HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Deskripsi
Data Hasil Penelitian
Sebagaimana dijabarkan pada bab-bab sebelumnya bahwa dalam
proses pengumpulan data, penulis menggunakan metode angket dan tes. Angket
digunakan untuk memperoleh data yang berhubungan dengan minat siswa dalam
pelajaran matematika, sedangkan metode tes digunakan untuk memperoleh data
hasil belajar siswa kelas VIII-4. Secara rinci data hasil penelitian
dapat disajikan sebagai berikut.
1.
Pra
Siklus
Sebelum penelitian tindakan dilaksanakan, peneliti melakukan survei
awal terhadap siswa di M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara berada di Kecamatan
Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara. Dengan menanyai siswa/siswi kelas
VIII-4, serta dengan memberikan angket minat sebelum tindakan kepada
siswa. Selain itu juga sewaktu peneliti melakukan survei awal sebelum
penelitian, peneliti ikut serta melihat proses pembelajaran yang sedang
berlangsung saat itu. Dari hal itu peneliti melihat siswa yang sebagian ada
yang mengganggu kawannya, menggambar-gambar, dan melihat keluar kelas.
55
Adapun angket minat siswa sebelum tindakan dapat dilihat pada tabel
4.1 berikut:
Tabel 4.1
Angket Minat Pra Siklus Siswa
|
Kode Siswa |
Skor |
Kategori |
|
1 |
49 |
Cukup Berminat |
|
2 |
44 |
Kurang Berminat |
|
3 |
42 |
Kurang Berminat |
|
4 |
60 |
Berminat |
|
5 |
48 |
Cukup Berminat |
|
6 |
45 |
Cukup Berminat |
|
7 |
67 |
Berminat |
|
8 |
54 |
Cukup Berminat |
|
9 |
40 |
Kurang Berminat |
|
10 |
58 |
Berminat |
|
11 |
49 |
Cukup Berminat |
|
12 |
50 |
Cukup Berminat |
|
13 |
47 |
Cukup Berminat |
|
14 |
61 |
Berminat |
|
15 |
57 |
Berminat |
|
16 |
55 |
Cukup Berminat |
|
17 |
43 |
Kurang Berminat |
|
18 |
54 |
Cukup Berminat |
|
19 |
31 |
Tidak Berminat |
|
20 |
54 |
Cukup Berminat |
|
21 |
65 |
Berminat |
|
22 |
53 |
Cukup Berminat |
|
23 |
61 |
Berminat |
|
24 |
63 |
Berminat |
|
25 |
65 |
Berminat |
|
26 |
40 |
Kurang Berminat |
|
27 |
54 |
Cukup Berminat |
|
28 |
47 |
Cukup Berminat |
|
29 |
54 |
Cukup Berminat |
|
30 |
49 |
Cukup Berminat |
|
31 |
40 |
Kurang Berminat |
|
32 |
44 |
Kurang Berminat |
|
33 |
42 |
Kurang Berminat |
Berdasarkan
data diatas sebagian besar terdapat 15 siswa yang cukup berminat dalam belajar
matematika dalam persenan sebesar 50% dari yang diharapkan yaitu 100%.
2.
Hasil
Belajar Pra Siklus
Setelah pemberian angket dilakukan, peneliti juga membuat tugas
kepada siswa tentang apa yang mereka ketahui dan pahami tentang pelajaran
matematika pada pelajaran faktorisasi suku aljabar. Dari pengujian dilakukan terdapat
bahwa masih banyak siswa yang belum tuntas dalam pelajaran tersebut dan
pemahaman siswa terhadap pelajaran juga masih banyak yang belum tuntas. Adapun
hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan sama sekali sudah dirangkum pada
tabel 4.2 berikut:
Tabel
4.2
Hasil Belajar Pra Siklus
|
Nilai |
Kategori |
Jlh Siswa |
% |
|
|
Tuntas |
5 |
15,1 |
|
|
Tidak Tuntas |
28 |
84,9 |
|
Jumlah |
33 |
100 |
|
Setelah melihat
kemampuan dan minat siswa dalam belajar, peneliti mendapatkan cara yang akan
membuat siswa bersemangat dalam belajar matematika. Dari hal ini tindakan
selanjutnya dapat dilihat pada penelitian tindakan selanjutnya.
3.
Penelitian
Tindakan Kelas Siklus I
a) Perencanaan
Materi yang akan diberikan dalam pembelajaran yaitu Faktorisasi
Suku Aljabar. Perencanaan proses belajar mengajar pada siklus I diawali dengan
pembuatan beberapa instrumen pembelajaran, diantaranya adalan RPP, alat peraga
berupa blok aljabar, pembagian kelompok sebagai bentuk pelaksanaan metode
pembelajaran kooperatif, tes soal dan lembar angket.
b)
Tindakan
Proses pembelajaran siklus I
diawali pada hari Senin, 06 September 2021. Pertemuan pertama diawali dengan
perkenalan antara guru dengan siswa kelas VIII-4 kemudian dilanjutkan
dengan pembentukan anggota kelompok yang dilakukan oleh peneliti sendiri.
Kemudian peneliti memberitahukan kepada siswa tentang materi pelajaran yang
akan diajarkan dan kegiatan belajar dengan metode kooperatif yang akan
dilaksanakan.
Pada kegiatan inti diawali dengan mengadakan pretes untuk
mengetahui sejauh mana persiapan siswa dalam mengikuti pelajaran matematika
saat ini. Saat mengerjakan pretes siswa terlihat kurang siap, terlihat dari
adanya beberapa siswa yang kurang memperhatikan soal dimejanya, melihat-lihat
pekerjaan temannya, melihat keluar jendela dan juga ada yang menggambar dibuku
tulisnya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kurang siap untuk menghadapi
pelajaran hari ini. Akhirnya guru memberikan peringatan agar mengerjakan soal
dengan serius.
Selesai pretes siswa dipersilahkan membentuk kelompoknya yang sudah
ditentukan anggota kelompoknya oleh peneliti, kemudian dilanjutkan dengan
menjelaskan materi pokok aljabar dan operasi hitung aljabar. Kegiatan membentuk
kelompok untuk yang pertama kali menyita waktu yang cukup banyak sehingga
pengajar kekurangan waktu untuk menjelaskan pecahan bentuk aljabar dan penggunaan
blok aljabar.
c)
Pengamatan
Pada pengamatan siklus I peneliti melihat dan menyimpulkan para
siswa masih terlihat bingung dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan,
seperti membentuk kelompok, siswa perempuan sedikit enggan berada dalam satu
kelompok dengan siswa laki-laki dan begitu juga sebaliknya. Hal ini disebabkan
siswa jarang sekali dikelompokkan dengan pencampuran laki-laki dan perempuan,
sehingga siswa merasa kurang terbiasa dan sedikit canggung dengan sistem
pengelompokan tersebut.
Selain itu terdapat beberapa kelompok yang mengajukan protes kepada
peneliti, diantaranya yaitu:
1.
Ada
seorang siswi yang tidak ingin satu kelompok dengan siswa B karena siswa B ini
pernah mengganggunya.
2.
Seorang
siswi ingin pindah kelompok katena dia satu-satunya perempuan dalam
kelompok tersebut, hal tersebut juga terjadi pada seorang siswa laki-laki.
3.
Seorang
siswa yang beranggotakan empat anak ingin berpindah tempat karena dua anggota
kelompoknya tidak masuk sekolah sehingga mereka takut tidak bisa mengejar tugas-tugas
jika hanya berdua.
Melihat kondisi
tersebut peneliti memberikan pengarahan untuk terus melanjutkan pengelompokan
dan menjelaskan tiap kelompok memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Peneliti juga menjelaskan bahwa dalam belajar kelompok yang terpenting adalah
kerjasama, bukan banyak sedikit atau jenis kelamin anggotanya.
Banyak waktu
yang tersita mengakibatkan rencana tindakan siklus I tidak selesai pada
pertemuan pertama dan kedua sehingga akhirnya siklus I ini menghabiskan tiga
kali pertemuan. Setelah membentuk kelompok peneliti memberikan tugas dan blok
aljabar kepada tiap kelompok. Blok aljabar yang dibagikan terdapat dari kertas
yang dipotong-potong sesuai dengan ketentuan dalam blok aljabar. Tugas tersebut
berisi permasalahan yang diberikan kepada siswa, selain itu didalam soal juga
diberikan langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan yang
membutuhkan daya berpikir siswa memahami materi disertai dengan contoh
penyelesaian masalah baik dengan cara biasa maupun dengan blok aljabar.
Setelah
memberikan soal dan blok aljabar, peneliti memberikan penjelasan tentang materi
suku aljabar dan operasi bentuk aljabar. Selama peneliti menjelaskan materi,
sebagian siswa mendengarkan dan meresapi penjelasan tersebut, namun sebagian
masih ada yang kurang memperhatikan. Beberapa ada siswa yang menggambar,
berbicara dengan teman disamping atau belakangnya. Sesekali peneliti memberikan
pertanyaan kepada siswa dan sebaliknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya.
Dalam siklus I
ini minat siswa belum terlihat jelas, selama peneliti menjelaskan materi siswa
hanya diam dan mendengarkan. Jika peneliti memberikan pertanyaan, hanya sedikit
diantaranya yang menjawab, begitu pula halnya ketika guru memberikan kesempatan
siswa untuk bertanya, saat itu tidak ada yang mengangkat tangan namun ketika
guru berkeliling saat tugas kelompok dilaksanakan beberapa siswa baru mau
bertanya ketika guru melihat kemeja kelompok.
Setelah
menjelaskan materi pelajaran peneliti menjelaskan tentang blok aljabar dan
bagaimana cara menggunakannya. Beberapa siswa tampak antusias namun ada juga
yang masih bingung. Setelah penjelasan materi dirasa cukup, selanjutnya
peneliti mengarahkan siswa untuk mengerjakan tugas-tugas dalam soal disertai
diskusi bersama antar kelompok. Tiap satu kelompok ditugaskan untuk
menyelesaikan dua atau tiga soal, soal yang diberikan ada yamg harus
diselesaikan menggunakan blok aljabar dan ada juga tanpa menggunakan blok
aljabar. Hasil kerja siswa dalam menggunakan blok aljabar dapat dilihat pada
gambar dibawah ini.
Gambar 4.1
Hasil
Jawaban Tes Siswa Menggunakan Blok Aljabar Pada Siklus I
Berdasakan
gambar tersebut dapat dilihat bahwa siswa telah berusaha keras menyelesaikan
soal dengan blok aljabar, namun sebagian masih ada yang salah dan
langkah-langkah yang dijalankan kurang sesuai dengan langkah-langkah yang
diberikan.
Seluruh anggota
kelompok harus memahami betul penyelesaian soal tersebut karena selanjutnya
peneliti akan menentukan secara acak siswa untuk menjelaskan hasil kerja
kelompoknya kedepan kelas. Saat presentasi hasil kerja kelompok dilaksanakan
peneliti memberikan kesempatan kepada kelompok lain meneliti hasil penyelesaian
kelompok yang sedang presentasi. Peneliti juga memberikan kesempatan kepada
siswa lain untuk mengajukan pendapat ataupun pertanyaan baik kepada siswa yang
sedang bertugas maupun kelompok siswa dan peneliti. Saat peneliti mengacak
siswa untuk menyelesaikan soal yang ditentukan, masih ada sebagian diantara siswa
yang belum paham dalam penyelesaiannya. Dari hal tersebut peneliti membantu
siswa dalam menyelesaikan soal dan terus menuntun siswa sampai siswa mulai
paham dalam soal yang dikerjakan.
Selama kegiatan
diskusi antar kelompok tersebut berlangsung terdapat tiga kelompok yang
melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal, namun ketika guru mempersilahkan
kelompok lain untuk membetulkan kesalahan tersebut, tidak ada yang bersedia
hingga akhirnya peneliti menunjuk perwakilan dari dua kelompok untuk membetulkan
kesalahan tersebut. Kemudian ketika siswa masih belum berhasil
menyelesaikannya, peneliti membantu menyelesaikan soal tersebut dengan
menyelesaikan secara bersama-sama dan menjelaskan kembali materi yang siswa
belum mengerti.
Kegiatan
penutup diawali dengan pengajuan pertanyaan dari peneliti kepada siswa untuk
mengarahkan siswa menyimpulkan materi pelajaran yang diperoleh, dilanjutkan
dengan pemberian tugas kelompok untuk di rumah, kemudian pertemuan diakhiri
dengan doa dan salam penutup.
d)
Hasil
Hasil yang akan ditampilkan disini adalah perolehan data
kuantitatif dalam penelitian. Pertama adalah pengisian angket minat sebelum
tindakan pada siklus oleh siswa-siswi kelas VIII-4. Lebih jelas hasil
pengisian angket minat oleh siswa dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.3
Angket Minat Siswa Siklus I
|
Kode Siswa |
Skor |
Kategori |
|
1 |
58 |
Berminat |
|
2 |
63 |
Berminat |
|
3 |
53 |
Cukup Berminat |
|
4 |
67 |
Berminat |
|
5 |
48 |
Cukup Berminat |
|
6 |
46 |
Cukup Berminat |
|
7 |
58 |
Berminat |
|
8 |
58 |
Berminat |
|
9 |
52 |
Cukup Berminat |
|
10 |
55 |
Cukup Berminat |
|
11 |
46 |
Cukup Berminat |
|
12 |
49 |
Cukup Berminat |
|
13 |
44 |
Kurang Berminat |
|
14 |
64 |
Berminat |
|
15 |
55 |
Berminat |
|
16 |
68 |
Berminat |
|
17 |
41 |
Kurang Berminat |
|
18 |
48 |
Cukup Berminat |
|
19 |
35 |
Kurang Berminat |
|
20 |
46 |
Cukup Berminat |
|
21 |
67 |
Berminat |
|
22 |
48 |
Cukup Berminat |
|
23 |
69 |
Sangat Berminat |
|
24 |
69 |
Sangat Berminat |
|
25 |
57 |
Berminat |
|
26 |
74 |
Sangat Berminat |
|
27 |
52 |
Cukup Berminat |
|
28 |
55 |
Cukup Berminat |
|
29 |
62 |
Berminat |
|
30 |
59 |
Berminat |
|
31 |
52 |
Cukup Berminat |
|
32 |
53 |
Cukup Berminat |
|
33 |
52 |
Cukup Berminat |
Berdasarkan
data diatas secara umum minat siswa sudah mulai terlihat perkembangan yang
positif meskipun belum sampai yang diharapkan yaitu 100%. Selanjutnya data
tentang hasil belajar siswa. Nilai rata-rata pretes siswa dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel 4.4
Nilai
Siswa Tes Pertemuan-1
|
Kode Siswa |
Skor |
Kategori |
|
1 |
60 |
Tidak Tuntas |
|
2 |
62,85 |
Tidak Tuntas |
|
3 |
62,85 |
Tidak Tuntas |
|
4 |
82,85 |
Tuntas |
|
5 |
57,14 |
Tidak Tuntas |
|
6 |
74,28 |
Tidak Tuntas |
|
7 |
82,85 |
Tuntas |
|
8 |
85,71 |
Tuntas |
|
9 |
62,85 |
Tidak Tuntas |
|
10 |
71,42 |
Tidak Tuntas |
|
11 |
62,85 |
Tidak Tuntas |
|
12 |
65,71 |
Tidak Tuntas |
|
13 |
54,28 |
Tidak Tuntas |
|
14 |
80 |
Tuntas |
|
15 |
48,57 |
Tidak Tuntas |
|
16 |
40 |
Tidak Tuntas |
|
17 |
82,85 |
Tuntas |
|
18 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
|
19 |
82,85 |
Tuntas |
|
20 |
62,85 |
Tidak Tuntas |
|
21 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
|
22 |
52,85 |
Tidak Tuntas |
|
23 |
57,14 |
Tidak Tuntas |
|
24 |
71,42 |
Tidak Tuntas |
|
25 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
|
26 |
82,85 |
Tuntas |
|
27 |
82,85 |
Tuntas |
|
28 |
57,14 |
Tidak Tuntas |
|
29 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
|
30 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
|
31 |
55,10 |
Tidak Tuntas |
|
32 |
50,09 |
Tidak Tuntas |
|
33 |
50,10 |
Tidak Tuntas |
Hasil belajar
siswa pada nilai rata-rata tes soal pada tabel diatas yaitu masih banyak siswa
yang belum tuntas dengan 26 siswa belum tuntas dalam persentase 76,67% yang
berarti hasil belajar siswa masih kurang dan perlu pembenahan dalam proses
belajar mengajar.
e)
Refleksi
Terkait dari hasil minat dan hasil belajar siswa yang masih dalam
kategori kurang, peneliti melihat siswa kebanyakan yang kurang nyaman dengan
kelompoknya, sehingga menyebabkan hasil belajar siswa kurang dan kekompakan
dalam kelompok juga belum ada. Selain itu juga peneliti melihat masih banyak
kekurangan dalam proses belajar pada siklus I diantaranya yaitu:
1.
Persiapan
siswa dalam mengikuti pembelajaran masih kurang.
2.
Siswa
merasa pembagian anggota kelompok kurang adil.
3.
Proses
pembelajaran kurang berjalan lancar dikarenakan siswa belum terbiasa dengan
metode belajar yang diterapkan begitu juga dengan blok aljabar.
4.
Keberanian
siswa dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan tanggapan masih
kurang.
5.
Beberapa
siswa masih kurang memperhatikan dalam mengikuti proses belajar.
6.
Beberapa
siswa masih lemah dalam menyimpulkan hasil pembelajaran.
f)
Rekomendasi
Berdasarkan refleksi dari siklus I dapat direkomendasikan kegiatan
yang perlu direncanakan untuk memperbaiki masalah-masalah pada siklus I
sehingga pada siklus II lebih baik dan mendapatkan hasil yang diinginkan,
diantaranya yaitu:
1.
Membuat
tugas kepada siswa, dengan hal itu siswa belajar dirumah dan mendapatkan nilai
yang lebih baik dalam pelajaran yang akan datang.
2.
Meratakan
anggota kelompok sesuai tingkat kemampuan siswa agar tidak terjadi
ketidakseimbangan atau kebosanan dalam kelompok seperti sebelumnya.
3.
Guru
lebih menguasai kelas dan lebih sering membentuk kelompok agar siswa terbiasa
dengan metode yang diterapkan.
4.
Guru
memberikan bimbingan lebih kepada siswa dalam menggunakan blok aljabar supaya
lebih berani dalam menjawab, bertanya maupun memberikan tanggapan.
5.
Keberanian
siswa dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan lebih ditingkatkan
dengan cara menunjuk siswa secara langsung baik untuk menjawab pertanyaan
maupun mewakili kelompoknya dalam mengungkapkan tanggapannya.
6.
Agar
siswa lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran guru lebih sering memberikan
motivasi kepada siswa dengan bercerita, memberikan sedikit humor, menjelaskan
persoalan sehari-hari yang berhubungan dengan matematika atau memberikan
contoh penyelesaian soal.
7.
Tindakan
siklus II dilaksanakan pada Senin 20 September 2021.
4.
Penelitian
Tindakan Kelas Siklus II
a)
Perencanaan
Perencanaan
siklus II dilaksanakan pada akhir siklus I bersama dengan refleksi siklus I
pada hari Senin 20 September 2021. Guru melengkapi perangkat pembelajaran
seperti media belajar yaitu blok aljabar dan membentuk kelompok yang berbeda
dengan siklus sebelumnya untuk mendapatkan nilai yang lebih baik, membuat siswa
lebih aktif dan kompak dalam kelompok yang telah diubah pada sebelumnya.
Pembentukan kelompok dilakukan dengan bervariasi dari sebelumnya seperti,
membuat keseimbangan anggota kelompok baik jumlah, kemampuan berpikir siswa,
keberanian siswa dalam menjawab maupun bertanya, dan kenyamanan siswa dalam
kelompoknya masing-masing.
Dimana
pada siklus sebelumnya kebanyakan siswa banyak yang mengeluh dan tidak kompak
dalam kelompoknya, dari hal tersebut peneliti membuat kelompok baru untuk
membuat siswa lebih aktif dan bersemangat dalam belajar. Tindakan pada siklus
II mengacu pada rekomendasi perbaikan pada siklus I yang mengatasi kekurangan-kekurangan
disiklus sebelumnya.
b)
Tindakan
Tindakan
siklus II diawali dengan pendahuluan, review materi sebelumnya, pemberian
pertanyaan, dan motivasi yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan.
Kegiatan
inti diawali dengan membentuk kelompok yang udah dibagi dan diubah untuk
menyesuaikan kemampuan, jumlah laki-laki dan perempuan dalam kelompok.
Setelah kelompok terbentuk dengan baik peneliti melanjutkan materi dapat
dilihat pada RPP dan menyangkut pautkan dengan media yang disediakan oleh
peneliti. Setelah cukup memberikan penjelasan materi selanjutnya peneliti
memberikan arahan kepada siswa untuk melakukan diskusi kelompok untuk
menyelesaikan tugas yang akan diberikan. Pada tindakan ini dengan
perubahan yang dilakukan siswa terlihat
sangat nyaman dalam belajar karena teman sekelompok mereka sesuai dengan yang mereka
inginkan. Dalam pembelajaran berlangsung juga terlihat siswa semakin antusias
dalam mendengarkan materi dan mencatat poin yang penting dalam pembelajaran.
c)
Pengamatan
Pada
pengamatan siklus II, peneliti menyimpulkan bahwa terjadi perubahan belajar
siswa yang semakin meningkat dan lebih baik dari yang sebelumnya, seperti siswa
lebih antusias dalam mendengarkan materi yang diajarkan, mencatat poin penting
yang disampaikan tanpa disuruh, lebih fokus dalam belajar dan tidak mengganggu
sesama temannya sendiri dan aktif dalam bertanya setiap guru memberikan
kesempatan untuk bertanya. Saat diskusi kelompok berlangsung peneliti tidak
lupa memberikan penjelasan kepada siswa bahwa yang terpenting dalam belajar
bersama dalam satu kelompok adalah bekerjasama bukan bekerja sendiri-sendiri
karena dengan kerjasama permasalahan yang seharusnya kita tanggung sendiri akan
terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama orang lain.
Setelah beberapa waktu kemudian peneliti meminta setiap kelompok
untuk mempersentasekan hasil diskusi yang diwakili oleh satu anggotanya.
Persentase yang dilakukan adalah menjelaskan langkah-langkah menyelesaikan satu
soal, baik menggunakan blok aljabar maupun dengan cara biasa. Contoh soal yang
diselesaikan dengan blok aljabar pada siklus II ini dapat dilihat pada gambar
dibah ini:
Gambar 4.2
Hasil jawaban
tes siswa menggunakan blok aljabar pada siklus II
Pekerjaan
siswa dalam menggunakan blok aljabar sudah terlihat rapi dan sesuai dengan
langkah-langkah yang diberikan. Siswa sudah lancar menuliskan kalimat
matematika menjadi bentuk aljabar serta sebaliknya menerjemahkan blok aljabar
kedalam kalimat matematika dan siswa juga sudah memahami konsep yang digunakan.
Selama
persentase antar kelompok berlangsung, beberapa siswa tanpa harus ditunjuk
mulai mengoreksi dan mengkritik kesalahan-kesalahan yang ada. Setelah
persentasi selesai mereka juga sudah berani menanyakan sesuatu yang menurut
mereka janggal atau hal-hal yang belum mereka pahami.
Pada
siklus II siswa sudah akrab dengan blok aljabar dan mampu menyelesaikan
permasalahan dengan baik. Namun terkadang mereka kurang konsisten terhadap
langkah-langkah yang diambil. Setelah pembahasan selesai kegiatan pembelajaran
dilanjutkan dengan pemberian pendalaman materi dan mengakhiri dengan memberikan
postes.
Siklus
II adalah siklus yang terakhir dan pada siklus II ini siswa dipersilahkan
mengisi lembar angket minat untuk mengetahui minat siswa setelah diberikan
tindakan.
d)
Hasil
Data kuantitatif yang didapat pada tindakan siklus II adalah data
angket siswa dan hasil nilai postes siswa. Selanjutnya data yang diperoleh dari
lembar angket siswa setelah dilakukan tindakan, dapat dilihat pada tabel
dibawah ini:
Tabel 4.5
Angket Minat
Siswa Siklus II
(Setelah
Tindakan Menggunakan Media Pembelajaran)
|
Kode Siswa |
Skor |
Kategori |
|
1 |
19 |
Sangat Berminat |
|
2 |
18 |
Sangat Berminat |
|
3 |
18 |
Sangat Berminat |
|
4 |
20 |
Sangat Berminat |
|
5 |
16 |
Berminat |
|
6 |
19 |
Sangat Berminat |
|
7 |
18 |
Sangat Berminat |
|
8 |
15 |
Berminat |
|
9 |
19 |
Sangat Berminat |
|
10 |
18 |
Sangat Berminat |
|
11 |
20 |
Sangat Berminat |
|
12 |
20 |
Sangat Berminat |
|
13 |
20 |
Sangat Berminat |
|
14 |
20 |
Sangat Berminat |
|
15 |
14 |
Cukup Berminat |
|
16 |
20 |
Sangat Berminat |
|
17 |
17 |
Berminat |
|
18 |
17 |
Berminat |
|
19 |
18 |
Sangat Berminat |
|
20 |
19 |
Sangat Berminat |
|
21 |
20 |
Sangat Berminat |
|
22 |
20 |
Sangat Berminat |
|
23 |
20 |
Sangat Berminat |
|
24 |
20 |
Sangat Berminat |
|
25 |
19 |
Sangat Berminat |
|
26 |
18 |
Sangat Berminat |
|
27 |
19 |
Sangat Berminat |
|
28 |
20 |
Sangat Berminat |
|
29 |
20 |
Sangat Berminat |
|
30 |
20 |
Sangat Berminat |
|
31 |
15 |
Berminat |
|
32 |
12 |
Cukup Berminat |
|
33 |
12 |
Cukup Berminat |
Berdasarkan
dari data tabel diatas rata-rata nilai minat belajar siswa setelah tindakan
meningkat dan memuaskan, dengan kata lain minat belajar siswa meningkat dari
kategori “cukup berminat” menjadi “sangat berminat”. Setelah menampilkan data tentang angket minat
siswa setelah tindakan, selanjutnya akan diberikan data tentang hasil belajar
siswa menggunakan blok aljabar dalam pembelajaran. Nilai postes siswa dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6
Nilai
Siswa Tes Pertemuan-2
|
Kode Siswa |
Skor |
Kategori |
|
1 |
65,71 |
Tidak Tuntas |
|
2 |
80 |
Tuntas |
|
3 |
65,71 |
Tidak Tuntas |
|
4 |
91,42 |
Tuntas |
|
5 |
82,85 |
Tuntas |
|
6 |
80 |
Tuntas |
|
7 |
88,57 |
Tuntas |
|
8 |
88,57 |
Tuntas |
|
9 |
80 |
Tuntas |
|
10 |
80 |
Tuntas |
|
11 |
80 |
Tuntas |
|
12 |
80 |
Tuntas |
|
13 |
60 |
Tidak Tuntas |
|
14 |
100 |
Tuntas |
|
15 |
62,85 |
Tidak Tuntas |
|
16 |
57,14 |
Tidak Tuntas |
|
17 |
91,42 |
Tuntas |
|
18 |
94,28 |
Tuntas |
|
19 |
100 |
Tuntas |
|
20 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
|
21 |
82,85 |
Tuntas |
|
22 |
80 |
Tuntas |
|
23 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
|
24 |
85,71 |
Tuntas |
|
25 |
80,42 |
Tuntas |
|
26 |
91,42 |
Tuntas |
|
27 |
80 |
Tuntas |
|
28 |
80 |
Tuntas |
|
29 |
82,85 |
Tuntas |
|
30 |
85,71 |
Tuntas |
|
31 |
80 |
Tuntas |
|
32 |
60,10 |
Tidak Tuntas |
|
33 |
61,15 |
Tidak Tuntas |
Hasil belajar
siswa pada nilai rata-rata tes soal sangat baik dan meningkat dari
sebelumnya. Dari hasil nilai tes soal didapat bahwa, persentase nilai tes siswa
adalah 72,73% dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 57,14.
e)
Refleksi
Refleksi
siklus II dilaksanakan setelah selesai kegiatan proses belajar mengajar
sekaligus untuk merancang tindakan selanjutnya. Selama siklus II berjalan
sebagian besar siswa telah ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Aktivitas siswa yang meningkat adalah suatu indikasi bahwa minat siswa pun
bertambah. Hal tersebut didukung dengan data yang diperoleh dari angket minat
yang diberikan kepada siswa setelah dilaksanakan tindakan penelitian.
Pada
tindakan siklus II ini aktivitas siswa yang tercapai adalah sebagai berikut:
1.
Adanya
kerjasama yang baik antar kelompok.
2.
Diskusi
kelompok berjalan tertib.
3.
Adanya
peningkatan keterampilan siswa dalam menggunakan blok aljabar meskipun tidak
besar.
4.
Meningkatnya
keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan menanyakan materi yang belum
paham.
5.
Intensitas
siswa bertanya dan menjawab pertanyaan merata sehingga kegiatan di kelas tidak
didominasi oleh beberapa siswa tertentu saja.
Berikut tabel yang menunjukkan persentase banyaknya siswa dimasing-masing
kategori sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan alat media blok
aljabar dengan model pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
Tabel 4.7
Persentase Kategori Minat Belajar Siswa
|
Kriteria/Tingkatan |
Sebelum Penelitian/Pra Siklus |
Siklus I |
Siklus II |
|||
|
|
Jlh Siswa |
% |
Jlh Siswa |
% |
Jlh Siswa |
% |
|
Tidak Berminat |
1 |
3,03 |
0 |
0 |
0 |
0 |
|
Kurang Berminat |
8 |
24,24 |
3 |
9,09 |
0 |
0 |
|
Cukup Berminat |
15 |
45,45 |
15 |
45,45 |
3 |
9.09 |
|
Berminat |
9 |
27,27 |
12 |
36,36 |
5 |
15,15 |
|
Sangat Berminat |
0 |
0 |
3 |
9,09 |
25 |
75,76 |
|
Total |
33 |
100 |
33 |
100 |
33 |
100 |
Dari data
persentase diatas lebih jelas dapat dilihat pada gambar diagram batang sebagai
berikut:
Gambar 4.3
Diagram Batang
Minat Belajar Siswa
Selanjutnya
daftar nilai hasil belajar siswa berdasarkan nilai tes postes dan tes pretes.
Tabel 4.8
Daftar
Nilai Hasil Belajar Siswa
|
Kode Siswa |
Nilai dan Kategori Hasil Belajar Siswa |
|||
|
Tes Soal Siklus I |
Kategori |
Tes Soal Siklus II |
Kategori |
|
|
1 |
60 |
Tidak Tuntas |
65,71 |
Tidak Tuntas |
|
2 |
62,85 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
3 |
62,85 |
Tidak Tuntas |
65,71 |
Tidak Tuntas |
|
4 |
82,85 |
Tuntas |
91,42 |
Tuntas |
|
5 |
57,14 |
Tidak Tuntas |
82,85 |
Tuntas |
|
6 |
74,28 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
7 |
82,85 |
Tuntas |
88,57 |
Tuntas |
|
8 |
85,71 |
Tuntas |
88,57 |
Tuntas |
|
9 |
62,85 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
10 |
71,42 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
11 |
62,85 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
12 |
65,71 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
13 |
54,28 |
Tidak Tuntas |
60 |
Tidak Tuntas |
|
14 |
80 |
Tuntas |
100 |
Tuntas |
|
15 |
48,57 |
Tidak Tuntas |
62,85 |
Tidak Tuntas |
|
16 |
40 |
Tidak Tuntas |
57,14 |
Tidak Tuntas |
|
17 |
82,85 |
Tuntas |
91,42 |
Tuntas |
|
18 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
94,28 |
Tuntas |
|
19 |
82,85 |
Tuntas |
100 |
Tuntas |
|
20 |
62,85 |
Tidak Tuntas |
68,57 |
Tidak Tuntas |
|
21 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
82,85 |
Tuntas |
|
22 |
52,85 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
23 |
57,14 |
Tidak Tuntas |
68,57 |
Tidak Tuntas |
|
24 |
71,42 |
Tidak Tuntas |
85,71 |
Tuntas |
|
25 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
80,42 |
Tuntas |
|
26 |
82,85 |
Tuntas |
91,42 |
Tuntas |
|
27 |
82,85 |
Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
28 |
57,14 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
29 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
82,85 |
Tuntas |
|
30 |
68,57 |
Tidak Tuntas |
85,71 |
Tuntas |
|
31 |
55,10 |
Tidak Tuntas |
80 |
Tuntas |
|
32 |
50,09 |
Tidak Tuntas |
60,10 |
Tidak Tuntas |
|
33 |
50,10 |
Tidak Tuntas |
61,15 |
Tidak Tuntas |
Berikut
merupakan tabel persentase banyaknya siswa dari tiap kategori hasil
belajar pretes dan postes
sebagai berikut:
Tabel 4.9
Persentase
Hasil Belajar Siswa
|
Nilai Siswa |
Kategori/Tingkatan |
Tes Soal Siklus I (Pretes) |
Tes Soal Siklus II (Postes) |
||
|
Jlh Siswa |
% |
Jlh Siswa |
% |
||
|
|
Tuntas |
7 |
21,21 |
24 |
72,73 |
|
|
Tidak Tuntas |
26 |
78,79 |
9 |
27,27 |
Untuk
lebih jelas persentase hasil belajar siswa dapat dilihat pada diagram batang
berikut ini:
Gambar 4.4
Diagram Batang Hasil Belajar Siswa
B.
Pembahasan
Hasil
Penelitian
Penelitian
ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa
pada pelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif
menggunakan media blok aljabar serta untuk mengetahui kendala-kendala yang
muncul saat proses pembelajaran berlangsung. Untuk melihat seberapa besar minat
siswa, peneliti menggunakan angket minat pada pembelajaran sebelum tindakan
dilakukan yakni sebelum siklus I dan setelah tindakan dilakukan yakni pada
siklus II.
Penelitian
tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus yang bentuk tindakannya berupa
kegiatan belajar kelompok pada tiap pertemuan dengan menggunakan alat peraga
blok aljabar. Tujuan menggunakan kelompok belajar ini adalah untuk merangsang
kemampuan dan minat siswa dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Dengan
belajar kelompok diharapkan siswa mampu bekerjasama dalam belajar dan
menyelesaikan masalah, sehingga beban pelajaran yang sebelumnya berat karena
hanya dipikirkan oleh satu individu akhirnya dapat terasa ringan karena
dipikirkan secara bersama denga kawan satu kelompok.
Sedangkan
tujuan dari penggunaan blok aljabar adalah untuk mengenalkan kepada siswa salah
satu bentuk alat peraga matematika, menambah pengetahuan, menarik perhatian
siswa dan untuk merangsang gerak motorik siswa ketika memindahkan dan
mencocokkan blok aljabar. Selain itu dengan menggunakan blok aljabar dalam
pembelajaran bab faktorisasi suku aljabar ini siswa diharapkan lebih mudah
memahami konsep dari faktorisasi suku aljabar.
C. Keterbatasan Penelitian
Berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap permasalahan, maka peneliti
merasa bahwa proses pelaksanaan penelitian ini telah dilakukan dengan
langkah-langkah yang terdapat dalam skripsi dengan penuh kehati-hatian.
Hal ini dilakukan agar hasil yang diperoleh sebaik mungkin. Namun untuk
mendapatkan hasil yang sempurna sangatlah sulit, sebab dalam penelitian ini
dirasakan adanya keterbatasan.
Keterbatasan
tersebut antara lain:
1. Penelitian
ini hanya dilakukan pada materi Matematika khususnya Faktorisasi Suku Aljabar,
sehingga belum dapat dilihat hasilnya pada pokok bahasan Matematika lainnya.
2. Ketika
melakukan penelitian, peneliti mengalami kesulitan dalam pembentukan kelompok
dan menggunakan media ajar dengt alat peraga blok aljabar. Hal ini dikarenakan
kondisi siswa yang merasa bingung pada awal proses pembelajaran karena
siswa-siswi terbiasa menerima informasi yang diberikan guru tidak menggunakan
metode alat peraga dan hanya menjelaskan dengan buku pegangan saja.
3. Penelitian
ini dilakukan hanya untuk melihat kognitif siswa pada materi faktorisasi bentuk
aljabar saja.
Dengan
demikian keterbatasan dalam penelitian ini dapat dikatakan sebagai kekurangan
dari penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara.
Meskipun demikian banyak hambatan dan tantangan dalam melaksanakan penelitian
ini, peneliti bersyukur karena penelitian ini dapat terselesaikan dengan
lancar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar