Kamis, 23 Juni 2022

BAB IV PENGGUNAAN BLOK ALJABAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.  Deskripsi Data Hasil Penelitian

Sebagaimana dijabarkan pada bab-bab sebelumnya bahwa dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan metode angket dan tes. Angket digunakan untuk memperoleh data yang berhubungan dengan minat siswa dalam pelajaran matematika, sedangkan metode tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa kelas VIII-4. Secara rinci data hasil penelitian dapat disajikan sebagai berikut.

1.    Pra Siklus

Sebelum penelitian tindakan dilaksanakan, peneliti melakukan survei awal terhadap siswa di M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara berada di Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara. Dengan menanyai siswa/siswi kelas VIII-4, serta dengan memberikan angket minat sebelum tindakan kepada siswa. Selain itu juga sewaktu peneliti melakukan survei awal sebelum penelitian, peneliti ikut serta melihat proses pembelajaran yang sedang berlangsung saat itu. Dari hal itu peneliti melihat siswa yang sebagian ada yang mengganggu kawannya, menggambar-gambar, dan melihat keluar kelas.

55

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan kepada siswa didapatkan kesimpulan bahwa dalam pembelajaran matematika siswa jarang sekali menggunakan alat peraga. Selain itu guru lebih sering menggunakan metode pembelajaran ceramah dengan pemberian tugas dirumah. Dari hal ini dilihat bahwa minat siswa dalam belajar matematika tidak baik terlihat sebagian siswa merasa bosan sewaktu pelajaran dilaksanakan. Dari minat siswa belajar matematika yang tidak efektif mempengaruhi hasil belajar siswa yang tidak mendapatkan nilai yang diingikan dan masih dibawah rata-rata.

Adapun angket minat siswa sebelum tindakan dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut:

Tabel 4.1

Angket Minat Pra Siklus Siswa

Kode Siswa

Skor

Kategori

1

49

Cukup Berminat

2

44

Kurang Berminat

3

42

Kurang Berminat

4

60

Berminat

5

48

Cukup Berminat

6

45

Cukup Berminat

7

67

Berminat

8

54

Cukup Berminat

9

40

Kurang Berminat

10

58

Berminat

11

49

Cukup Berminat

12

50

Cukup Berminat

13

47

Cukup Berminat

14

61

Berminat

15

57

Berminat

16

55

Cukup Berminat

17

43

Kurang Berminat

18

54

Cukup Berminat

19

31

Tidak Berminat

20

54

Cukup Berminat

21

65

Berminat

22

53

Cukup Berminat

23

61

Berminat

24

63

Berminat

25

65

Berminat

26

40

Kurang Berminat

27

54

Cukup Berminat

28

47

Cukup Berminat

29

54

Cukup Berminat

30

49

Cukup Berminat

31

40

Kurang Berminat

32

44

Kurang Berminat

33

42

Kurang Berminat

 

Berdasarkan data diatas sebagian besar terdapat 15 siswa yang cukup berminat dalam belajar matematika dalam persenan sebesar 50% dari yang diharapkan yaitu 100%.

2.    Hasil Belajar Pra Siklus

Setelah pemberian angket dilakukan, peneliti juga membuat tugas kepada siswa tentang apa yang mereka ketahui dan pahami tentang pelajaran matematika pada pelajaran faktorisasi suku aljabar. Dari pengujian dilakukan terdapat bahwa masih banyak siswa yang belum tuntas dalam pelajaran tersebut dan pemahaman siswa terhadap pelajaran juga masih banyak yang belum tuntas. Adapun hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan sama sekali sudah dirangkum pada tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2

Hasil Belajar Pra Siklus

Nilai

Kategori

Jlh Siswa

%

Tuntas

5

15,1

Tidak Tuntas

28

84,9

Jumlah

33

100

 

Setelah melihat kemampuan dan minat siswa dalam belajar, peneliti mendapatkan cara yang akan membuat siswa bersemangat dalam belajar matematika. Dari hal ini tindakan selanjutnya dapat dilihat pada penelitian tindakan selanjutnya.

3.    Penelitian Tindakan Kelas Siklus I

a)    Perencanaan

Materi yang akan diberikan dalam pembelajaran yaitu Faktorisasi Suku Aljabar. Perencanaan proses belajar mengajar pada siklus I diawali dengan pembuatan beberapa instrumen pembelajaran, diantaranya adalan RPP, alat peraga berupa blok aljabar, pembagian kelompok sebagai bentuk pelaksanaan metode pembelajaran kooperatif, tes soal dan lembar angket.

b)   Tindakan

 Proses pembelajaran siklus I diawali pada hari Senin, 06 September 2021. Pertemuan pertama diawali dengan perkenalan antara guru dengan siswa kelas VIII-4 kemudian dilanjutkan dengan pembentukan anggota kelompok yang dilakukan oleh peneliti sendiri. Kemudian peneliti memberitahukan kepada siswa tentang materi pelajaran yang akan diajarkan dan kegiatan belajar dengan metode kooperatif yang akan dilaksanakan.

Pada kegiatan inti diawali dengan mengadakan pretes untuk mengetahui sejauh mana persiapan siswa dalam mengikuti pelajaran matematika saat ini. Saat mengerjakan pretes siswa terlihat kurang siap, terlihat dari adanya beberapa siswa yang kurang memperhatikan soal dimejanya, melihat-lihat pekerjaan temannya, melihat keluar jendela dan juga ada yang menggambar dibuku tulisnya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kurang siap untuk menghadapi pelajaran hari ini. Akhirnya guru memberikan peringatan agar mengerjakan soal dengan serius.

Selesai pretes siswa dipersilahkan membentuk kelompoknya yang sudah ditentukan anggota kelompoknya oleh peneliti, kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan materi pokok aljabar dan operasi hitung aljabar. Kegiatan membentuk kelompok untuk yang pertama kali menyita waktu yang cukup banyak sehingga pengajar kekurangan waktu untuk menjelaskan pecahan bentuk aljabar dan penggunaan blok aljabar.

c)    Pengamatan

Pada pengamatan siklus I peneliti melihat dan menyimpulkan para siswa masih terlihat bingung dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan, seperti membentuk kelompok, siswa perempuan sedikit enggan berada dalam satu kelompok dengan siswa laki-laki dan begitu juga sebaliknya. Hal ini disebabkan siswa jarang sekali dikelompokkan dengan pencampuran laki-laki dan perempuan, sehingga siswa merasa kurang terbiasa dan sedikit canggung dengan sistem pengelompokan tersebut.

Selain itu terdapat beberapa kelompok yang mengajukan protes kepada peneliti, diantaranya yaitu:

1.    Ada seorang siswi yang tidak ingin satu kelompok dengan siswa B karena siswa B ini pernah mengganggunya.

2.    Seorang siswi ingin pindah kelompok katena dia satu-satunya perempuan dalam kelompok tersebut, hal tersebut juga terjadi pada seorang siswa laki-laki.

3.    Seorang siswa yang beranggotakan empat anak ingin berpindah tempat karena dua anggota kelompoknya tidak masuk sekolah sehingga mereka takut tidak bisa mengejar tugas-tugas jika hanya berdua.

Melihat kondisi tersebut peneliti memberikan pengarahan untuk terus melanjutkan pengelompokan dan menjelaskan tiap kelompok memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Peneliti juga menjelaskan bahwa dalam belajar kelompok yang terpenting adalah kerjasama, bukan banyak sedikit atau jenis kelamin anggotanya.

Banyak waktu yang tersita mengakibatkan rencana tindakan siklus I tidak selesai pada pertemuan pertama dan kedua sehingga akhirnya siklus I ini menghabiskan tiga kali pertemuan. Setelah membentuk kelompok peneliti memberikan tugas dan blok aljabar kepada tiap kelompok. Blok aljabar yang dibagikan terdapat dari kertas yang dipotong-potong sesuai dengan ketentuan dalam blok aljabar. Tugas tersebut berisi permasalahan yang diberikan kepada siswa, selain itu didalam soal juga diberikan langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan yang membutuhkan daya berpikir siswa memahami materi disertai dengan contoh penyelesaian masalah baik dengan cara biasa maupun dengan blok aljabar.

Setelah memberikan soal dan blok aljabar, peneliti memberikan penjelasan tentang materi suku aljabar dan operasi bentuk aljabar. Selama peneliti menjelaskan materi, sebagian siswa mendengarkan dan meresapi penjelasan tersebut, namun sebagian masih ada yang kurang memperhatikan. Beberapa ada siswa yang menggambar, berbicara dengan teman disamping atau belakangnya. Sesekali peneliti memberikan pertanyaan kepada siswa dan sebaliknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.

Dalam siklus I ini minat siswa belum terlihat jelas, selama peneliti menjelaskan materi siswa hanya diam dan mendengarkan. Jika peneliti memberikan pertanyaan, hanya sedikit diantaranya yang menjawab, begitu pula halnya ketika guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya, saat itu tidak ada yang mengangkat tangan namun ketika guru berkeliling saat tugas kelompok dilaksanakan beberapa siswa baru mau bertanya ketika guru melihat kemeja kelompok.

Setelah menjelaskan materi pelajaran peneliti menjelaskan tentang blok aljabar dan bagaimana cara menggunakannya. Beberapa siswa tampak antusias namun ada juga yang masih bingung. Setelah penjelasan materi dirasa cukup, selanjutnya peneliti mengarahkan siswa untuk mengerjakan tugas-tugas dalam soal disertai diskusi bersama antar kelompok. Tiap satu kelompok ditugaskan untuk menyelesaikan dua atau tiga soal, soal yang diberikan ada yamg harus diselesaikan menggunakan blok aljabar dan ada juga tanpa menggunakan blok aljabar. Hasil kerja siswa dalam menggunakan blok aljabar dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.1

Hasil Jawaban Tes Siswa Menggunakan Blok Aljabar Pada Siklus I

        

Berdasakan gambar tersebut dapat dilihat bahwa siswa telah berusaha keras menyelesaikan soal dengan blok aljabar, namun sebagian masih ada yang salah dan langkah-langkah yang dijalankan kurang sesuai dengan langkah-langkah yang diberikan.

Seluruh anggota kelompok harus memahami betul penyelesaian soal tersebut karena selanjutnya peneliti akan menentukan secara acak siswa untuk menjelaskan hasil kerja kelompoknya kedepan kelas. Saat presentasi hasil kerja kelompok dilaksanakan peneliti memberikan kesempatan kepada kelompok lain meneliti hasil penyelesaian kelompok yang sedang presentasi. Peneliti juga memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk mengajukan pendapat ataupun pertanyaan baik kepada siswa yang sedang bertugas maupun kelompok siswa dan peneliti. Saat peneliti mengacak siswa untuk menyelesaikan soal yang ditentukan, masih ada sebagian diantara siswa yang belum paham dalam penyelesaiannya. Dari hal tersebut peneliti membantu siswa dalam menyelesaikan soal dan terus menuntun siswa sampai siswa mulai paham dalam soal yang dikerjakan.

Selama kegiatan diskusi antar kelompok tersebut berlangsung terdapat tiga kelompok yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal, namun ketika guru mempersilahkan kelompok lain untuk membetulkan kesalahan tersebut, tidak ada yang bersedia hingga akhirnya peneliti menunjuk perwakilan dari dua kelompok untuk membetulkan kesalahan tersebut. Kemudian ketika siswa masih belum berhasil menyelesaikannya, peneliti membantu menyelesaikan soal tersebut dengan menyelesaikan secara bersama-sama dan menjelaskan kembali materi yang siswa belum mengerti.

Kegiatan penutup diawali dengan pengajuan pertanyaan dari peneliti kepada siswa untuk mengarahkan siswa menyimpulkan materi pelajaran yang diperoleh, dilanjutkan dengan pemberian tugas kelompok untuk di rumah, kemudian pertemuan diakhiri dengan doa dan salam penutup.

d)   Hasil

Hasil yang akan ditampilkan disini adalah perolehan data kuantitatif dalam penelitian. Pertama adalah pengisian angket minat sebelum tindakan pada siklus oleh siswa-siswi kelas VIII-4. Lebih jelas hasil pengisian angket minat oleh siswa dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.3

Angket Minat Siswa Siklus I

Kode Siswa

Skor

Kategori

1

58

Berminat

2

63

Berminat

3

53

Cukup Berminat

4

67

Berminat

5

48

Cukup Berminat

6

46

Cukup Berminat

7

58

Berminat

8

58

 Berminat

9

52

Cukup Berminat

10

55

Cukup Berminat

11

46

Cukup Berminat

12

49

Cukup Berminat

13

44

Kurang Berminat

14

64

Berminat

15

55

Berminat

16

68

 Berminat

17

41

Kurang Berminat

18

48

Cukup Berminat

19

35

Kurang Berminat

20

46

Cukup Berminat

21

67

Berminat

22

48

Cukup Berminat

23

69

Sangat Berminat

24

69

Sangat Berminat

25

57

Berminat

26

74

Sangat Berminat

27

52

Cukup Berminat

28

55

Cukup Berminat

29

62

 Berminat

30

59

 Berminat

31

52

Cukup Berminat

32

53

Cukup Berminat

33

52

Cukup Berminat

 

Berdasarkan data diatas secara umum minat siswa sudah mulai terlihat perkembangan yang positif meskipun belum sampai yang diharapkan yaitu 100%. Selanjutnya data tentang hasil belajar siswa. Nilai rata-rata pretes siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.4

Nilai Siswa Tes Pertemuan-1

Kode Siswa

Skor

Kategori    

1

60

Tidak Tuntas

2

62,85

Tidak Tuntas

3

62,85

Tidak Tuntas

4

82,85

Tuntas

5

57,14

Tidak Tuntas

6

74,28

Tidak Tuntas

7

82,85

Tuntas

8

85,71

Tuntas

9

62,85

Tidak Tuntas

10

71,42

Tidak Tuntas

11

62,85

Tidak Tuntas

12

65,71

Tidak Tuntas

13

54,28

Tidak Tuntas

14

80

Tuntas

15

48,57

Tidak Tuntas

16

40

Tidak Tuntas

17

82,85

Tuntas

18

68,57

Tidak Tuntas

19

82,85

Tuntas

20

62,85

Tidak Tuntas

21

68,57

Tidak Tuntas

22

52,85

Tidak Tuntas

23

57,14

Tidak Tuntas

24

71,42

Tidak Tuntas

25

68,57

Tidak Tuntas

26

82,85

Tuntas

27

82,85

Tuntas

28

57,14

Tidak Tuntas

29

68,57

Tidak Tuntas

30

68,57

Tidak Tuntas

31

55,10

Tidak Tuntas

32

50,09

Tidak Tuntas

33

50,10

Tidak Tuntas

 

Hasil belajar siswa pada nilai rata-rata tes soal pada tabel diatas yaitu masih banyak siswa yang belum tuntas dengan 26 siswa belum tuntas dalam persentase 76,67% yang berarti hasil belajar siswa masih kurang dan perlu pembenahan dalam proses belajar mengajar. 

e)    Refleksi

Terkait dari hasil minat dan hasil belajar siswa yang masih dalam kategori kurang, peneliti melihat siswa kebanyakan yang kurang nyaman dengan kelompoknya, sehingga menyebabkan hasil belajar siswa kurang dan kekompakan dalam kelompok juga belum ada. Selain itu juga peneliti melihat masih banyak kekurangan dalam proses belajar pada siklus I diantaranya yaitu:

1.    Persiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran masih kurang.

2.    Siswa merasa pembagian anggota kelompok kurang adil.

3.    Proses pembelajaran kurang berjalan lancar dikarenakan siswa belum terbiasa dengan metode belajar yang diterapkan begitu juga dengan blok aljabar.

4.    Keberanian siswa dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan tanggapan masih kurang.

5.    Beberapa siswa masih kurang memperhatikan dalam mengikuti proses belajar.

6.    Beberapa siswa masih lemah dalam menyimpulkan hasil pembelajaran.

f)    Rekomendasi

Berdasarkan refleksi dari siklus I dapat direkomendasikan kegiatan yang perlu direncanakan untuk memperbaiki masalah-masalah pada siklus I sehingga pada siklus II lebih baik dan mendapatkan hasil yang diinginkan, diantaranya yaitu:

1.    Membuat tugas kepada siswa, dengan hal itu siswa belajar dirumah dan mendapatkan nilai yang lebih baik dalam pelajaran yang akan datang.

2.    Meratakan anggota kelompok sesuai tingkat kemampuan siswa agar tidak terjadi ketidakseimbangan atau kebosanan dalam kelompok seperti sebelumnya.

3.    Guru lebih menguasai kelas dan lebih sering membentuk kelompok agar siswa terbiasa dengan metode yang diterapkan.

4.    Guru memberikan bimbingan lebih kepada siswa dalam menggunakan blok aljabar supaya lebih berani dalam menjawab, bertanya maupun memberikan tanggapan.

5.    Keberanian siswa dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan lebih ditingkatkan dengan cara menunjuk siswa secara langsung baik untuk menjawab pertanyaan maupun mewakili kelompoknya dalam mengungkapkan tanggapannya.

6.    Agar siswa lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran guru lebih sering memberikan motivasi kepada siswa dengan bercerita, memberikan sedikit humor, menjelaskan persoalan sehari-hari yang berhubungan dengan matematika atau memberikan contoh penyelesaian soal.

7.    Tindakan siklus II dilaksanakan pada Senin 20 September 2021.

4.    Penelitian Tindakan Kelas Siklus II

a)    Perencanaan

Perencanaan siklus II dilaksanakan pada akhir siklus I bersama dengan refleksi siklus I pada hari Senin 20 September 2021. Guru melengkapi perangkat pembelajaran seperti media belajar yaitu blok aljabar dan membentuk kelompok yang berbeda dengan siklus sebelumnya untuk mendapatkan nilai yang lebih baik, membuat siswa lebih aktif dan kompak dalam kelompok yang telah diubah pada sebelumnya. Pembentukan kelompok dilakukan dengan bervariasi dari sebelumnya seperti, membuat keseimbangan anggota kelompok baik jumlah, kemampuan berpikir siswa, keberanian siswa dalam menjawab maupun bertanya, dan kenyamanan siswa dalam kelompoknya masing-masing.

Dimana pada siklus sebelumnya kebanyakan siswa banyak yang mengeluh dan tidak kompak dalam kelompoknya, dari hal tersebut peneliti membuat kelompok baru untuk membuat siswa lebih aktif dan bersemangat dalam belajar. Tindakan pada siklus II mengacu pada rekomendasi perbaikan pada siklus I yang mengatasi kekurangan-kekurangan disiklus sebelumnya.

b)   Tindakan

Tindakan siklus II diawali dengan pendahuluan, review materi sebelumnya, pemberian pertanyaan, dan motivasi yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan.

Kegiatan inti diawali dengan membentuk kelompok yang udah dibagi dan diubah untuk menyesuaikan kemampuan, jumlah laki-laki dan perempuan dalam kelompok. Setelah kelompok terbentuk dengan baik peneliti melanjutkan materi dapat dilihat pada RPP dan menyangkut pautkan dengan media yang disediakan oleh peneliti. Setelah cukup memberikan penjelasan materi selanjutnya peneliti memberikan arahan kepada siswa untuk melakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan tugas yang akan diberikan. Pada tindakan ini dengan perubahan  yang dilakukan siswa terlihat sangat nyaman dalam belajar karena teman sekelompok mereka sesuai dengan yang mereka inginkan. Dalam pembelajaran berlangsung juga terlihat siswa semakin antusias dalam mendengarkan materi dan mencatat poin yang penting dalam pembelajaran.

c)      Pengamatan  

Pada pengamatan siklus II, peneliti menyimpulkan bahwa terjadi perubahan belajar siswa yang semakin meningkat dan lebih baik dari yang sebelumnya, seperti siswa lebih antusias dalam mendengarkan materi yang diajarkan, mencatat poin penting yang disampaikan tanpa disuruh, lebih fokus dalam belajar dan tidak mengganggu sesama temannya sendiri dan aktif dalam bertanya setiap guru memberikan kesempatan untuk bertanya. Saat diskusi kelompok berlangsung peneliti tidak lupa memberikan penjelasan kepada siswa bahwa yang terpenting dalam belajar bersama dalam satu kelompok adalah bekerjasama bukan bekerja sendiri-sendiri karena dengan kerjasama permasalahan yang seharusnya kita tanggung sendiri akan terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama orang lain.

Setelah beberapa waktu kemudian peneliti meminta setiap kelompok untuk mempersentasekan hasil diskusi yang diwakili oleh satu anggotanya. Persentase yang dilakukan adalah menjelaskan langkah-langkah menyelesaikan satu soal, baik menggunakan blok aljabar maupun dengan cara biasa. Contoh soal yang diselesaikan dengan blok aljabar pada siklus II ini dapat dilihat pada gambar dibah ini:

Gambar 4.2

Hasil jawaban tes siswa menggunakan blok aljabar pada siklus II

 

Pekerjaan siswa dalam menggunakan blok aljabar sudah terlihat rapi dan sesuai dengan langkah-langkah yang diberikan. Siswa sudah lancar menuliskan kalimat matematika menjadi bentuk aljabar serta sebaliknya menerjemahkan blok aljabar kedalam kalimat matematika dan siswa juga sudah memahami konsep yang digunakan.

Selama persentase antar kelompok berlangsung, beberapa siswa tanpa harus ditunjuk mulai mengoreksi dan mengkritik kesalahan-kesalahan yang ada. Setelah persentasi selesai mereka juga sudah berani menanyakan sesuatu yang menurut mereka janggal atau hal-hal yang belum mereka pahami.

Pada siklus II siswa sudah akrab dengan blok aljabar dan mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik. Namun terkadang mereka kurang konsisten terhadap langkah-langkah yang diambil. Setelah pembahasan selesai kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan pemberian pendalaman materi dan mengakhiri dengan memberikan postes.

Siklus II adalah siklus yang terakhir dan pada siklus II ini siswa dipersilahkan mengisi lembar angket minat untuk mengetahui minat siswa setelah diberikan tindakan.

d)   Hasil

Data kuantitatif yang didapat pada tindakan siklus II adalah data angket siswa dan hasil nilai postes siswa. Selanjutnya data yang diperoleh dari lembar angket siswa setelah dilakukan tindakan, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

 

Tabel 4.5

Angket Minat Siswa Siklus II

(Setelah Tindakan Menggunakan Media Pembelajaran)

Kode Siswa

Skor

Kategori

1

19

Sangat Berminat

2

18

Sangat Berminat

3

18

Sangat Berminat

4

20

Sangat Berminat

5

16

Berminat

6

19

Sangat Berminat

7

18

Sangat Berminat

8

15

 Berminat

9

19

Sangat Berminat

10

18

Sangat Berminat

11

20

Sangat Berminat

12

20

Sangat Berminat

13

20

Sangat Berminat

14

20

Sangat Berminat

15

14

Cukup Berminat

16

20

 Sangat Berminat

17

17

Berminat

18

17

Berminat

19

18

Sangat Berminat

20

19

Sangat Berminat

21

20

Sangat Berminat

22

20

Sangat Berminat

23

20

Sangat Berminat

24

20

Sangat Berminat

25

19

Sangat Berminat

26

18

Sangat Berminat

27

19

Sangat Berminat

28

20

Sangat Berminat

29

20

 Sangat Berminat

30

20

 Sangat Berminat

31

15

Berminat

32

12

Cukup Berminat

33

12

Cukup Berminat

Berdasarkan dari data tabel diatas rata-rata nilai minat belajar siswa setelah tindakan meningkat dan memuaskan, dengan kata lain minat belajar siswa meningkat dari kategori “cukup berminat” menjadi “sangat berminat”.  Setelah menampilkan data tentang angket minat siswa setelah tindakan, selanjutnya akan diberikan data tentang hasil belajar siswa menggunakan blok aljabar dalam pembelajaran. Nilai postes siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.6

Nilai Siswa Tes Pertemuan-2

Kode Siswa

Skor 

Kategori    

1

65,71

Tidak Tuntas

2

80

Tuntas

3

65,71

Tidak Tuntas

4

91,42

Tuntas

5

82,85

Tuntas

6

80

Tuntas

7

88,57

Tuntas

8

88,57

Tuntas

9

80

Tuntas

10

80

Tuntas

11

80

 Tuntas

12

80

Tuntas

13

60

Tidak Tuntas

14

100

Tuntas

15

62,85

Tidak Tuntas

16

57,14

Tidak Tuntas

17

91,42

Tuntas

18

94,28

Tuntas

19

100

Tuntas

20

68,57

Tidak Tuntas

21

82,85

Tuntas

22

80

Tuntas

23

68,57

Tidak Tuntas

24

85,71

Tuntas

25

80,42

Tuntas

26

91,42

Tuntas

27

80

Tuntas

28

80

Tuntas

29

82,85

 Tuntas

30

85,71

 Tuntas

31

80

Tuntas

32

60,10

Tidak Tuntas

33

61,15

Tidak Tuntas

Hasil belajar siswa pada nilai rata-rata tes soal sangat baik dan meningkat dari sebelumnya. Dari hasil nilai tes soal didapat bahwa, persentase nilai tes siswa adalah 72,73% dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 57,14.

e)    Refleksi

Refleksi siklus II dilaksanakan setelah selesai kegiatan proses belajar mengajar sekaligus untuk merancang tindakan selanjutnya. Selama siklus II berjalan sebagian besar siswa telah ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Aktivitas siswa yang meningkat adalah suatu indikasi bahwa minat siswa pun bertambah. Hal tersebut didukung dengan data yang diperoleh dari angket minat yang diberikan kepada siswa setelah dilaksanakan tindakan penelitian.

Pada tindakan siklus II ini aktivitas siswa yang tercapai adalah sebagai berikut:

1.    Adanya kerjasama yang baik antar kelompok.

2.    Diskusi kelompok berjalan tertib.

3.    Adanya peningkatan keterampilan siswa dalam menggunakan blok aljabar meskipun tidak besar.

4.    Meningkatnya keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan menanyakan materi yang belum paham.

5.    Intensitas siswa bertanya dan menjawab pertanyaan merata sehingga kegiatan di kelas tidak didominasi oleh beberapa siswa tertentu saja.

Berikut tabel yang menunjukkan persentase banyaknya siswa dimasing-masing kategori sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan alat media blok aljabar dengan model pembelajaran kooperatif sebagai berikut:

Tabel 4.7

Persentase Kategori Minat Belajar Siswa

Kriteria/Tingkatan

Sebelum Penelitian/Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

 

Jlh Siswa

%

Jlh Siswa

%

Jlh Siswa

%

Tidak Berminat

1

3,03

0

0

0

0

Kurang Berminat

8

24,24

3

9,09

0

0

Cukup Berminat

15

45,45

15

45,45

3

9.09

Berminat

9

27,27

12

36,36

5

15,15

Sangat Berminat

0

0

3

9,09

25

75,76

Total

33

100

33

100

33

100

Dari data persentase diatas lebih jelas dapat dilihat pada gambar diagram batang sebagai berikut:

 

 

 

Gambar 4.3

Diagram Batang Minat Belajar Siswa

Selanjutnya daftar nilai hasil belajar siswa berdasarkan nilai tes postes dan tes pretes.

Tabel 4.8

Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa

Kode Siswa

Nilai dan Kategori Hasil Belajar Siswa

Tes Soal Siklus I

Kategori    

Tes Soal Siklus II 

Kategori    

1

60

Tidak Tuntas

65,71

Tidak Tuntas

2

62,85

Tidak Tuntas

80

Tuntas

3

62,85

Tidak Tuntas

65,71

Tidak Tuntas

4

82,85

Tuntas

91,42

Tuntas

5

57,14

Tidak Tuntas

82,85

Tuntas

6

74,28

Tidak Tuntas

80

Tuntas

7

82,85

Tuntas

88,57

Tuntas

8

85,71

Tuntas

88,57

Tuntas

9

62,85

Tidak Tuntas

80

Tuntas

10

71,42

Tidak Tuntas

80

Tuntas

11

62,85

Tidak Tuntas

80

 Tuntas

12

65,71

Tidak Tuntas

80

Tuntas

13

54,28

Tidak Tuntas

60

Tidak Tuntas

14

80

Tuntas

100

Tuntas

15

48,57

Tidak Tuntas

62,85

Tidak Tuntas

16

40

Tidak Tuntas

57,14

Tidak Tuntas

17

82,85

Tuntas

91,42

Tuntas

18

68,57

Tidak Tuntas

94,28

Tuntas

19

82,85

Tuntas

100

Tuntas

20

62,85

Tidak Tuntas

68,57

Tidak Tuntas

21

68,57

Tidak Tuntas

82,85

Tuntas

22

52,85

Tidak Tuntas

80

Tuntas

23

57,14

Tidak Tuntas

68,57

Tidak Tuntas

24

71,42

Tidak Tuntas

85,71

Tuntas

25

68,57

Tidak Tuntas

80,42

Tuntas

26

82,85

Tuntas

91,42

Tuntas

27

82,85

Tuntas

80

Tuntas

28

57,14

Tidak Tuntas

80

Tuntas

29

68,57

Tidak Tuntas

82,85

 Tuntas

30

68,57

Tidak Tuntas

85,71

 Tuntas

31

55,10

Tidak Tuntas

80

Tuntas

32

50,09

Tidak Tuntas

60,10

Tidak Tuntas

33

50,10

Tidak Tuntas

61,15

Tidak Tuntas

Berikut merupakan tabel persentase banyaknya siswa dari tiap kategori hasil belajar  pretes dan postes sebagai berikut:

Tabel 4.9

Persentase Hasil Belajar Siswa

Nilai Siswa

Kategori/Tingkatan

Tes Soal Siklus I (Pretes)

Tes Soal Siklus II (Postes)

Jlh Siswa

%

Jlh Siswa

%

Tuntas

7

21,21

24

72,73

Tidak Tuntas

26

78,79

9

27,27

Untuk lebih jelas persentase hasil belajar siswa dapat dilihat pada diagram batang berikut ini:

Gambar 4.4

Diagram Batang Hasil Belajar Siswa

                         

B.  Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif menggunakan media blok aljabar serta untuk mengetahui kendala-kendala yang muncul saat proses pembelajaran berlangsung. Untuk melihat seberapa besar minat siswa, peneliti menggunakan angket minat pada pembelajaran sebelum tindakan dilakukan yakni sebelum siklus I dan setelah tindakan dilakukan yakni pada siklus II.

Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus yang bentuk tindakannya berupa kegiatan belajar kelompok pada tiap pertemuan dengan menggunakan alat peraga blok aljabar. Tujuan menggunakan kelompok belajar ini adalah untuk merangsang kemampuan dan minat siswa dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dengan belajar kelompok diharapkan siswa mampu bekerjasama dalam belajar dan menyelesaikan masalah, sehingga beban pelajaran yang sebelumnya berat karena hanya dipikirkan oleh satu individu akhirnya dapat terasa ringan karena dipikirkan secara bersama denga kawan satu kelompok.

Sedangkan tujuan dari penggunaan blok aljabar adalah untuk mengenalkan kepada siswa salah satu bentuk alat peraga matematika, menambah pengetahuan, menarik perhatian siswa dan untuk merangsang gerak motorik siswa ketika memindahkan dan mencocokkan blok aljabar. Selain itu dengan menggunakan blok aljabar dalam pembelajaran bab faktorisasi suku aljabar ini siswa diharapkan lebih mudah memahami konsep dari faktorisasi suku aljabar.

C.  Keterbatasan Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap permasalahan, maka peneliti merasa bahwa proses pelaksanaan penelitian ini telah dilakukan dengan langkah-langkah yang terdapat dalam skripsi dengan penuh kehati-hatian. Hal ini dilakukan agar hasil yang diperoleh sebaik mungkin. Namun untuk mendapatkan hasil yang sempurna sangatlah sulit, sebab dalam penelitian ini dirasakan adanya keterbatasan.

Keterbatasan tersebut antara lain:

1.      Penelitian ini hanya dilakukan pada materi Matematika khususnya Faktorisasi Suku Aljabar, sehingga belum dapat dilihat hasilnya pada pokok bahasan Matematika lainnya.

2.      Ketika melakukan penelitian, peneliti mengalami kesulitan dalam pembentukan kelompok dan menggunakan media ajar dengt alat peraga blok aljabar. Hal ini dikarenakan kondisi siswa yang merasa bingung pada awal proses pembelajaran karena siswa-siswi terbiasa menerima informasi yang diberikan guru tidak menggunakan metode alat peraga dan hanya menjelaskan dengan buku pegangan saja.

3.      Penelitian ini dilakukan hanya untuk melihat kognitif siswa pada materi faktorisasi bentuk aljabar saja.

Dengan demikian keterbatasan dalam penelitian ini dapat dikatakan sebagai kekurangan dari penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara. Meskipun demikian banyak hambatan dan tantangan dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti bersyukur karena penelitian ini dapat terselesaikan dengan lancar.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS IV SD NEGERI 100215 PERSIAPAN MOSA JULU

  BAB II  UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATE MATIKA PADA MATE RI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS I...