Rabu, 22 Juni 2022

BAB III PENGGUNAAN BLOK ALJABAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.  Tempat  dan Waktu Penelitian

Sesuai dengan judul penelitian, maka penelitian ini akan direncanakan di M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara. Sekolah ini terletak di Desa Sigama, Kabupaten Padang Lawas Utara. Pada penelitian ini peneliti akan menggunakan blok aljabar dengan model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini dimulai dari bulan Maret s/d Oktober tahun 2021.

Waktu dan Jadwal Penelitian

Tabel 3.1

 

No

Kegiatan

Bulan

Thn

Mar

Apr

Mei

Juni

Juli

Ags

Sep

Okt

 

1

Menyusun proposal.

 

 

 

 

 

 

 

 

2

0

2

1

 

2

Bimbingan proposal.

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Seminar proposal.

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Penelitian

 

 

 

 

 

 

 

 

6

Seminar hasil

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Sidang munaqosah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.  Jenis Penelitian

38

Berdasarkan permasalahan dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka penelitian ini digolongkan ke dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas. Dalam penelitian ini guru dan peneliti bekerjasama dalam melaksanakan penelitian. Lebih khususnya peneliti sebagai pelaksana utama sedangkan guru bekerja sebagai observer.

Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu kegiatan penelitian yang berkonteks kelas yang dilaksanakan untuk memecahkan masalah-masalah  pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki minat dan hasil pembelajaran dan mencoba hal-hal baru dalam pembelajaran demi peningkatan minat dan hasil pembelajaran.[1] Penelitian tindakan kelas dapat juga diartikan sebagai proses pengkajian masalah pembelajaran didalam kelas melalui refleksi diri dalam upaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi yang nyata dan menganalisis setiap pengaruh dari perlakuan tersebut.[2]

Tujuan PTK yang dilaksanakan oleh guru diantaranya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran, mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran, meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarkan, dan menemukan solusi maupun mengatasi masalah pembelajaran yang dilakukan.

Dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas ialah salah satu bagian dari penelitian yang tujuan utamanya untuk memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dikelas yang melalui beberapa siklus penelitian. PTK juga dapat dipahami sebagai suatu langkah nyata yang dilakukan oleh guru dalam memperbaiki kualitas pembelajaran yang dilakasanakan dan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

C.  Subjek  dan Objek Penelitian

1.    Subjek Penelitian

Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah siswa di Kelas VIII – 4  M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara tahun ajaran 2021/2022 yang terdiri dari 33 siswa, dimana 11 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Siswa kelas VIII terbagi dalam 7 ruangan, dimana ruangan 1, 2 dan 3 sebagai kelas unggulan dan 4, 5, 6 dan 7 sebagai kelas non unggulan, dan yang akan diteliti yaitu kelas VIII ruangan VIII-4 saja.

2.      Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah menggunakan blok aljabar dengan model pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam mengajar matematika pada materi faktorisasi suku aljabar di kelas VIII M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara tahun ajaran 2021/2022.

D.  Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen penelitian ini adalah suatu alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.[3] Adapun instrumen yang digunakan untuk menyimpulkan data penelitian ini adalah angket dan tes.

1.    Angket Minat Belajar Siswa

Angket minat belajar matematika disusun oleh peneliti sesuai dengan indikator yang menunjukkan minat belajar siswa terhadap pelajaran matematika. Angket ini diberikan kepada siswa untuk mengetahui respon atau minat siswa terhadap pembelajaran matematika sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan blok aljabar. Sebelum angket disebarkan kesiswa, peneliti terlebih dahulu menvalidkan angket kepada salah satu dosen matematika yang mengajar di FTIK IAIN Padangsidimpuan dan guru matematika di M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara.

a.    Validasi angket

Untuk mendapatkan data penelitian yang baik, dibutuhkan instrumen penenelitian yang baik pula. Karakteristik alat ukur atau instrumen yang baik salah satunya memiliki kesahihan (validity), yang artinya suatu instrumen dipersyaratkan valid agar didapatkan data penelitian yang valid juga.

Bentuk lembar angket minat siswa lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 12 dan 13. Adapun kisi-kisi sebaran butir angket minat belajar yang diberikan kepada siswa ditunjukkan pada tabel berikut:

Kisi – kisi Angket Minat Belajar Siswa

Tabel 3.2

No

Indikator Pertanyaan

Sebaran Butir Angket

Jlh 

1

Perasaan senang siswa dalam mengikuti pembelajaran

1, 14, 15, 16

4

 

2

Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran

7, 8, 11, 13

4

 

3

Perhatian siswa terhadap pembelajaran

2, 3, 4, 9

4

 

4

Ketertarikan siswa terhadap pembelajaran

5, 6, 10, 12, 17, 18, 19

7

 

Jumlah

 

19

 

 

Lembar angket minat yang digunakan penelitian ini berbentuk pilihan yang setiap butir instrumennya menggunakan skala likert dengan alternator pilihan yang terdiri dari empat kategori yaitu: SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju). Dengan kriteria pemberian jawaban seperti yang disajikan pada tabel berikut[4]:

Nilai Skala Likert

Tabel 3.3

No

Pendapatan Jawaban

Skor

1

Sangat Setuju

4

2

Setuju

3

3

Tidak Setuju

2

4

Sangat Tidak Setuju

1

 

Kategori Angket Minat Belajar Pra Siklus dan Siklus Siswa

Tabel 3.4

Skor

Kategori Minat Siswa

Tidak Berminat

Kurang Berminat

Cukup Berminat

Berminat

Sangat Berminat

 x: Skor yang diperoleh siswa

Tabel diatas merupakan kategori untuk angket minat belajar siswa yang digunakan untuk mendukung angket minat pra siklus dan siklus siswa terhadap minat belajar siswa dengan menggunakan media blok aljabar dalam pembelajaran. Selanjutnya kriteria untuk angket minat belajar siswa terhadap penggunaan blok aljabar dalam pembelajaran yaitu sebagai berikut:

Kategori Angket Minat Belajar Dengan Menggunakan Media Blok Aljabar

Tabel 3.5

Skor

Kategori Minat Siswa

Tidak Berminat

Kurang Berminat

Cukup Berminat

Berminat

Sangat Berminat

Selanjutnya presentase banyaknya siswa dari masing-masing kategori minat belajar siswa akan dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Dimana: P = Presentase banyak siswa dari tiap kategori minat belajar.

X  = Banyak siswa dari tiap kategori minat.

                        = Banyaknya siswa yang mengisi angket.

2.    Tes Belajar Siswa

Tes adalah sejumlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban dengan tujuan mengukur tingkat kemampuan seseorang atau mengungkap aspek tertentu dari orang yang dikenai tes.[5] Tes yang digunakan disini berupa essay sebanyak 15 soal, yang berfungsi untuk melihat peningkatan hasil belajar setelah mempelajari materi faktorisasi bentuk aljabar dengan menggunakan blok aljabar atau alat peraga. Hasil tes diperoleh dari tes yang diberikan kepada siswa pada akhir pertemuan yaitu siklus pertama dan siklus kedua dan selanjutnya sampai hasil belajar meningkat seperti yang diharapkan.

Data hasil tes akan dianalisis dengan melakukan penskoran setiap item pada lembar jawaban siswa. Skor yang didapatkan masing-masing siswa ditiap item soal disesuaikan dengan pedoman penskoran yang telah disusun sebelumnya. Setalah dilakukan penskoran maka akan diperoleh skor total untuk tiap siswa. Skor total yang diperoleh siswa merupakan skor akhir siswa. 

Kisi-kisi Instrumen Tes Hasil Belajar Siswa

Tabel 3.6

No

Materi

No. Soal

Jlh 

 

Siklus I (Tes Soal)

1.

Menyelesaikan  masalah faktorisasi bentuk aljabar.

a.    Suku-suku sejenis

b.    Suku tunggal dan banyak

c.    Bentuk faktorisasi

 

 

6

7

1, 2, 3, 4, 5

 

 

1

1

5

Jumlah

7

 

Siklus II (Tes Soal)

2.

Faktorisasi suku aljabar

a.    Faktorisasi bentuk

b.    Faktorisasi bentuk

c.    Operasi penjumlahan, pengurangan dan perkalian

 

1

6, 7,8

2, 3, 4, 5

 

1

3

4

Jumlah

8

Pedoman Penskoran Tes[6]

Tabel 3.7

No

Keterangan

Skor

1

Siswa menjawab pertanyaan dengan lengkap dan benar

4

2

Siswa menjawab pertanyaan dengan benar dan cara penyelesaiannya kurang lengkap

3

 3

Siswa menjawab pertanyaan dengan benar dan cara penyelesaiannya salah

2

4

Siswa menjawab pertanyaan dengan salah dan cara penyelesainnya salah

1

5

Siswa tidak menjawab soal

0

Pretes dan Postet.

Pretes digunakan sebelum materi pelajaran diajarkan dan Postes digunakan sesudah materi pelajaran diajarkan atau sesudah diberikan tindakan. Tes kemampuan akhir (postes) diberikan kepada siswa setalah melaksanakan pembelajaran. Tes kemampuan ini dilaksanakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif menggunakan Blok Aljabar. Kemudian hasil dari postes ini dibandingkan dengan hasil pretes untuk melihat perubahan yang mungkin terjadi.

E.  Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang dilakukan adalah pelaksanaan proses empat komponen kegiatan yang terdapat dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang dinamakan siklus. Siklus penelitian ini dilakukan dengan ketentuan apabila indikator keberhasilan yang ditetapkan dalam pembelajaran telah tercapai, maka penelitian ini tidak dilanjutkan pada siklus selanjutnya. Penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur siklus yang terdiri dari 4 tahap pada gambar dibawah ini (1) Perencanaan (2) Tindakan (3) Pengamatan (4) Refleksi. Menurut Suharsimi dkk, tahapan dalam siklus penelitian tindakan kelas dapat digambarkan sebagai berikut.[7]

Siklus pelaksanaan PTK

Gambar 3.1

Perencanaan

 


Refleksi

Pelaksanaan

Siklus I

 

 

 

Pengamatan

Perencanaan

Pelaksanaan

Refleksi

 

 

 


Pengamatan

 Siklus II

Siklus Selanjutnya

 

 


Penelitian ini akan dilaksanakan dalam dua siklus. Adapun tindakan yang akan dilaksanakan dikelas terdiri atas tahapan-tahapa sebagai berikut:

1.    Siklus I

a.    Perencanaan

Perencanaan tindakan pada siklus pertama diawali dengan berdiskusi bersama guru mata pelajaran matematika di M.Ts Negeri 2 Padang Lawas Utara. Kegiatan perencanaan selanjutnya menyusun instrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan soal tes siklus I dan siklus II. Pembuatan instrumen penelitian disusun berdasarkan pengamatan awal yang telah dilakukan dan dibuat sedemikian sehingga dapat mendukung proses pembelajaran matematika dengan model pembelajaran kooperatif menggunakan blok aljabar.

Perencanaan ini meliputi:

a.    Melaksanakan pra survei, yaitu melakukan wawancara dan pengamatan dengan guru dan siswa mengenai kondisi sekolah, kondisi siswa, kondisi kelas, sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran, dan metode yang digunakan dalam pembelajaran.

b.    Mempersiapkan rencana pembelajaran siklus I.

c.    Menyiapkan blok aljabar.

d.   Membuat rancangan instrumen, yaitu berupa soal LKS, soal tes siklusI-siklus II dan instrumen angket minat belajar siswa.

e.    Membuat kelompok belajar.

 

b.    Pelaksanaan Tindakan

Tahapan ini merupakan pelaksanaan tindakan berdasarkan RPP yang telah dibuat pelaksanaan proses belajar mengajar dalam penelitian ini lebih banyak difokuskan kepada siswa dalam mengerjakan LKS. Setiap siswa direncanakan mendapat satu LKS pada setiap proses belajar.

Pelaksanaan tindakan ini meliputi:

a.    Dilaksanakan dalam 2 x 2 jam pelajaran atau dua kali pertemuan.

b.    Mengambil data tentang minat awal siswa dalam mengikuti pelajaran matematika.

c.    Kegiatan pembelajaran.

1)   Pendahuluan.

a)   Guru mengucapkan salam.

b)   Siswa dipersilahkan mengelompokkan diri sesuai dengan kelompok belajar yang di tentukan.

c)   Guru membagi blok aljabar yang telah dibuat kepada masing-masing kelompok.

d)  Guru memberikan motivasi atau pengantar materi yang akan di pelajari.

2)   Kegiatan inti.

a)   Tes diawal pelajaran.

b)   Penyajian informasi materi pelajaran oleh guru dan siswa memperhatikan penjelasan guru.

c)   Guru memberikan tanya jawab kepada siswa sambil memahamkan materi yang berikutnya.

d)  Guru memberikan LKS untuk dikerjakan dalam kelompok.

e)   Siswa mengerjakan latihan-latihan I dalam LKS dengan kelompok belajarnya. Anggota kelompok diharapkan dapat saling memberikan atau menjelaskan ide dan pendapatnya kepada anggota yang lain.

f)    Presentasi hasil belajar kelompok dimana setiap kelompok mengirimkan wakil mereka untuk maju kedepan kelas menjelaskan hasil diskusi kelompoknya.

g)   Guru berperan sebagi fasilitator dan menjelaskan konsep yang belum dipahami oleh siswa pada saat diskusi kelas berlangsung.

h)   Merangkum materi pada pelajaran yang disampaikan.

i)     Pelaksanaan tes pada akhir ujian. Dalam tes siswa tidak boleh saling kerjasama.

3)   Penutup.

a)   Guru memberikan tugas secara individu atau kelompok.

b)   Guru memberikan pujian atau penghargaan kepada kelompok yang unggul.

c)   Guru mengakhiri pertemuan dengan salam penutup.

c.    Observasi

Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa saat berlangsungnya kegiatan belajar dikelas untuk melihat hasil belajar


matematika siswa pada materi faktorisasi bentuk alajabar. Agar informasi yang diperoleh lebih akurat, maka peneliti telah mempersiapkan pedoman observasi untuk membuat catatan kegiatan siswa didalam kelas. Setiap aktivitas yang terjadi selama proses belajar berlangsung dicatat seperti apa adanya agar diperoleh informasi lapangan yang sebenar-benarnya.

d.   Refleksi

Pada tahap ini peneliti mengumpulkan, menganalisis dan mengevaluasi data yang diperoleh pada tahap observasi.

Refleksi ini meliputi:

a)    Menyimpulkan hasil siklus I.

b)   Merencanakan tindakan siklus II berdasarkan refleksi dan kesimpulan yang didapatkan pada siklus I.

2.    Siklus II

Setelah siklus pertama selesai, tahapan siklus kedua mengikuti tahapan tindakan siklus pertama. Kegiatan siklus ke II diharapkan dapat memperbaiki kegiatan pada siklus pertama. Namum apabila pada siklus kedua indikasi keberhasilan yang didapatkan masih dirasa kurang memuaskan maka penelitian dilanjutkan pada siklus selanjutnya sampai didapatkan hasil yang diinginkan. Kegiatan pada siklus II juga melalui tahapan yang sama seperti siklus I yang meliputi perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observation), refleksi (reflection). Pada akhir siklus II menunjukkan adanya peningkatan dan hasil belajar matematika siswa maka siklus dihentikan sampai siklus II.

F.   Teknik Analisis Data.

Setelah melakukan pengumpulan data dengan lengkap, selanjutnya peneliti berusaha menyusun dan mengelompokkan data serta menyeleksi data yang ada kolerasinya dengan penelitian ini. Hal ini berfungsi sebagai jawaban atas rumusan masalah yang telah ditetapkan.

Analisis data adalah proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.

Analisis data bisa dilakukan melalui tiga tahap. Pertama, reduksi data yakni kegiatan menyeleksi data sesuai dengan fokus masalah. Tahap kedua, mendeskripsikan data sehingga data yang telah diorganisir jadi bermakna. Tahap ketiga, pada tahap ketiga yaitu membuat kesimpulan berdasarkan deskripsi data.[8] Analisis data dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas sedikit berbeda dengan analisis data pada jenis penelitian lainnya. Pada PTK, sering ditemui jenis data kualitatif dan kuantitatif.


Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik, uji perbedaan, uji korelasi, dan sebagainya. Sedangkan jika datanya berbentuk data kualitatif digunakan analisis yang bersifat naratif-kualitatif atau dengan kata lain menguraikan atau menjelaskan secara jelas hasil temuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tindakan.

G.E. Mills mengemukakan didalam buku Metode Penelitian Pendidikan karangan Ahmad Nizar yakni beberapa teknik analisis data pada penelitian tindakan, yaitu:

1.    Mengidentifikasi tema-tema. Dari data yang terkumpul melalui proses induktif dapat diidentifikasi menjadi tema-tema tertentu. Penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan yang khusus untuk diperlakukan secara umum.

2.    Membuat kode hasil survai, interview, dan angket. Pengkodean ini dapat dilakukan untuk mengelompokkan pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan sebagainya.

3.    Mengajukan pertanyaan kunci. Pertanyaan kunci membantu mensistematiskan data yang dapat membentuk informasi yang bermakna.

4.    Peta konsep. Memetakan secara visual faktor-faktor yang terkait dengan subjek, data, proses pembelajaran, masalah, dan sebagainya.

5.    Analisis faktor yang mendahului dan mengikuti.

6.    Penyajian hasil temuan dalam bentuk tabel, grafik, peta, bagan, gambar, dan lain-lain.

7.    Mengemukakan apa yang belum ditemukan.[9]

Adapun analisis data ini dihitung dengan menggunakan statistik sederhana sebagai berikut:

1)   Untuk menghitung ketuntasan individu

Rumus:

Keterangan:

P = Presentase

X = Jumlah skor yang dijawab benar

= Skor maksimum dari tes[10]

2)   Untuk menghitung ketuntasan belajar siswa klasikal

Ketuntasan klasikal=    100%

Untuk menyelesaikan data sesuai dengan fokus masalah adalah dengan mencari rata-rata kelas dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

 Nilai rata-rata

 Jumlah semua nilai rata-rata

 = Jumlah siswa

Data tersebut akan dianalisis untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa individu, klasikal, dan rata-rata kelas. Penelitian ini akan berhenti apabila terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa pada setiap siswa.[11]

3)   Penyimpanan Data

Pada tahap penyimpanan data, kriteria keberhasilan siswa dalam hasil belajar dan minat matematika dapat disimpulkan dalam tabel berikut ini:

Kriteria Penelitian Hasil Belajar Siswa[12]

Tabel 3.8

Presentase (%)

Kategori

Tuntas

Tidak Tuntas

 

G. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah:

1.    Jika terdapat siklus yang mengalami peningkatan hasil pada setiap indikator minat yaitu peningkatan keingintahuan, aktivitas dalam pembelajaran,

rasa senang/ketertarikan dan perhatian terhadap pembelajaran matematika.

2.    Jika terdapat siklus yang mengalami peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Faktorisasi Suku Aljabar yang ditunjukkan dengan kenaikan rata-rata hasil tes akhir.

3.    Jika setiap kendala yang muncul diberikan solusi yang sesuai dalam penelitian.



[1]Ani widayati, “Penelitian Tindakan Kelas”, Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Volume VI, No. 1, 2008.

[2]Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas  (Jakarta: Kencana, 2009), hlm. 26.

[3]Suharsimi Arokunto, Prosedur Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 136.

[4]Magdalena Irawati, “Profil Minat dan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Kelas VII 1 SMP NAEGERI 5 Yogyakarta Pada Pokok Bahasan Penyajian Data Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Kahoot”, Skripsi Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma, 2018.

[5]Harun Rasyid dan Mansyur, Penelitian Hasil Belajar (Bandung: Wacana Prima, 2008), hlm. 11.

[6] Heris Hendriana dan Utari Soemarmo, Penilaian  Pembelajaran Matematika (Bandung: Repika Asitama, 2014), hlm. 74.

[7]Suharsimi Arikunto, Prosedur Suatu…, hlm. 97.

[8]Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan…, hlm. 106.

[9]Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian…, hlm. 216. 

[10]Nana Sudjana, Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 44.

[11]Zainal Aqib dkk, Penelitian Tindakan Kelas (Bandung: CV Yrama Wtya, 2010), hlm. 205.

[12]Asrul dkk, Evaluasi Pembelajaran (Medan: Cita Pustaka Media, 2015), hlm. 163.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS IV SD NEGERI 100215 PERSIAPAN MOSA JULU

  BAB II  UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATE MATIKA PADA MATE RI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS I...