyajikan skor tertinggi,skor terendah, rentang, banyak kelas, panjang kelas, mean, median, modus,
variansi dan standar deviasi. Variansi dan standar deviasi yang digunakan untuk
mencari seberapa besar nilai penyimpangan atau perbedaan yang timbul dari data
yang diperoleh. Variansi untuk test ini adalah sebesar 40,197 dan standar
deviasi sebesar 6,340, dan nilai
rat-ratanya sebesar 59,25. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi Matematis cukup.
Nilai awal (pre test) pada kelas eksperimen kelas A dapat disajikan
dalam bentuk histogram, ditunjukkan pada gambar 4.1
Gambar 4.1
Histogram Data
Nilai Awal (Pretest) Kemampuan
Komunikasi Matematis pada Materi Teorema
Pyhtagoras Kelas Eksprimen A
2. Deksripsi
Data Nilai Awal (pre test) Kelas
Eksperimen B
Tabel 4.3
Daftar Distribusi Frekuensi Nilai
Awal (Pretest) Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Ekspremen B
|
No |
Nilai |
Frekuensi Absolut |
Frekuensi Relatif
% |
|
1 |
50-54 |
2 |
9,09% |
|
2 |
55-59 |
4 |
18,18% |
|
3 |
60-64 |
8 |
36,36% |
|
4 |
65-69 |
5 |
27,72% |
|
5 |
70-74 |
3 |
13,63% |
|
|
Jumlah |
22 |
100% |
Tabel
4.4
Deskripsi
Nilai Awal (Pre test ) Kelas
Eksperimen B (Model Jigsaw)
|
|
Pretest Jigsaw |
|
Maximum |
70 |
|
Minimum |
50 |
|
Mean |
60,68 |
|
Median |
60 |
|
Mode |
60 |
|
Std. Deviation |
5,834 |
|
Variance |
34,037 |
|
Range |
20 |
Dari data yang disajikan pada tabel 4.4 memperlihatkan skor,
memperlihatkan skor tertinggi, skor terendah, median, modus, variansi dan standar
deviasi. Variansi dan standar deviasi yang digunakan untuk mencari seberapa
besar nilai penyimpangan atau perbedaan yang timbul dari data yang diperoleh.
Variansi untuk test ini adalah sebesar 34,037 dan standar deviasi sebesar
5,834. Dan memiliki nilai rata-rata sebesar 60,68. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi Matematis siswa
cukup.
Nilai awal (pre test) pada kelas eksperimen kelas B dapat disajikan
dalam bentuk histogram, ditunjukkan pada gambar 4.2
Gambar 4.2
Histogram Data Nilai Awal (Pretest)
Kemampuan
Komunikasi Matematis pada Materi Teorema Pyhtagoras Kelas Eksprimen B
Berdasarkan hasil diskripsi nilai
awal (pre test) kemampuan komunikasi
matematis siswa kelas eksperimen A dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan kelas
eksperimen B dengan menggunkan model pembelajaran Jigsaw. Diperoleh nilai
rata-rata kelas eksperimen A sebesar 59,25, dengan interpretasi yang cukup,
sedangkan kelas eksprimen B diperoleh nilai rat-rata sebesar 60,68 dengan interpretasi yang cukup.
Kedua kelas tersebut memiliki nilai rata-rata yang interpretasinya cukup.
3.
Deskripsi
Data Nilai Akhir (Postest) Kelas
Eksperimen A
Tabel
4.5
Daftar Distribusi Frekuensi Nilai
Akhir (Postest) Komunikasi
Matematis Siswa kelas Eksprimen A
|
No |
Nilai |
Frekuensi |
Frekuensi Absolut |
|
1 |
50-58 |
4 |
20 % |
|
2 |
59-67 |
6 |
30% |
|
3 |
68-76 |
4 |
20% |
|
4 |
77-85 |
5 |
25% |
|
5 |
86-94 |
1 |
5% |
|
|
Jumlah |
20 |
100% |
Tabel 4.6
Deskripsi
Nilai Akhir (Post test ) Kelas
Eksperimen A (Model TGT)
|
|
Post test TGT |
|
Maximum |
88 |
|
Minimum |
50 |
|
Mean |
68,75 |
|
Median |
68,50 |
|
Mode |
60 |
|
Std. Deviation |
10,920 |
|
Variance |
199,250 |
|
Range |
38 |
Dari data yang disajikan pada tabel 4.6 memperlihatkan skor,
memperlihatkan skor tertinggi skor terendah, median dan modus . Variansi dan standar deviasi yang digunakan
untuk mencari seberapa besar nilai penyimpangan atau perbedaan yang timbul dari
data yang diperoleh. Variansi untuk test ini adalah sebesar 199,250 dan standar
deviasi sebesar 10,920. Dan nilai rata-ratanya
68,75. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa cukup.
Nilai akhir (post test) pada kelas eksperimen kelas A dapat disajikan
dalam bentuk histogram, ditunjukkan pada gambar 4.3
Gambar 4.3
Histogram Data Nilai Akhir
(Post Test) Kemampuan
Komunikasi Matematis siswa Pada Materi Teorema Phytagoras Kelas Eksprimen A
4.
Deskripsi
Data Nilai Akhir (Postest) Kelas
Eksperimen B
Tabel 4.7
Daftar Distribusi Frekuensi Nilai
Akhir (Postest) Komunikasi Matematis Siswa Kelas Eksprimen B
|
No |
Nilai |
Frekuensi |
Frekuensi Absolut |
|
1 |
60-67 |
3 |
13,63% |
|
2 |
68-75 |
9 |
40,9% |
|
3 |
76-83 |
4 |
18,18% |
|
4 |
84-91 |
5 |
22,72% |
|
5 |
92-99 |
1 |
4,54% |
|
|
Jumlah |
22 |
100% |
Tabel 4.8
Deskripsi
Nilai Akhir (Post test ) Kelas
Eksperimen B (Model Jigsaw)
|
|
Post test Jigsaw |
|
Maximum |
95 |
|
Minimum |
60 |
|
Mean |
76,27 |
|
Median |
75 |
|
Mode |
70 |
|
Std. Deviation |
9,254 |
|
Variance |
85,363 |
|
Range |
35 |
Dari data yang disajikan pada tabel diatas memperlihatkan skor,
memperlihatkan skor tertinggi skor terendah, median dan modus. Variansi dan standar deviasi yang
digunakan untuk mencari seberapa besar nilai penyimpangan atau perbedaan yang
timbul dari data yang diperoleh. Variansi untuk test ini adalah sebesar 85,363
dan standar deviasi sebesar 9,254. Dan memiliki nilai rata-rata sebesar 76,27.
Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa baik.
Nilai akhir (post test) pada kelas eksperimen kelas B dapat disajikan
dalam bentuk histogram, ditunjukkan pada gambar 4.4
Gambar 4.4
Histogram Data Nilai Akhir (Post Test) Kemampuan Komunikasi
Matematis siswa Pada Materi Teorema Phytagoras Kelas Eksprimen B
Berdasarkan hasil diskripsi nilai
akhir (post test) kemampuan komunikasi matematis siswa kelas eksperimen A
menggunakan model pembelajaran Teams
Games Tournament dan kelas eksperimen B menggunkan model pembelajaran
Jigsaw. Diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen A sebesar 68,75, dengan
interpretasi yang cukup, sedangkan kelas eksprimen B diperoleh nilai
rat-rata sebesar 76, 27 dengan
interpretasi yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen B
memperoleh nilai rata yang interpretasi yang baik daripada kelas eksperimen A.
B.
Uji
Persyaratan
1.
Uji
Persyaratan Terhadap Komunikasi Matematis Untuk Data Nilai Awal (pretest)
Pada Kelas Eksperimen A dan Kelas Eksprimen B Sebelum Diberi Perlakuan (Treatment).
a.
Uji
Normalitas
Pengujian kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan
menggunakan SPSS v.21 dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 keatas dan dapat
dikatakan berdistribusi normal
|
|
|||||||
|
|
Kelas |
Kolmogorov-Smirnova |
Shapiro-Wilk |
||||
|
|
Statistic |
Df |
Sig. |
Statistic |
Df |
Sig. |
|
|
hasil belajar matematika |
pre test tgt |
.203 |
20 |
.030 |
.907 |
20 |
.055 |
|
pre test Jigsaw |
.183 |
22 |
.054 |
.924 |
22 |
.093 |
|
|
a. Lilliefors Significance Correction |
|||||||
Berdasarkan hasil analisis normalitas data pretest dengan
uji Shapiro-Wilk menggunakan SPSS v,21 diperoleh
nilai signifikansi untuk kelas eksperimen A
sebesar 0,55 dan kelas eksprimen B sebesar 0,93. Alasan digunakannya Shapiro-Wilk
bukan Kolmogorov Smirnov ialah karena sampel
yang saya gunakan adalah 20 orang siswa untuk kelas eksprimen A dan 22 orang
siswa untuk kelas eksprimen B. sedangkan untuk penggunaan sampel Kolmogorov
Smirnov harus diatas 50 orang siswa. Berdasarkan kriteria pengujian diperoleh nilai (Sig) uji Shapiro-Wilk
0,05. Sehingga dapat disimpulkan data pretest
siswa kelas eksperimen A dan kelas eksperimen B berdistribusi
normal.
b.
Uji
Homogenitas
Uji homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai
awal sampel mempunyai varians yang homogen. Pengujian homogenitas dihitung
menggunakan uji Shapiro-Wilk dengan
taraf signifikan 5% atau 0,05.
|
Levene Statistic |
df1 |
df2 |
Sig. |
|
.119 |
1 |
40 |
.732 |
Berdasarkan analisis data pre test
dengan uji Shapiro-Wilk menggunkan
SPSS v.21 diperoleh signifikan pre test sebesar 0,732 sesuai dengan kriteria
pengujian homogenitas data dengan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai
signifikansi Based One Mean > 0,05 maka Ho diterima.
Untuk perhitungan variansi dengan
menggunakan uji F :
Variansi terbesar adalah 40.197
Variansi terkecil adalah 34.037
Fhitung =
Ha diterima apabila Fhitung < Ftabel berdasarkan hasil
perhitung diperoleh Fhitung
< Ftabel berarti Ha diterima. Dari hasil analisis menggunakan
SPSS v.21 dan menggunakan rumus uji F, kedua proses analisis dan perhitungan
menunjukkan hal yang sama yaitu terima Ha sehingga dapat disimpulkan
bahwa kedua kelas tersebut mempunyai
variansi yang sama (homogen).
c.
Uji
Kesamaan Rata-rata
Analisis data dengan uji-t dan uji Independent
Sampel T Test dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji
hipotesis
Berdasarkan
hasil analisis perhitungan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi
(Sig. (2-tailed) ) = 0,450 sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dari uji Independent
Sampel T-test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig.(2-tailed) > 0,05
artinya Ha diterima.
Dari perhitungan menggunakan rumus uji t diperoleh nilai thitung = 0,732 dan
ttabel 2,021 = Ha
diterima thitung < ttabel,
karena thitung < ttabel maka Ha diterima,
sehingga diketahui bahwa ada kesamaan rata-rata. Berdasarkan analisis data
nilai awal (pretest) diperoleh
bahwa populasi normal, homegen, dan memiliki rata-rata nilai awal yang sama. Perhitungan
selengkapnya dapat dilihat pada. (Lampiran XXIX).
2.
Uji
Persyaratan Terhadap Komunikasi Matematis
Untuk Data Nilai Akhir (postest) Pada Kelas Eksperimen A dan
Kelas Eksprimen B Sesudah Diberi Perlakuan (Treatment)
a.
Uji
Normalitas
Pengujian kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan
menggunakan SPSS v.21 dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk
dengan taraf
signifikansi 5% atau 0,05 keatas dan dapat dikatakan berdistribusi normal.
|
|
Kelas |
Kolmogorov-Smirnova |
Shapiro-Wilk |
||||
|
|
Statistic |
Df |
Sig. |
Statistic |
df |
Sig. |
|
|
hasil belajar matematika |
post test TGT |
.139 |
20 |
.200* |
.965 |
20 |
.643 |
|
post test Jigsaw |
.206 |
22 |
.016 |
.949 |
22 |
.306 |
|
Berdasarkan
hasil analisis normalitas data posttest dengan uji Shapiro-Wilk
menggunakan
SPSS v,21 diperoleh nilai signifikansi untuk kelas eksperimen A 0,643 dan kelas
eksprimen II 0,306. Alasan digunakannya Shapiro-Wilk
bukan Kolmogrovo-Smirnov karena sampel yang saya gunakan masih dibawah 20 dan 22 orang siswa masih
dibawah 50 orang siswa sedang untuk penggunaan Kolmogrovo-Smirnov jumlah sampelnya 50 orang siswa keatas. Berdasarkan
kriteria
pengujian diperoleh nilai (Sig) uji Shapiro-Wilk 0,05.sehingga dapat disimpulkan data posttest
siswa kelas eksperimen A dan eksprimen
B kelas berdistribusi normal.
b.
Uji
Homogenitas
Uji homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai
akhir sampel mempunyai varians yang homogen.
|
Levene Statistic |
df1 |
df2 |
Sig. |
|
.767 |
1 |
40 |
.386 |
Berdasarkan hasil analisis data nilai awal (presttest) Shapiro-Wilk dengan menggunakan
perhitungan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikan posttest sebesar 0, 386 sesuai dengan kriteria
pengujian homogenitas data dengan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai
signifikan Based One Mean > 0,05 Maka Ha diterima.
Untuk perhitungan dengan menggunakan uji
F :
Variansi terbesar adalah 119.250
Variansi terkecil adalah 85.636
Fhitung =
Ha diterima apabila Fhitung
< Ftabel berdasarkan hasil
perhitung diperoleh Fhitung sebesar
1,39 < Ftabel sebesar 1,81
berarti Ha diterima. Dari hasil analisis menggunakan SPSS v.21 dan
menggunakan rumus uji F, kedua proses analisis dan perhitungan menunjukkan hal
yang sama yaitu terima Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa
kedua kelas tersebut mempunyai variansi
yang sama (homogen).
c.
Uji
Perbedaan Rata-rata
Analisis data dengan uji-t dan uji Independent Sampel T Test dengan
menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji hipotesis
Berdasarkan hasil analisis perhitungan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi (Sig. (2-tailed)
) = 0,293sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dari uji Independent
Sampel T-test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig.(2-tailed) < 0,05
artinya H0 diterima.
Berdasarkan
hasil perhitungan uji perbedaan dua rata-rata diperoleh thitung =
peluang (1-
B.
Pengujian
Hipotesis
Dari uji persyaratan posttest
nilai komunikasi Matematis terlihat bahwa kedua kelas setelah diberi perlakuan
bersifat normal dan memiliki variansi yang homogenitas, maka untuk menguji
hipotesis menggunakan statistik parametrik dengan rumus uji t dan indepentdent
sample T Test dengan menggunakan SPSS v.21, yaitu uji perbedaan
rata-rata yang akan menentukan perbandingan
Komunikasi Matematis Teorema Phytagoras , hipotesis yang akan diuji adalah :.
Jika Ha :
C.
Pembahasan
Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa kelas eksperimen A dan kelas eksprimen
B memiliki kondisi awal yang sama. setelah dilakukan uji normalitas dan uji
homogenitas menunjukkan bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi normal dan
homogen. Kemudian dilakukan uji kesamaan rata-rata dan hasil kedua kelas baik
kelas eksperimen A dan kelas eksperimen B mempunyai rata-rata yang sama.
Penelitian dilakukan untuk
mengetahui apakah terdapat perbandingan atau perbedaan komunikasi matematis
siswa antara penggunaan model Teams Games
Tournament dengan model pembelajaran Jigsaw pada materi Teorema Phytagoras
di kelas VIII M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara yang
telah di uji kenormalannya, kehomogenitasnya, uji kesamaan rata-rata pretest
dan uji perbedaan rata-rata pada posttest.
Di kelas eksperimen A diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran
Teams Games Tournament dan di kelas
eksperimen B menggunakan model pembelajaran Jigsaw.
Model pembelajaran Teams Games Tournament merupankan model
pembelajaran yang mana banyak melibatkan siswanya, karena dalam model
pembelajaran ini dituntut untuk kerja sama atau berdiskusi dengan anggota
kelompok yang telah dipilih untuk menegetahui sejauh mana kemampuan komunikasi
matematis siswa. Berdasarkan hasil
observasi dalam proses pembelajaran Teams
Games Tournament, minat siswa dalam menerima pembelajaran sangat tinggi
karena model pembelajaran yang digunakan system kelompok atau berdiskusi dan
pertandingan, terlihat pada saat proses pembelajarann mereka berlomba-lomba
untuk menjawab soal yang diberikan.
Sedangkan di kelas eksperimen
menggunakan model pembelajaran Jigsaw, model pembelajaran Jigsaw merupakan
model pembelajaran yang mana disini siswa dituntut untuk menguasi materi yang
telah di ajaran atau dijaleskan guru
atau peneliti sebelumnya, dalam model pembelajaran jigsaw juga proses
belajarnya sistem kelompok yang mana setiap kelompok adalah satu utusan untuk
menjelaskan materi yang telah diajaran guru sebelumnya kepada anggota-anggota
kelompok yang lainnya, disini terlihat siswa sangat aktif dalam proses
pembelajaran karena masing-masing siswa setiap anggota kelompok mengeluarkan
pendapatnya dan didiskusi oleh oleh kelompok maing-masing. Pembelajaran ini
bertujuan untuk mengetahui tingkat komunikasi matemasis siswa disaat proses
pembelajaran sedang berlangsung.
Analisis data dengan uji paired dan
uji Independent
Samples Test dengan
menggunakan SPSS v.21 untuk mengetahui
pengaruh model terhadap komukasi matematis. Kedua model tersebut baik
model pembelajaran Teams Games Tournament
dan model pembelajaran Jigsaw sama-sama berpengaruh terhadap komunikasi
matematis sesuai dengan keputusan dari uji Independent Samples Test , maka dapat disimpulakan bahwa nilai
Sig. (2-tailed) < 0,05 artinya terdapat pengaruh.(XXXIV)
Dalam penelitian yang saya lakukan
rata-rata posttest pada eksperimen A adalah 68,75 dan kelas eksperimen B adalah
76,27 dapat dilihat dari kemampuan komunikasi matematis kelas Jgsaw lebih
tinggi dibandingkan kelas TGT. Setelah dilakukan hipotesis maka diperoleh
keputusan ; tidak terdapat perbandingan
komunikasi matematis siswa antara
penggunaan model pembelajaran Teams Games
Tournament dengan di M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas
Utara model pembelajran Jigsaw,
sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Agus Tianto dan Asnil Aida Ritonga dengan
judul penelitian “Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa yang
Menguunakan Metode Silih Tanya Berbantuan Kartu Model dengan Metode Make A Match Pada Kelas VII
SMPN 4 Sungguminasa Kab. Gowa”, hasil
rata-rata setelah dilakukan post test pada kelas eksperimen 1 adalah 85,71 dan
kelas eksperimen 2 adalah 83,74. Setelah dilakukan hipotesis maka dapat
keputusan : terdapat Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa yang
Menguunakan Metode Silih Tanya Berbantuan Kartu Model dengan Metode Make A Match Pada Kelas VII
SMPN 4 Sungguminasa Kab. Gowa.[1]
Sedangkan penelitian
yang saya lakukan tidak terdapat perbandingan Komunikasi Matematis Antara Penggunaan Pembelajaran Teams Games Tournament dengan Jigsaw
di M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Hal ini
dikarenakan thitung
D.
Keterbatasan
Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan
dengan penuh ketelitian dengan langkah-langkah yang sesuai dengan prosedur
penelitian kuantitatif. Hal ini dilakukan agar mendapat hasil sebaik mungkin.
Namun untuk mendapat hasil penelitian yang sempurna sangatlah sulit, sebab
dalam pelaksanaan penelitian ini
dirasakan adanya keterbatasan.
Keterbatasan
tersebut adalah penelitian ini dilakukan hanya untuk melihat Perbandingan
komunikasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan Jigsaw pada materi Teorema Phytagoras saja, Instrumen penelitian ini hanya menggunakan tes.
sebab
dalam pelaksanaan penelitian ini
dirasakan adanya keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain:
1.
Dalam
penerapan Model Pembelajaran Teams Games
Tournament dengan banyaknya kelompok yang terbentuk maka muncul perbedaan
pendapat yang kurang dapat diatasi
2.
Dalam
penerapan Model Pembelajaran jigsaw siswa masih ragu-ragu untuk mengeluarkan
pendapatnya dengan alasan takut salah.
Dengan
demikian keterbatasan dalam penelitian ini dapat dikatakan sebagai kekurangan
dari penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti. Meskipun banyak hambatan dan
tantangan dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti bersyukur karena
penelitian ini dapat terselesaikan.
[1] Ismail, Skiripsi “Perbandingan Kemampuan Komunikasi
Matematis Siswa yang Menguunakan Metode Silih Tanya Berbantuan Kartu Model dengan Metode Make A Match Pada Kelas VII
SMPN 4 Sungguminasa Kab. Gowa, (Makassar : UIN Alauddin, 2017), hal.89.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar