METODOLOGI PENELITIAN
A.
Tempat dan Waktu Penelitian
Sesuai
dengan judul penelitian, maka penelitian ini akan direncanakan di M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara.
Sekolah ini terletak di Desa Sigama, Kabupaten Padang Lawas Utara. Pada
penelitian ini peneliti akan menggunakan blok aljabar dengan model pembelajaran
kooperatif. Penelitian ini dimulai dari bulan Maret s/d Oktober tahun 2021.
Waktu dan Jadwal Penelitian
Tabel 3.1
|
No |
Kegiatan |
Bulan |
Thn |
|||||||
|
Mar |
Apr |
Mei |
Juni |
Juli |
Ags |
Sep |
Okt |
|
||
|
1 |
Menyusun
proposal. |
|
|
|
|
|
|
|
|
2 0 2 1 |
|
2 |
Bimbingan
proposal. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Seminar
proposal. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
Penelitian |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6 |
Seminar
hasil |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
Sidang
munaqosah. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
B.
Jenis
Penelitian
38
Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu
kegiatan penelitian yang berkonteks kelas yang dilaksanakan untuk memecahkan
masalah-masalah pembelajaran yang
dihadapi oleh guru, memperbaiki minat dan hasil pembelajaran dan mencoba hal-hal
baru dalam pembelajaran demi peningkatan minat dan hasil pembelajaran.[1]
Penelitian tindakan kelas dapat juga diartikan sebagai proses pengkajian
masalah pembelajaran didalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk
memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang
terencana dalam situasi yang nyata dan menganalisis setiap pengaruh dari
perlakuan tersebut.[2]
Tujuan PTK yang dilaksanakan oleh guru
diantaranya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang
dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran, mengeksplorasi dan
membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran
(misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh
guru demi meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran, meningkatkan dan
memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran
dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarkan, dan
menemukan solusi maupun mengatasi masalah pembelajaran yang dilakukan.
Dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan
kelas ialah salah satu bagian dari penelitian yang tujuan utamanya untuk
memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dikelas yang melalui beberapa siklus
penelitian. PTK juga dapat dipahami sebagai suatu langkah nyata yang dilakukan
oleh guru dalam memperbaiki kualitas pembelajaran yang dilakasanakan dan untuk
meningkatkan kualitas pendidikan.
C. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek
Penelitian
Dalam
penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah siswa di Kelas VIII –
4 M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara tahun
ajaran 2021/2022 yang terdiri dari 33 siswa, dimana 11 siswa laki-laki
dan 12 siswa perempuan. Siswa kelas VIII terbagi dalam 7 ruangan, dimana
ruangan 1, 2 dan 3 sebagai kelas unggulan dan 4, 5, 6 dan 7 sebagai kelas non
unggulan, dan yang akan diteliti yaitu kelas VIII ruangan VIII-4 saja.
2. Objek
Penelitian
Objek
dalam penelitian ini adalah menggunakan blok aljabar dengan model pembelajaran
kooperatif yang digunakan dalam mengajar matematika pada materi faktorisasi
suku aljabar di kelas VIII M.Ts
Negeri 2 Padang Lawas Utara tahun ajaran 2021/2022.
D.
Instrumen
Pengumpulan Data
Instrumen penelitian ini adalah suatu alat atau
fasilitas yang digunakan oleh peneliti mengumpulkan data agar pekerjaannya
lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan
sistematis sehingga lebih mudah diolah.[3]
Adapun instrumen yang digunakan untuk menyimpulkan data penelitian ini adalah
angket dan tes.
1.
Angket
Minat Belajar Siswa
Angket minat belajar matematika disusun oleh
peneliti sesuai dengan indikator yang menunjukkan minat belajar siswa terhadap
pelajaran matematika. Angket ini diberikan kepada siswa untuk mengetahui respon
atau minat siswa terhadap pembelajaran matematika sebelum dan sesudah
menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan blok aljabar.
Sebelum angket disebarkan kesiswa, peneliti terlebih dahulu menvalidkan angket
kepada salah satu dosen matematika yang mengajar di FTIK IAIN Padangsidimpuan
dan guru matematika di M.Ts
Negeri 2 Padang Lawas Utara.
a.
Validasi
angket
Untuk mendapatkan data penelitian yang baik,
dibutuhkan instrumen penenelitian yang baik pula. Karakteristik alat ukur atau
instrumen yang baik salah satunya memiliki kesahihan (validity), yang
artinya suatu instrumen dipersyaratkan valid agar didapatkan data penelitian
yang valid juga.
Bentuk lembar angket minat siswa lebih jelasnya
dapat dilihat pada lampiran 12 dan 13. Adapun kisi-kisi sebaran butir
angket minat belajar yang diberikan kepada siswa ditunjukkan pada tabel
berikut:
Kisi
– kisi Angket Minat Belajar Siswa
Tabel 3.2
|
No |
Indikator Pertanyaan |
Sebaran Butir Angket |
Jlh |
|
|
1 |
Perasaan
senang siswa dalam mengikuti pembelajaran |
1, 14, 15, 16 |
4 |
|
|
2 |
Keterlibatan
siswa terhadap pembelajaran |
7, 8, 11, 13 |
4 |
|
|
3 |
Perhatian
siswa terhadap pembelajaran |
2, 3, 4, 9 |
4 |
|
|
4 |
Ketertarikan
siswa terhadap pembelajaran |
5, 6, 10, 12, 17, 18, 19 |
7 |
|
|
Jumlah |
|
19 |
|
|
Lembar angket minat yang digunakan penelitian
ini berbentuk pilihan yang setiap butir instrumennya menggunakan skala likert
dengan alternator pilihan yang terdiri dari empat kategori yaitu: SS (Sangat
Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju). Dengan
kriteria pemberian jawaban seperti yang disajikan pada tabel berikut[4]:
Nilai Skala
Likert
Tabel
3.3
|
No |
Pendapatan Jawaban |
Skor |
|
1 |
Sangat Setuju |
4 |
|
2 |
Setuju |
3 |
|
3 |
Tidak Setuju |
2 |
|
4 |
Sangat Tidak Setuju |
1 |
Kategori Angket
Minat Belajar Pra Siklus dan Siklus Siswa
Tabel
3.4
|
Skor |
Kategori Minat Siswa |
|
|
Tidak Berminat |
|
|
Kurang Berminat |
|
|
Cukup Berminat |
|
|
Berminat |
|
|
Sangat Berminat |
x: Skor yang diperoleh siswa
Tabel diatas
merupakan kategori untuk angket minat belajar siswa yang digunakan untuk
mendukung angket minat pra siklus dan siklus siswa terhadap minat belajar siswa
dengan menggunakan media blok aljabar dalam pembelajaran. Selanjutnya kriteria
untuk angket minat belajar siswa terhadap penggunaan blok aljabar dalam
pembelajaran yaitu sebagai berikut:
Kategori Angket
Minat Belajar Dengan Menggunakan Media Blok Aljabar
Tabel
3.5
|
Skor |
Kategori Minat Siswa |
|
|
Tidak Berminat |
|
|
Kurang Berminat |
|
|
Cukup Berminat |
|
|
Berminat |
|
|
Sangat Berminat |
Selanjutnya
presentase banyaknya siswa dari masing-masing kategori minat belajar siswa akan
dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Dimana: P
= Presentase banyak siswa dari tiap kategori minat belajar.
X
= Banyak siswa dari tiap kategori minat.
2.
Tes
Belajar Siswa
Tes adalah sejumlah pertanyaan yang membutuhkan
jawaban dengan tujuan mengukur tingkat kemampuan seseorang atau mengungkap aspek
tertentu dari orang yang dikenai tes.[5]
Tes yang digunakan disini berupa essay sebanyak 15 soal, yang berfungsi untuk
melihat peningkatan hasil belajar setelah mempelajari materi faktorisasi bentuk
aljabar dengan menggunakan blok aljabar atau alat peraga. Hasil tes
diperoleh dari tes yang diberikan kepada siswa pada akhir pertemuan yaitu
siklus pertama dan siklus kedua dan selanjutnya sampai hasil belajar meningkat
seperti yang diharapkan.
Data hasil tes akan dianalisis dengan melakukan
penskoran setiap item pada lembar jawaban siswa. Skor yang didapatkan
masing-masing siswa ditiap item soal disesuaikan dengan pedoman penskoran yang
telah disusun sebelumnya. Setalah dilakukan penskoran maka akan diperoleh skor
total untuk tiap siswa. Skor total yang diperoleh siswa merupakan skor akhir
siswa.
Kisi-kisi Instrumen Tes Hasil Belajar Siswa
Tabel 3.6
|
No |
Materi |
No. Soal |
Jlh |
|
|
|
Siklus I (Tes Soal) |
|||
|
1. |
Menyelesaikan masalah
faktorisasi bentuk aljabar. a.
Suku-suku
sejenis b.
Suku tunggal
dan banyak c.
Bentuk
faktorisasi |
6 7 1, 2, 3, 4, 5 |
1 1 5 |
|
|
Jumlah |
7 |
|||
|
|
Siklus II (Tes Soal) |
|||
|
2. |
Faktorisasi suku aljabar a.
Faktorisasi
bentuk b.
Faktorisasi
bentuk c.
Operasi
penjumlahan, pengurangan dan perkalian |
1 6, 7,8 2, 3, 4, 5 |
1 3 4 |
|
|
Jumlah |
8 |
|||
Pedoman
Penskoran Tes[6]
Tabel
3.7
|
No |
Keterangan |
Skor |
|
1 |
Siswa
menjawab pertanyaan dengan lengkap dan benar |
4 |
|
2 |
Siswa
menjawab pertanyaan dengan benar dan cara penyelesaiannya kurang lengkap |
3 |
|
3 |
Siswa
menjawab pertanyaan dengan benar dan cara penyelesaiannya salah |
2 |
|
4 |
Siswa
menjawab pertanyaan dengan salah dan cara penyelesainnya salah |
1 |
|
5 |
Siswa tidak
menjawab soal |
0 |
Pretes
dan Postet.
Pretes digunakan
sebelum materi pelajaran diajarkan dan Postes
digunakan sesudah materi pelajaran diajarkan atau sesudah diberikan tindakan.
Tes kemampuan akhir (postes)
diberikan kepada siswa setalah melaksanakan pembelajaran. Tes kemampuan ini
dilaksanakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran
matematika dengan model pembelajaran kooperatif menggunakan Blok Aljabar.
Kemudian hasil dari postes ini dibandingkan dengan hasil pretes untuk melihat
perubahan yang mungkin terjadi.
E.
Prosedur
Penelitian
Prosedur penelitian yang dilakukan adalah
pelaksanaan proses empat komponen kegiatan yang terdapat dalam penelitian
tindakan kelas (PTK) yang dinamakan siklus. Siklus penelitian ini dilakukan
dengan ketentuan apabila indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam
pembelajaran telah tercapai, maka penelitian ini tidak dilanjutkan pada siklus
selanjutnya. Penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan melalui proses
pengkajian berdaur siklus yang terdiri dari 4 tahap pada gambar dibawah ini (1)
Perencanaan (2) Tindakan (3) Pengamatan (4) Refleksi. Menurut
Suharsimi dkk, tahapan dalam siklus penelitian tindakan kelas dapat digambarkan
sebagai berikut.[7]
Siklus pelaksanaan PTK
Gambar 3.1
Perencanaan
Refleksi Pelaksanaan
Pengamatan Perencanaan Pelaksanaan Refleksi
Pengamatan
Siklus Selanjutnya
Penelitian ini akan dilaksanakan dalam
dua siklus. Adapun tindakan yang akan dilaksanakan dikelas terdiri atas tahapan-tahapa
sebagai berikut:
1.
Siklus
I
a.
Perencanaan
Perencanaan tindakan pada siklus pertama diawali dengan berdiskusi
bersama guru mata pelajaran matematika di M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara.
Kegiatan perencanaan selanjutnya menyusun instrumen penelitian yang akan
digunakan dalam penelitian ini yaitu: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
dan soal tes siklus I dan siklus II. Pembuatan instrumen penelitian disusun
berdasarkan pengamatan awal yang telah dilakukan dan dibuat sedemikian sehingga
dapat mendukung proses pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif
menggunakan blok aljabar.
Perencanaan ini
meliputi:
a. Melaksanakan
pra survei, yaitu melakukan wawancara dan pengamatan dengan guru dan siswa
mengenai kondisi sekolah, kondisi siswa, kondisi kelas, sarana dan prasarana
yang mendukung pembelajaran, dan metode yang digunakan dalam pembelajaran.
b. Mempersiapkan
rencana pembelajaran siklus I.
c. Menyiapkan
blok aljabar.
d. Membuat
rancangan instrumen, yaitu berupa soal LKS, soal tes siklusI-siklus II dan
instrumen angket minat belajar siswa.
e. Membuat
kelompok belajar.
b.
Pelaksanaan
Tindakan
Tahapan
ini merupakan pelaksanaan tindakan berdasarkan RPP yang telah dibuat
pelaksanaan proses belajar mengajar dalam penelitian ini lebih banyak
difokuskan kepada siswa dalam mengerjakan LKS. Setiap siswa direncanakan
mendapat satu LKS pada setiap proses belajar.
Pelaksanaan
tindakan ini meliputi:
a. Dilaksanakan
dalam 2 x 2 jam pelajaran atau dua kali pertemuan.
b. Mengambil
data tentang minat awal siswa dalam mengikuti pelajaran matematika.
c. Kegiatan
pembelajaran.
1) Pendahuluan.
a) Guru
mengucapkan salam.
b) Siswa
dipersilahkan mengelompokkan diri sesuai dengan kelompok belajar yang di
tentukan.
c) Guru
membagi blok aljabar yang telah dibuat kepada masing-masing kelompok.
d) Guru
memberikan motivasi atau pengantar materi yang akan di pelajari.
2) Kegiatan
inti.
a) Tes
diawal pelajaran.
b) Penyajian
informasi materi pelajaran oleh guru dan siswa memperhatikan penjelasan guru.
c) Guru
memberikan tanya jawab kepada siswa sambil memahamkan materi yang berikutnya.
d) Guru
memberikan LKS untuk dikerjakan dalam kelompok.
e) Siswa
mengerjakan latihan-latihan I dalam LKS dengan kelompok belajarnya.
Anggota kelompok diharapkan dapat saling memberikan atau menjelaskan ide dan
pendapatnya kepada anggota yang lain.
f) Presentasi
hasil belajar kelompok dimana setiap kelompok mengirimkan wakil mereka untuk
maju kedepan kelas menjelaskan hasil diskusi kelompoknya.
g) Guru
berperan sebagi fasilitator dan menjelaskan konsep yang belum dipahami oleh
siswa pada saat diskusi kelas berlangsung.
h) Merangkum
materi pada pelajaran yang disampaikan.
i) Pelaksanaan
tes pada akhir ujian. Dalam tes siswa tidak boleh saling kerjasama.
3) Penutup.
a) Guru
memberikan tugas secara individu atau kelompok.
b) Guru
memberikan pujian atau penghargaan kepada kelompok yang unggul.
c) Guru
mengakhiri pertemuan dengan salam penutup.
c.
Observasi
Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa saat
berlangsungnya kegiatan belajar dikelas untuk melihat hasil belajar
matematika
siswa pada materi faktorisasi bentuk alajabar. Agar informasi yang diperoleh
lebih akurat, maka peneliti telah mempersiapkan pedoman observasi untuk membuat
catatan kegiatan siswa didalam kelas. Setiap aktivitas yang terjadi selama
proses belajar berlangsung dicatat seperti apa adanya agar diperoleh informasi
lapangan yang sebenar-benarnya.
d.
Refleksi
Pada
tahap ini peneliti mengumpulkan, menganalisis dan mengevaluasi data yang
diperoleh pada tahap observasi.
Refleksi ini meliputi:
a) Menyimpulkan
hasil siklus I.
b) Merencanakan
tindakan siklus II berdasarkan refleksi dan kesimpulan yang didapatkan pada
siklus I.
2.
Siklus
II
Setelah
siklus pertama selesai, tahapan siklus kedua mengikuti tahapan tindakan siklus
pertama. Kegiatan siklus ke II diharapkan dapat memperbaiki kegiatan pada
siklus pertama. Namum apabila pada siklus kedua indikasi keberhasilan yang
didapatkan masih dirasa kurang memuaskan maka penelitian dilanjutkan pada
siklus selanjutnya sampai didapatkan hasil yang diinginkan. Kegiatan pada siklus II juga melalui tahapan yang sama seperti
siklus I yang meliputi perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan
tindakan (acting), pengamatan (observation), refleksi (reflection).
Pada akhir siklus II menunjukkan adanya peningkatan dan hasil belajar
matematika siswa maka siklus dihentikan sampai siklus II.
F.
Teknik
Analisis Data.
Setelah melakukan pengumpulan data dengan lengkap, selanjutnya
peneliti berusaha menyusun dan mengelompokkan data serta menyeleksi data yang
ada kolerasinya dengan penelitian ini. Hal ini berfungsi sebagai jawaban atas
rumusan masalah yang telah ditetapkan.
Analisis data adalah proses yang merinci usaha secara formal untuk
menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai
usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Analisis data merupakan
proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori dan satuan
uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dirumuskan hipotesis kerja
seperti yang didasarkan oleh data.
Analisis data bisa dilakukan melalui tiga tahap. Pertama, reduksi
data yakni kegiatan menyeleksi data sesuai dengan fokus masalah. Tahap kedua,
mendeskripsikan data sehingga data yang telah diorganisir jadi bermakna. Tahap
ketiga, pada tahap ketiga yaitu membuat kesimpulan berdasarkan deskripsi data.[8]
Analisis data dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas sedikit berbeda
dengan analisis data pada jenis penelitian lainnya. Pada PTK, sering ditemui
jenis data kualitatif dan kuantitatif.
Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan pendekatan
statistik, uji perbedaan, uji korelasi, dan sebagainya. Sedangkan jika datanya
berbentuk data kualitatif digunakan analisis yang bersifat naratif-kualitatif
atau dengan kata lain menguraikan atau menjelaskan secara jelas hasil temuan
yang diperoleh dalam pelaksanaan tindakan.
G.E. Mills mengemukakan didalam buku Metode Penelitian
Pendidikan karangan Ahmad Nizar yakni beberapa teknik analisis data pada
penelitian tindakan, yaitu:
1.
Mengidentifikasi
tema-tema. Dari data yang terkumpul melalui proses induktif dapat
diidentifikasi menjadi tema-tema tertentu. Penarikan kesimpulan
berdasarkan keadaan yang khusus untuk diperlakukan secara umum.
2.
Membuat
kode hasil survai, interview, dan angket. Pengkodean ini dapat dilakukan untuk
mengelompokkan pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan
sebagainya.
3.
Mengajukan
pertanyaan kunci. Pertanyaan kunci membantu mensistematiskan data yang dapat
membentuk informasi yang bermakna.
4.
Peta
konsep. Memetakan secara visual faktor-faktor yang terkait dengan
subjek, data, proses pembelajaran, masalah, dan sebagainya.
5.
Analisis
faktor yang mendahului dan mengikuti.
6.
7.
Mengemukakan
apa yang belum ditemukan.[9]
Adapun analisis data ini dihitung dengan menggunakan statistik
sederhana sebagai berikut:
1)
Untuk
menghitung ketuntasan individu
Rumus:
Keterangan:
P = Presentase
X = Jumlah skor yang dijawab benar
2)
Untuk
menghitung ketuntasan belajar siswa klasikal
Ketuntasan klasikal=
Untuk menyelesaikan data sesuai dengan fokus masalah adalah dengan
mencari rata-rata kelas dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
Data tersebut akan dianalisis untuk melihat
peningkatan hasil belajar siswa individu, klasikal, dan rata-rata kelas.
Penelitian ini akan berhenti apabila terjadi peningkatan hasil belajar
matematika siswa pada setiap siswa.[11]
3)
Penyimpanan
Data
Pada tahap penyimpanan data, kriteria
keberhasilan siswa dalam hasil belajar dan minat matematika dapat disimpulkan
dalam tabel berikut ini:
Kriteria Penelitian Hasil Belajar Siswa[12]
Tabel 3.8
|
Presentase (%) |
Kategori |
|
|
Tuntas |
|
|
Tidak Tuntas |
G.
Indikator
Keberhasilan
Indikator
keberhasilan dalam penelitian ini adalah:
1. Jika
terdapat siklus yang mengalami peningkatan hasil pada setiap indikator minat
yaitu peningkatan keingintahuan, aktivitas dalam pembelajaran,
rasa
senang/ketertarikan dan perhatian terhadap pembelajaran matematika.
2.
Jika terdapat siklus
yang mengalami peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Faktorisasi
Suku Aljabar yang ditunjukkan dengan kenaikan rata-rata hasil tes akhir.
3. Jika
setiap kendala yang muncul diberikan solusi yang sesuai dalam penelitian.
[1]Ani
widayati, “Penelitian Tindakan Kelas”, Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia,
Volume VI, No. 1, 2008.
[2]Wina
Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta:
Kencana, 2009), hlm. 26.
[3]Suharsimi
Arokunto, Prosedur Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2006),
hlm. 136.
[4]Magdalena
Irawati, “Profil Minat dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika
Kelas VII 1 SMP NAEGERI 5 Yogyakarta Pada Pokok Bahasan Penyajian Data Dengan
Menggunakan Media Pembelajaran Kahoot”, Skripsi Yogyakarta: Universitas
Sanata Dharma, 2018.
[5]Harun
Rasyid dan Mansyur, Penelitian Hasil Belajar (Bandung: Wacana Prima, 2008),
hlm. 11.
[6]
Heris Hendriana dan Utari Soemarmo, Penilaian Pembelajaran Matematika (Bandung: Repika
Asitama, 2014), hlm. 74.
[7]Suharsimi
Arikunto, Prosedur Suatu…, hlm. 97.
[8]Wina
Sanjaya, Penelitian Tindakan…, hlm. 106.
[9]Ahmad
Nizar Rangkuti, Metode Penelitian…, hlm. 216.
[10]Nana
Sudjana, Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2011), hlm. 44.
[11]Zainal
Aqib dkk, Penelitian Tindakan Kelas (Bandung: CV Yrama Wtya, 2010), hlm.
205.
[12]Asrul
dkk, Evaluasi Pembelajaran (Medan: Cita Pustaka Media, 2015), hlm. 163.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar