Rabu, 15 Juni 2022

PERBANDINGAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA ANTARA PENGGUNAAN PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DI M.Ts.S SYAHBUDDIN MUSTAFA NAULI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA

 

PERBANDINGAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA ANTARA PENGGUNAAN PEMBELAJARAN TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DI M.Ts.S SYAHBUDDIN MUSTAFA NAULI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pembelajaran merupakan proses penting yang menentukan keberhasilan  pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan, khususnnya di sekolah tidak terlepas dari keberhasilan proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar tersebut  dipengaruhi oleh beberapa komponen, diantaranya guru, peserta didik, metode  mengajar, media pembelajaran , keaktifan peserta didik mapun motivasi peserta didik itu sendiri dalam belajar. Komponen-komponen  tersebut memegang  peranan penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran sehingga akan mempengaruhi hasil belajar siswa khususnya di pembelajaran Matematika.

Matematika ialah salah satu mata pelajaran di setiap sekolah memegang  peranan penting dalam meningkatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Sehingga dalam proses pembelajaran harus terlaksana dengan baik dan membentuk siswa untuk jadi berkualitas, karena matematika sebagai salah satu saran berpikir untuk mengkaji suatu dengan secara logis dan sistemasis.

Pelajaran matematika adalah pelajaran yang berhubungan dengan banyak konsep. Konsep tersebut merupakan ide abstrak yang dapat mengelompokkan objek-objek kedalam contoh dan bukan contoh. sebab konsep merupakan kondisi utama yang diperlukan untuk menguasai kemahiran diskriminasi dan proses  kognitif fundamental sebelumnya berdasarkan kesamaan ciri-ciri dari sekumpulan stimulus dan objek-objeknya.[1]

Mempelajari Matematika diperlukan kemauan, ketekunan serta konsentrasi yang tinggi baik oleh guru maupun siswa, apabila siswa tersebut telah memahami matematika maka siswa tersebut akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan Matematika. Siswa seharusnya dilibatkan secara komunikatif dalam mengerjakan masalah Matematika, siswa diminta untuk memikirkan ide atau konsep dari suatu permasalahan, berbicara dan mendengarkan pendapat teman yang lain,

Dalam pembelajaran Matematika, komunikasi Matematika siswa sangat dibutuhkan karena dapat menemukan keberhasilan siswa dalam belajar Matematika. Keterlibatan siswa dalam bertanya, memberikan suatu gagasan/ide Matematika, menarik kesimpulan, bahkan bertanya selama proses kegiatan belajar dapat tertampung dalam ingatan siswa. Namun sering kali kita melihat bahwa banyak siswa yang merasa kesulitan khususnya dalam mengkomunikasikan hal-hal yang berkaitan dengan Matematika. Kesulitan yang dialami siswa tersebut mungkin saja disebabkan oleh model pembelajaran guru yang bersifat konvensional sehingga siswa kurang diberi kesempatan untuk terlatih mengkomunikasikan segala sesuatu yang mereka pelajari.

Mengingat pentingnya komunikasi Matematis, maka perlu di kembangkan suatu model pembelajaran yang erat kaitannya dengan kemampuan komunikasi Matematis, salah satunya adalah model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dan Jigsaw. Kedua model ini sangat cocok digunakan  dalam proses pembelajaran  di kelas agar memicu ide-ide kreatif siswa juga menumbuhkan tanggung jawab siswa yang pada dasarnya semua siswa memilikinya sejak di bangku persekolahan namun keterbatasan ilmu dan metode yang diterapkan. Seperti hal kebanyakan guru-guru masih menerapkan metode cearamah atau pembelajaran langsung saja. tidak dihadapakan dengan berbagai maslah sehingga dengan mudah memecahkan masalah tersebut. Untuk memcahkan masalah tersebut dibutuhkan desain pembelajaran semenarik mungkin dengan menggunakan Model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk berinteraksi satu sama lainnya dan menyenangkan adalah model pembelajaran Jigsaw dan Teams Games Tournament (TGT), karena model ini merupakan model pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok yang melibatkan seluruh siswa dalam prosesnya dan diharapkan setiap siswa mampu bertanggung jawab atas kegiatan yang dilakukannya. Dalam jigsaw dan TGT siswa memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam kelompoknya. Jigsaw dan TGT menghilangkan sikap pasif siswa dalam kegiatan pembelajaran.[2]

Berdasarkan hasil wawancara yang dilaksanakan tepatnya pada tanggal 20 Oktober  2020 dengan Ibu Masrawiyah Tanjung,S.Pd selaku guru Matematika di M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli sekaligus guru di kelas VIII beliau mengatakan bahwa:

 “kemampuan komunikasi Matematis siswa masih rendah, hal ini dikarenakan siswa menganggap bahwa gurulah satu-satunya pusat sumber belajar. Saat proses pembelajaran yang aktif secara lisan hanya siswa yang berkemampuan tinggi saja yang ikut sertakan dalam proses belajar mengajar atau yang ikut berpartisipasi, selain itu tidak yang memberikan ide-ide gagasan untuk menjawab pertanyaan dari guru tersebut, padahal sebenarnya ada ide-ide cemerlang yang ingin siswa-siswa tersebut sampaikan akan tetapi siswa malu juga takut nantinya jawaban atau ide-ide gagasan yang mereka paparkan tidak sesuai yang dipertanyakan atau salah sehingga ditertakawakan oleh teman-temannya. Selain itu, siswa juga merasa kesulitan jika guru meminta menjelaskan kembali apa yang telah mereka pelajari. Hal ini disebabkan kurangnya  model atau metode  seorang guru disaat pembelajaran untuk mengajak siswa melatih berkomunikasi. Dan kurangnya keterlibatan siswa sedang dan rendah dalam pembelajaran Matematika”.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di  kelas VIII M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli tepatnya pada tanggal 20 Oktober 2020, proses pembelajaran yang terjadi memperlihatkan bahwa siswa jarang sekali aktif bertanya, menjawab, memberikan gagasan, juga saling tukar pikiran atau berbagi ilmu sesama mereka, sehingga  kemampuan komunikasi  juga menuliskan ide-ide mereka di papan tulis  tidak terasa dengan baik.

   Berdasarkan hal di atas peneliti mencoba menggunakan model pembelajaran yang dapat meningakatkan komunikasi Matematis siswa. Dengan menggunakan model ini akan menumbuhkan kerjasama, dan tanggung jawab  khususnya komuniksi Matematik siswa yang baik karena untuk langkah-langkah model ini sendiri menuntut untuk aktif dalam hal berkelompok maupun perseorangan. Peneliti akan mencoba membandingkan model pembelajaran yang manakah yang dapat membangun atau meningkatkan komunikasi Matematis. Model pembelajaran yang dibandingkan adalah model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan model pembelajaran Jigsaw. Model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament ) adalah Model pembalajaran Teams Games Tournament (TGT) adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooporatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permaianan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.  [3]

Sedangkan model pembelajaran Jigsaw atau disebut juga model tim ahli adalah  teknik  pembelajan yang memusatkan perhatian pada kemampuan penguasaan materi[4]. Jigsaw didesain untuk meningkatkan tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya dan pembelajaran orang lain. [5]

Adapun tujuan dari digunakannya kedua model ini ialah kedua model pembelajaran ini melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dapat melatih siswa berinteraksi satu sama lainnya dan menyenangkan. Selain itu juga pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dalam prosesnya diharapkan siswa mampu bertanggung jawab atas kegiatan yang dilakukannya. Kedua model pembelajran ini menghilangkan sikap pasif siswa dalam kegiatan pembelajaran. [6]

Berdasarkan hasil wawancara sekaligus uraian di atas bahwa pembelajaran akan lebih menyenangkan dan lebih mudah di pahami dengan menggunakan model pembelajaran, sehingga peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang ‘’Perbandingan Komunikasi Matematis Antara Penggunaan Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dengan Model Pembelajaan Jigsaw Kelas VIII M.Ts.S SYAHBUDDIN MUSTAFA NAULI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA

 

 

B.     Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat diidentifikasi beberapa masalah yaitu sebagai berikut:

1.      Masih rendahnya kemampuan komunikasi Matematis siswa kelas VIII M.Ts.S Syahbuddin Mustafa Nauli baik secara lisan dan tulisan dalam pembelajaran Matematika.

2.      Nilai Matematika siswa kelas VIII belum tercapai seperti yang diharapkan guru.

3.      Model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament ) dan Jigsaw belum pernah diterapkan di M.Ts.S Syahbddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

C.    Batasan Masalah

Demi tercapai tujuan yang diinginkan, maka perlu adanya batasan masalah, supaya permasalahan dalam penelitian ini lebih mudah dipaham, semakin terarah dan jelas, maka peneliti membatasi permasalahan yang dikaji “Perbandingan Komunikasi Matematis Siswa Antara Penggunaan Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament ) dengan Model Pembelajaran Jigsaw di M.Ts.S Syahubuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

D.    Defenisi  Operasional Variabel

Defenisi Operasional Variabel disini bertujuan untuk memberikan gambaran secara jelas kepada pembaca, serta menghindari adanya penafsiran yang salah memahami judul di atas, sehingga perlu ditegaskan istilah-istilah yang termuat dalam judul tersebut. Adapun defenisi dari variabel tersebut sebagai berikut:

1.      Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament )

Model pembelajaran Teams Games Tournament adalah Pembelajaran yang menggunakan model yang mana siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota tim  lain untuk memperoleh tambahan poin untuk skor tim mereka[7]

Adapun langkah-langkahnya yaitu: Mengelompokkan siswa, Guru menyajikan materi dan siswa bekerja dalam kelompok mereka masing-masing, Memberikan LKS kepada setiap kelompok, belajar dalam kelompok (teams), games tournament, penghargaan kelompok (team Recognition)[8]

2.      Model Pembelajaran Jigsaw

Model pembelajaran jigsaw adalah model yang mana didalamnya guru membagi satuan suatu informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil.[9]

Adapun langkah-langkahnya yaitu: Guru membagi kelompok terdiri dari kelompok ahli dan kelompok asal, setelah siswa berdiskusi dalam kelompok asal dan ahli, guru memberikan kuis untuk siswa secara individual, pemberian skor pada setiap kelompok, dan materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran.

 

 

3.      Komunikasi Matematis

Kemampuan komunikasi matematis adalah kemampuan siswa dalam menyampaikan ide Matematika baik secara lisan maupun tulisan. Kemampuan komunikasi matematis peserta didik dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran di sekolah, salah satunya adalah proses pembelajaran Matematika.[10]

Eri Widyastuti mengungkapkan beberapa indikator yang mengukur kemampuan komunikasi matematis siswa:

Menghubungkan atau merefleksikan benda nyata, gambar dan diagram kedalam ide Matematika. Menjelaskan ide, situasi dan relasi matematis secara lisan atau tulisan dengan benda nyata, gambar, garafik atau bentuk aljabar.Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika. Mendengarkan, berdiskusi, dan menulis tentang Matematika. Kemudian Membaca presentasi Matematika tertulis dan menyusun pertanyaan yang relevan.[11]

 

 

E.     Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah

1.      Bagaimana gambaran  kemampuan komunikasi Matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT)?.

2.      Bagaimanakah gambaran kemampuan komunikasi Matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw?.

3.      Apakah terdapat perbedaan kemampuan komunikasi Matematis siswa antara yang menggunakan model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dan model pembelajaran Jigsaw?.

F.     Tujuaan Penelitian 

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

1.              Gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT).

2.             gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw.

3.             Perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa antara yang menggunakan model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dan model pembelajaran Jigsaw.

G.    Manfaat Penelitian

  Adapun hasil penelitian ini berguna sebagai berikut :

1.      Bagi mahasiswa

a.       Sebagai salah satu kajian penelitian untuk mengembangkan khasanah keilmuan yang telah diperoleh dalam proses perkuliahan.

b.      Mahasiswa calon guru matematika dapat mengetahui keterampilan mengajar yang harus dimiliki sebelum mengajar di dalam kelas.

c.       Sebagai masukan dan kritik saran dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa khususnya yang berkenaan.

d.      Acuan bagi mahasiswa yang akan melaksanakan PPL berikutnya dan mampu memperbaiki kekurangan yang ada.

2.      Bagi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan

a.       Sebagai salah satu sumbangsih penulis untuk almamater tercinta IAIN Padangsidimpuan.

b.      Sebagai salah satu pertimbangan untuk mengevaluasi kembali keterampilan-ketarampilan mengajar mahasiswa calon guru khususnya pada mata kuliah micro teaching.

c.       Sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian yang sejenis, namun dalam pandangan yang berbeda.

3.    Bagi para guru menjadi bahan pertimbangan dan masukan dalam rangka melaksanakan pembelajaran matematika. Guru memperoleh satu teknik mengajar yang baru.

H.    Sistematik Pembahasan

  Untuk  memudahkan memahami pembahasan ini, maka penulis membuat sistematika pembahasan sebagai berikut:

Bab Pertama, merupakan Pendahuluan dengan membahas Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah, Defenisi Operasiona Variable, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian,  dan Kegunaan Penelitian. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pokok permasalahan yang akan dibahas.

Bab Kedua, merupakan Tinjauan Pustaka, Landasan Teori, melihat buku-buku, Kajian Penelitian terdahulu yang membahas tentang Metode Pembelajaran TGT dan Model Pembelajaran Jigsaw terhadap Komunikasi Matematis siswa.

Bab Ketiga, Metodologi Penelitian terdiri dari waktu dan lokasi penelitian, Jenis Penelitian, unit analisi/subjek Penelitian, Sumber Data, Tekhnik Pengumpulan Data, Tekhnik Pengolahan Data dan Analisis Data dalam Metodologi Penelitian merupakan gambaran konkrit langkah-langkah yang akan ditempuh dalam penelitian bahkan alat-alat apa yang akan digunakan dalam penelitian ini untuk memudahkan dalam membuat satu penelitian.

Bab IV, Deskripsi Hasil Penelitian, Perbandingan Hasil Tindakan, Pembahasan Hasil Penelitian, Keterbatasan Hasil Penelitian.

Bab V, Kesimpulan dan Saran



[1]Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), hlm. 158.

[2] Siska Waryuni dkk, “ Perbandingan Model Pembelajaran  Tipe Jigsaw Dengan Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPS SMA Negri Batam Tahun Pelajaran 2013/2014” Jurnal Ptygoras, vol 3, no.2(2014): 68, ISSN 2301-5314,

 

[3] Khoiru Ahmad, Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu, (Pubalingga : Pustaka Pelajar. 2012), hlm. 63

[4] Ungguh Muliawanan Jasa, Model Pembelajaran Spektakuler, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2016), hlm 150

[5] Hamdani dkk,  Strategi Belajar Mengajar,  ( Bandung:CV Pustaka  Setia, 2011). Hlm. 37.

[6] Siska Wuryani dkk, “Perbandingan Model Pembelajaran Tipe Jigsaw dengan Tipe TGT (Team Game Tournament) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri  5 BatamTahun Pelajaran”, Jurnal  Pythagoras, Vol.3 (2), ISSN 2301-5314, Hlm  67.

[7]Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif;  (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup,  2013). hlm. 83.

[8]  Fathurrahman Muhammad, Model-Model Pembelajaran Inovatif, (Jogjakarta : Ar-Ruzz Media, 2015), hlm. 55

[9] Lif  Khoiru hmadi dkk, Strategi Pembelajaran Sekolah Terpadu, (Padangsidempuan: Prestai Pustaka, 2012). hlm.62          

[10] Hodiyanto, “Kemampuan Komunikasi Matematis  dalam Pembelajaran Matematika”, Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas MIPATEK IKIP PGRI Pontianak, Vol 7, No.1(2017):11, ISSN 2088-687X,  hlm 57.

[11] Eri Widyastuti,”Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep dan Pemahaman Matematis…”hlm.45.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS IV SD NEGERI 100215 PERSIAPAN MOSA JULU

  BAB II  UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATE MATIKA PADA MATE RI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS I...