Jumat, 17 Juni 2022

BAB IV PERBANDINGAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA ANTARA PENGGUNAAN PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DI M.Ts.S SYAHBUDDIN MUSTAFA NAULI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAH ASAN

Pada bab ini akan dideskripsikan data penelitian dan pembahasan. Data dikumpulkan menggunakan instrument yang telah valid dan reliable. Berikut ditampilkan hasil analisis validasi  istrumen terdapat di bab III terakhir.

Hasil  penelitian ini merupakan studi lapangan untuk memperoleh data kemampuan komunikasi matematis siswa melalui model pembelajaran  Teams Games Tournament (Eksprimen A) di kelas VIII A, berjumlah 20 orang siswa,  dan  model pembelajaran  Jigsaw (Eksprimen B) di kelas VIII B berjumlah 22 orang siswa, dengan jumlah soal yang diujikan kepada dua kelas tersebut sebanyak 5 butir soal.  Sebelum perlakuan kedua kelas diberikan pre test untuk mengetahui kondisi awal kelas tersebut. Setelah diberikan perlakuan yang berbeda, pada akhir pertemuan diberikan post test untuk mengetahui komunikasi matematis kedua kelas tersebut.

A.    Deksripsi Data

1.      Deksripsi Data Nilai Awal (pre test) Kelas Eksperimen A

Tabel 4.1

Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Awal (pre test) Kemampuan Komunikasi  Matematis pada Materi Teorema Pyhtagoras Kelas Eksprimen A

No

Nilai

Frekuensi Absolut

Frekuensi Relatif

1

50-54

3

15%

2

55-59

5

25%

3

60-64

7

35%

4

65-69

2

10%

5

70-74

48

3

15%

 

Jumlah

20

100%

 

 

Tabel 4.2

 

Pretest  TGT

Maximum

70

Minimum

50

Mean

59,25

Median

60

Mode

60

Std. Deviation

6,340

Variance

40,197

Range

20

Deskripsi Nilai Awal (Pretest) Kelas Eksperimen A Model TGT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Deskripsi pada nilai awal (pre test)  dihitung  menggunakan SPSS V.21 memperoleh gambaran awal kemampuan komunikasi matematis. Deskripsi data menyajikan skor tertinggi,skor terendah,  rentang, banyak  kelas, panjang kelas, mean, median, modus, variansi dan standar deviasi. Variansi dan standar deviasi yang digunakan untuk mencari seberapa besar nilai penyimpangan atau perbedaan yang timbul dari data yang diperoleh. Variansi untuk test ini adalah sebesar 40,197 dan standar deviasi sebesar  6,340, dan nilai rat-ratanya sebesar 59,25. Hal ini menunjukkan bahwa  kemampuan komunikasi Matematis cukup.

Nilai awal (pre test)  pada kelas eksperimen kelas A dapat disajikan dalam bentuk histogram, ditunjukkan pada gambar 4.1

                                              

  Gambar 4.1

Histogram Data Nilai Awal (Pretest) Kemampuan Komunikasi  Matematis pada Materi Teorema Pyhtagoras Kelas Eksprimen A

 

2.      Deksripsi Data Nilai Awal (pre test) Kelas Eksperimen B

 

   Tabel 4.3

Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Awal (Pretest) Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Ekspremen B

 

No

Nilai

Frekuensi Absolut

Frekuensi Relatif %

1

50-54

2

9,09%

2

55-59

4

18,18%

3

60-64

8

36,36%

4

          65-69

5

27,72%

5

         70-74

3

13,63%

 

Jumlah

22

100%

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.4

Deskripsi Nilai Awal (Pre test ) Kelas Eksperimen B (Model Jigsaw)

 

 

Pretest Jigsaw

Maximum

70

Minimum

50

Mean

60,68

Median

60

Mode

60

Std. Deviation

5,834

Variance

34,037

Range

20

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari data yang disajikan pada tabel 4.4 memperlihatkan skor, memperlihatkan skor tertinggi, skor terendah, median, modus, variansi dan standar deviasi. Variansi dan standar deviasi yang digunakan untuk mencari seberapa besar nilai penyimpangan atau perbedaan yang timbul dari data yang diperoleh. Variansi untuk test ini adalah sebesar 34,037 dan standar deviasi sebesar 5,834. Dan memiliki nilai rata-rata sebesar 60,68. Hal ini menunjukkan   bahwa kemampuan komunikasi Matematis siswa cukup.

Nilai awal (pre test)  pada kelas eksperimen kelas B dapat disajikan dalam bentuk histogram, ditunjukkan pada gambar 4.2

 Gambar 4.2

Histogram Data Nilai Awal (Pretest) Kemampuan Komunikasi Matematis pada Materi Teorema Pyhtagoras Kelas Eksprimen B

Berdasarkan hasil diskripsi nilai awal (pre test) kemampuan komunikasi matematis siswa kelas eksperimen A dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan kelas eksperimen B dengan menggunkan model pembelajaran Jigsaw. Diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen A sebesar 59,25, dengan interpretasi yang cukup, sedangkan kelas eksprimen B diperoleh nilai rat-rata  sebesar 60,68 dengan interpretasi yang cukup. Kedua kelas tersebut memiliki nilai rata-rata yang interpretasinya cukup.

3.      Deskripsi Data Nilai Akhir (Postest)  Kelas Eksperimen A

Tabel 4.5

Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Akhir (Postest) Komunikasi  Matematis Siswa kelas Eksprimen A

No

Nilai

Frekuensi

Frekuensi Absolut

1

50-58

4

20 %

2

59-67

6

30%

3

68-76

4

20%

4

77-85

5

25%

5

86-94

1

5%

 

Jumlah

20

100%

 

 

Tabel 4.6

Deskripsi Nilai Akhir (Post test ) Kelas Eksperimen A (Model TGT)

 

 

Post test TGT

Maximum

88

Minimum

50

Mean

68,75

Median

68,50

Mode

60

Std. Deviation

10,920

Variance

199,250

Range

38

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari data yang disajikan pada tabel 4.6 memperlihatkan skor, memperlihatkan skor tertinggi skor terendah, median dan modus  . Variansi dan standar deviasi yang digunakan untuk mencari seberapa besar nilai penyimpangan atau perbedaan yang timbul dari data yang diperoleh. Variansi untuk test ini adalah sebesar 199,250 dan standar deviasi sebesar  10,920. Dan nilai rata-ratanya 68,75. Hal ini menunjukkan bahwa  kemampuan komunikasi matematis siswa cukup.

Nilai akhir (post test)  pada kelas eksperimen kelas A dapat disajikan dalam bentuk histogram, ditunjukkan pada gambar 4.3

 

 

Gambar 4.3

Histogram Data Nilai Akhir

(Post Test) Kemampuan Komunikasi Matematis siswa Pada Materi Teorema Phytagoras Kelas Eksprimen A

 

 

4.      Deskripsi Data Nilai Akhir (Postest)  Kelas Eksperimen B

   Tabel 4.7

         Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Akhir (Postest) Komunikasi Matematis Siswa Kelas Eksprimen B

 

No

Nilai

Frekuensi

Frekuensi Absolut

1

60-67

3

13,63%

2

68-75

9

40,9%

3

76-83

4

18,18%

4

84-91

5

22,72%

5

92-99

1

4,54%

 

Jumlah

22

100%

 

Tabel 4.8

Deskripsi Nilai Akhir (Post test ) Kelas Eksperimen B (Model Jigsaw)

 

Post test Jigsaw

Maximum

95

Minimum

60

Mean

76,27

Median

75

Mode

70

Std. Deviation

9,254

Variance

85,363

Range

35

 

 

 

 

Dari data yang disajikan pada tabel diatas memperlihatkan skor, memperlihatkan skor tertinggi skor terendah, median  dan modus. Variansi dan standar deviasi yang digunakan untuk mencari seberapa besar nilai penyimpangan atau perbedaan yang timbul dari data yang diperoleh. Variansi untuk test ini adalah sebesar 85,363 dan standar deviasi sebesar 9,254. Dan memiliki nilai rata-rata sebesar 76,27. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa baik.

Nilai akhir (post test)  pada kelas eksperimen kelas B dapat disajikan dalam bentuk histogram, ditunjukkan pada gambar 4.4

 

 

 

Gambar 4.4

Histogram Data Nilai Akhir  (Post Test) Kemampuan Komunikasi Matematis siswa Pada Materi Teorema Phytagoras Kelas Eksprimen B

 

Berdasarkan hasil diskripsi nilai akhir  (post test) kemampuan komunikasi matematis siswa kelas eksperimen A menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan kelas eksperimen B menggunkan model pembelajaran Jigsaw. Diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen A sebesar 68,75, dengan interpretasi yang cukup, sedangkan kelas eksprimen B diperoleh nilai rat-rata  sebesar 76, 27 dengan interpretasi yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen B memperoleh nilai rata yang interpretasi yang baik daripada kelas eksperimen A.

B.  Uji Persyaratan

1.    Uji Persyaratan Terhadap Komunikasi Matematis Untuk Data Nilai Awal (pretest) Pada Kelas Eksperimen A dan Kelas Eksprimen B Sebelum Diberi Perlakuan (Treatment).

a.        Uji Normalitas

Pengujian kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan menggunakan SPSS v.21 dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 keatas dan dapat dikatakan  berdistribusi normal

 

 

Kelas

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

 

Statistic

Df

Sig.

Statistic

Df

Sig.

hasil belajar matematika

pre test tgt

.203

20

.030

.907

20

.055

pre test Jigsaw

.183

22

.054

.924

22

.093

a. Lilliefors Significance Correction

 

Berdasarkan hasil analisis normalitas data pretest dengan uji Shapiro-Wilk  menggunakan SPSS v,21 diperoleh nilai signifikansi untuk kelas eksperimen A  sebesar 0,55 dan kelas eksprimen B sebesar 0,93. Alasan digunakannya Shapiro-Wilk bukan  Kolmogorov Smirnov ialah karena sampel yang saya gunakan adalah 20 orang siswa untuk kelas eksprimen A dan 22 orang siswa untuk kelas eksprimen B. sedangkan untuk penggunaan sampel Kolmogorov Smirnov harus diatas 50 orang siswa. Berdasarkan kriteria pengujian diperoleh nilai (Sig) uji Shapiro-Wilk  0,05. Sehingga dapat disimpulkan data pretest  siswa kelas eksperimen  A dan kelas eksperimen B berdistribusi normal.

 

b.      Uji Homogenitas

Uji homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai awal sampel mempunyai varians yang homogen. Pengujian homogenitas dihitung menggunakan uji Shapiro-Wilk dengan taraf signifikan 5% atau 0,05.

 (Variansinya homogen) 

 (Variansinya heterogen)

 

 

Levene Statistic

df1

df2

Sig.

.119

1

40

.732

 

 

 

Berdasarkan analisis data pre test dengan uji Shapiro-Wilk menggunkan SPSS v.21 diperoleh signifikan pre test  sebesar 0,732 sesuai dengan kriteria pengujian homogenitas data dengan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi Based One Mean > 0,05 maka Ho diterima.

Untuk perhitungan variansi dengan menggunakan uji F :

         Variansi terbesar adalah 40.197

        Variansi terkecil adalah 34.037

          Fhitung =  =  1.18 dan Ftabel = 1,81

        Ha diterima apabila Fhitung <  Ftabel berdasarkan hasil perhitung  diperoleh Fhitung < Ftabel berarti Ha diterima. Dari hasil analisis menggunakan SPSS v.21 dan menggunakan rumus uji F, kedua proses analisis dan perhitungan menunjukkan hal yang sama yaitu terima Ha sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tersebut mempunyai  variansi yang sama (homogen).

c.    Uji Kesamaan Rata-rata

 Analisis data dengan uji-t dan uji Independent Sampel T Test dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji hipotesis

 =

 

 

Berdasarkan hasil analisis perhitungan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi (Sig. (2-tailed) ) = 0,450 sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dari uji Independent Sampel T-test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig.(2-tailed) > 0,05 artinya Ha diterima.

Dari perhitungan menggunakan rumus uji t diperoleh nilai thitung  = 0,732 dan ttabel 2,021 =  Ha diterima  thitung < ttabel, karena thitung < ttabel maka Ha diterima, sehingga diketahui bahwa ada kesamaan rata-rata. Berdasarkan analisis data nilai awal (pretest) diperoleh bahwa populasi normal, homegen, dan memiliki  rata-rata nilai awal yang sama. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada. (Lampiran XXIX).

 

2.      Uji Persyaratan Terhadap Komunikasi Matematis  Untuk Data Nilai Akhir (postest) Pada Kelas Eksperimen A dan Kelas Eksprimen B Sesudah Diberi Perlakuan (Treatment)

a.    Uji Normalitas

Pengujian kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan menggunakan SPSS v.21 dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 keatas dan dapat dikatakan berdistribusi normal. 

 

Kelas

Kolmogorov-Smirnova

Shapiro-Wilk

 

Statistic

Df

Sig.

Statistic

df

Sig.

hasil belajar matematika

post test TGT

.139

20

.200*

.965

20

.643

post test Jigsaw

.206

22

.016

.949

22

.306

Berdasarkan hasil analisis normalitas data posttest dengan uji Shapiro-Wilk menggunakan SPSS v,21 diperoleh nilai signifikansi untuk kelas eksperimen A 0,643 dan kelas eksprimen II 0,306. Alasan digunakannya Shapiro-Wilk bukan Kolmogrovo-Smirnov  karena sampel yang saya gunakan masih dibawah 20 dan 22 orang siswa masih dibawah 50 orang siswa sedang untuk penggunaan Kolmogrovo-Smirnov jumlah sampelnya 50 orang siswa keatas. Berdasarkan

kriteria pengujian diperoleh nilai (Sig) uji Shapiro-Wilk  0,05.sehingga dapat disimpulkan data posttest  siswa kelas eksperimen A  dan  eksprimen B kelas berdistribusi normal.  

b.        Uji Homogenitas

Uji homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai akhir sampel mempunyai varians yang homogen.

 (Variansinya homogen)

  (Variansinya heterogen)

 

Levene Statistic

df1

df2

Sig.

.767

1

40

.386

 

 

 Berdasarkan hasil analisis data nilai awal (presttest) Shapiro-Wilk  dengan menggunakan perhitungan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikan  posttest  sebesar 0, 386 sesuai dengan kriteria pengujian homogenitas data dengan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikan Based One Mean > 0,05 Maka Ha diterima.

Untuk perhitungan dengan menggunakan uji F :

    Variansi terbesar adalah 119.250

    Variansi terkecil adalah 85.636

    Fhitung =  =  dan 1,39 Ftabel = 1,81

Ha diterima apabila Fhitung <  Ftabel berdasarkan hasil perhitung  diperoleh Fhitung sebesar 1,39 <  Ftabel sebesar 1,81 berarti Ha diterima. Dari hasil analisis menggunakan SPSS v.21 dan menggunakan rumus uji F, kedua proses analisis dan perhitungan menunjukkan hal yang sama yaitu terima Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tersebut mempunyai  variansi yang sama (homogen).

 

c.              Uji Perbedaan Rata-rata

Analisis data dengan uji-t dan uji Independent Sampel T Test dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji hipotesis

                                                                                          

 

Berdasarkan hasil analisis perhitungan menggunakan SPSS v.21  diperoleh nilai signifikansi (Sig. (2-tailed) ) = 0,293sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dari uji Independent Sampel T-test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig.(2-tailed) < 0,05 artinya H0 diterima.

Berdasarkan hasil perhitungan uji perbedaan dua rata-rata diperoleh thitung = peluang (1- ) = 1 – 5% =  dan dk = n1 + n2 – 2 = 40 Diperoleh ttabel =  2,021 dan thitung -1.065   oleh karena thitung  ttabel  maka Ho diterima dan Ha diterima  artinya terdapat perbedaan antara kelas eksperimen A dengan kelas eksprimen B.  (lampiran XXX)

B.     Pengujian Hipotesis

Dari uji persyaratan posttest nilai komunikasi Matematis terlihat bahwa kedua kelas setelah diberi perlakuan bersifat normal dan memiliki variansi yang homogenitas, maka untuk menguji hipotesis menggunakan statistik parametrik dengan rumus uji t dan indepentdent sample T Test dengan menggunakan SPSS v.21, yaitu uji perbedaan rata-rata  yang akan menentukan perbandingan Komunikasi Matematis Teorema Phytagoras , hipotesis yang akan diuji adalah :.

Jika Ha :  artinya rata-rata Komunikasi Matematis Teorema Phytagoras dengan Penggunaan pembelajaran  TGT( Team Games Tournament ) tidak lebih baik dari rata-rata komunikasi matematis  Teorema Phytagoras dengan model Pembelajaran Jigsaw Berdasarkan hasil perhitungan uji perbedaan dua rata-rata diperoleh thitung = peluang (1- ) = 1 – 5% =  dan dk = n1 + n2 – 2 = 40 Diperoleh  ttabel  sebesar  2,021 dan thitung  sebesar -1.065  oleh karena thitung  ttabel  maka Ha diterima dan Ho ditolak artinya terdapat perbedaan antara kelas eksperimen A dengan kelas eksprimen B. sedangkan  Analisis data dengan uji paired dan uji Independent Samples Test dengan menggunakan SPSS v.21 untuk mengetahui  pengaruh model terhadap komukasi matematis. Kedua model tersebut baik model pembelajaran Teams Games Tournament dan model pembelajaran Jigsaw sama-sama berpengaruh terhadap komunikasi matematis sesuai dengan keputusan dari uji Independent Samples Test , maka dapat disimpulakan bahwa nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 artinya terdapat pengaruh.(XXXIV), karena kedua model tersebut sama-sama berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi Matematis sehingga dapat disimpulkan bahwa :  Tidak ada Perbandingan  Komunikasi Matematis Antara Penggunaan Pembelajaran Teams Games Tournament dengan Jigsaw di M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

C.    Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen  A dan kelas eksprimen B memiliki kondisi awal yang sama. setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas menunjukkan bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi normal dan homogen. Kemudian dilakukan uji kesamaan rata-rata dan hasil kedua kelas baik kelas eksperimen A dan kelas eksperimen B mempunyai rata-rata yang sama.

Penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbandingan atau perbedaan komunikasi matematis siswa antara penggunaan model Teams Games Tournament dengan model pembelajaran Jigsaw pada materi Teorema Phytagoras di kelas VIII M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara yang telah di uji kenormalannya, kehomogenitasnya, uji kesamaan rata-rata pretest dan uji perbedaan rata-rata pada posttest. Di kelas eksperimen A diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan di kelas eksperimen B menggunakan model pembelajaran Jigsaw.

Model pembelajaran Teams Games Tournament merupankan model pembelajaran yang mana banyak melibatkan siswanya, karena dalam model pembelajaran ini dituntut untuk kerja sama atau berdiskusi dengan anggota kelompok yang telah dipilih untuk menegetahui sejauh mana kemampuan komunikasi matematis siswa. Berdasarkan  hasil observasi dalam proses pembelajaran Teams Games Tournament, minat siswa dalam menerima pembelajaran sangat tinggi karena model pembelajaran yang digunakan system kelompok atau berdiskusi dan pertandingan, terlihat pada saat proses pembelajarann mereka berlomba-lomba untuk menjawab soal yang diberikan.

Sedangkan di kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Jigsaw, model pembelajaran Jigsaw merupakan model pembelajaran yang mana disini siswa dituntut untuk menguasi materi yang telah di ajaran atau dijaleskan  guru atau peneliti sebelumnya, dalam model pembelajaran jigsaw juga proses belajarnya sistem kelompok yang mana setiap kelompok adalah satu utusan untuk menjelaskan materi yang telah diajaran guru sebelumnya kepada anggota-anggota kelompok yang lainnya, disini terlihat siswa sangat aktif dalam proses pembelajaran karena masing-masing siswa setiap anggota kelompok mengeluarkan pendapatnya dan didiskusi oleh oleh kelompok maing-masing. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengetahui tingkat komunikasi matemasis siswa disaat proses pembelajaran sedang berlangsung.

Analisis data dengan uji paired dan uji Independent Samples Test dengan menggunakan SPSS v.21 untuk mengetahui  pengaruh model terhadap komukasi matematis. Kedua model tersebut baik model pembelajaran Teams Games Tournament dan model pembelajaran Jigsaw sama-sama berpengaruh terhadap komunikasi matematis sesuai dengan keputusan dari uji Independent Samples Test , maka dapat disimpulakan bahwa nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 artinya terdapat pengaruh.(XXXIV)

Dalam penelitian yang saya lakukan rata-rata posttest pada eksperimen A adalah 68,75 dan kelas eksperimen B adalah 76,27 dapat dilihat dari kemampuan komunikasi matematis kelas Jgsaw lebih tinggi dibandingkan kelas TGT. Setelah dilakukan hipotesis maka diperoleh keputusan ; tidak terdapat perbandingan  komunikasi matematis  siswa antara penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament dengan di M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara model pembelajran Jigsaw, sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Agus Tianto dan Asnil Aida Ritonga dengan judul penelitian “Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa yang Menguunakan Metode Silih Tanya Berbantuan Kartu Model  dengan Metode Make A Match Pada Kelas VII SMPN 4 Sungguminasa Kab. Gowa”,  hasil rata-rata setelah dilakukan post test  pada kelas eksperimen 1 adalah 85,71 dan kelas eksperimen 2 adalah 83,74. Setelah dilakukan hipotesis maka dapat keputusan : terdapat Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa yang Menguunakan Metode Silih Tanya Berbantuan Kartu Model  dengan Metode Make A Match Pada Kelas VII SMPN 4 Sungguminasa Kab. Gowa.[1]

Sedangkan penelitian yang saya lakukan tidak terdapat perbandingan Komunikasi Matematis Antara  Penggunaan Pembelajaran Teams Games Tournament dengan Jigsaw di M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Hal ini dikarenakan  thitung  ttabel  maka Ho diterima dan Ha ditolak sehingga memperoleh keputusan: tidak terdapat perbandingan Komunikasi Matematis Antara  Penggunaan Pembelajaran Teams Games Tournament dengan Jigsaw di M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

 

D.    Keterbatasan Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan penuh ketelitian dengan langkah-langkah yang sesuai dengan prosedur penelitian kuantitatif. Hal ini dilakukan agar mendapat hasil sebaik mungkin. Namun untuk mendapat hasil penelitian yang sempurna sangatlah sulit, sebab dalam  pelaksanaan penelitian ini dirasakan adanya keterbatasan.

Keterbatasan tersebut adalah penelitian ini dilakukan hanya untuk melihat Perbandingan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dan Jigsaw pada materi Teorema Phytagoras saja,  Instrumen penelitian ini hanya menggunakan tes.  sebab dalam pelaksanaan  penelitian ini dirasakan adanya keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain:

1.      Dalam penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament dengan banyaknya kelompok yang terbentuk maka muncul perbedaan pendapat yang kurang dapat diatasi

2.      Dalam penerapan Model Pembelajaran jigsaw siswa masih ragu-ragu untuk mengeluarkan pendapatnya dengan alasan takut salah.

 Dengan demikian keterbatasan dalam penelitian ini dapat dikatakan sebagai kekurangan dari penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti. Meskipun banyak hambatan dan tantangan dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti bersyukur karena penelitian ini  dapat terselesaikan.



[1] Ismail, Skiripsi “Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa yang Menguunakan Metode Silih Tanya Berbantuan Kartu Model  dengan Metode Make A Match Pada Kelas VII SMPN 4 Sungguminasa Kab. Gowa, (Makassar : UIN Alauddin, 2017), hal.89.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS IV SD NEGERI 100215 PERSIAPAN MOSA JULU

  BAB II  UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATE MATIKA PADA MATE RI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS I...