BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
A.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di kelas
VIII SMP Negeri 1 Angkola Barat Tahun Ajaran 2018/2019 yang beralamat di Jln.
Sibolga KM. 15 Sitinjak Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian
ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 sampai September 2018 .
B.
Jenis dan Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen.
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang ilmiah secara sistematis terhadap
bagian-bagian dan fenomena-fenomena serta hubungan-hubungannya. Sedangkan
metode eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh
variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol
secara ketat.[1]
Dengan kata lain, penelitian
eksperimen meneliti pengaruh variavel X terhadap variabel Y. Penelitian ini
melihat sejauh mana pengaruh model kooperatif tipe probing prompting
terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi sistem persamaan linear
dua variabel.
Desain yang digunakan pada
penelitian ini adalah pretest-posttest group design dengan satu macam
perlakuan. Di dalam model ini sebelum mulai perlakuan kedua kelas diberi tes
awal atau pretest untuk mengukur kondisi awal. Selanjutnya pada kelompok
eksperimen diberi perlakuan dan pada kelompok pembanding tidak diberi. Sesudah
selesai perlakuan kedua kelompok diberi tes lagi sabagai posttest.[2]
C.
Populasi dan Sampel
1.
Populasi
Pada setiap kegiatan penelitian
keberadaan populasi sangatlah penting karena dengan mengetahui populasi maka
dapat ditetapkan pengambilan data yang diperlukan. Populasi adalah serumpun
atau sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian.[3]
Pada penelitian ini yang menjdi
populasi adalah seluruh kelas VIII di SMP Negeri 1 Angkola Barat yang berjumlah
127 siswa, yang terdiri dari 62 siswa laki-laki dan 65 siswa perempuan yang terdiri
dari 5 lokal/ruangan.
Tabel 3.1: Keadaan Populasi Penelitian
|
No. |
Kelas |
Laki-laki |
Perempuan |
Jumlah Siswa |
|
1 |
VIIIA |
14 |
12 |
16 |
|
2 |
VIIIB |
13 |
12 |
25 |
|
3 |
VIIIC |
11 |
14 |
25 |
|
4 |
VIIID |
12 |
14 |
26 |
|
5 |
VIIIE |
12 |
13 |
25 |
|
Jumlah Siswa |
62 |
65 |
127 |
|
2.
Sampel
Sampel adalah sebagian objek yang
mewakili populasi yang dipilih secara tertentu.[4]
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel secara Cluster
Random Sampling yaitu pengambilan sampel secara
acak dan berumpun.[5]
Peneliti mengambil sampel dengan melakukan lotre terhadap semua populasi. Semua
subjek yang termasuk dalam populasi mempunyai hak untuk dijadikan anggota
sampel.[6]
Dari hasil pengambilan sampel tersebut di dapatkan 2
kelas yaitu kelas VIII-B dan VIII-E. Kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen yang
berjumlah 25 siswa dengan jumlah laki-laki 13 siswa dan perempuan 12 siswa dan
kelas VIII-E sebagai kelas kontrol yang berjumlah 25 siswa dengan jumlah
laki-laki 12 siswa dan perempuan 13 siswa.
D.
Prosedur Penelitian
a.
Tahapan Persiapan
1)
Guru memilih salah satu materi yang akan diajarkan.
2)
Guru menyiapkan perangkat pembelajaran berupa silabus, Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS).
3)
Guru mempersiapkan instrumen pengumpulan data yaitu soal pretest dan soal posttest.
b.
Tahapan Pelaksanaan
Adapun langkah-langkah dalam
pelaksanaan model Probing Prompting sebagai berikut:
1. Kegiatan Awal
a)
Guru memberi salam dan memulai pelajaran dengan berdoa.
b)
Guru mengabsen siswa.
c)
Guru menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi
dasar yang akan dicapai.
2. Kegiatan Inti
a)
Guru membuat kelompok-kelompok kecil idealnya 4 siswa setiap kelompok.
b)
Guru menghadapkan siswa pada situasi baru, misalnya dengan
memberikan gambar, atau situasi lain
yang mengandung permasalahan.
c)
Menunggu beberapa saat kepada setiap siswa atau setiap perwakilan
kelompok untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan yang diberikan.
d)
Guru mengajukan persoalan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
atau indokator kepada seluruh siswa.
e)
Menunggu beberapa saat kepada setiap siswa atau setiap perwakilan
kelompok untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan yang diberikan.
f)
Guru menunjuk salah satu siswa atau perwakilan dari kelompok untuk
menjawab pertanyaan dari permasalahan.
g)
Jika jawabannya tepat, maka guru meminta tanggapan kepada kelompok
lain tentang jawaban tersebut, guna untuk meyakinkan bahwa seluruh kelompok
terlibat dalam kegiatan yang sedang berlangsung. Namun, jika siswa atau
kelompok tersebut mengalami kemacetan jawaban, atau jawaban yang diberikan
kurang tepat, tidak tepat, atau tidak menjawab sama sekali/diam maka guru
mengajukan pertanyaa-pertanyaan yang jawabannya merupakan pentujuk jalan
penyelesaian jawaban tersebut.
h)
Guru mengajukan pertanyaan akhir pada siswa yang berbeda untuk
lebih menekankan bahwa tujuan pembelajaran atau indikator tersebut benar-benar
telah dipaham oleh seluruh siswa.
3. Tahap Akhir
Pada kelas eksperimen dan kelas
kontrol setelah semua materi selesai diajarkan, guru memberikan posttest
untuk melihat kemampuan berpikir kreatif siswa.
E.
Instrumen Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah tes yang berbentuk essay. Peneliti memilih
essay test karena dengan essay test kemampuan berpikir kreatif siswa dapat
diukur dengan baik, sehingga dapat diklasifikasikan mana siswa yang kemampuan
berpikir kreatifnya tinggi, sedang, dan rendah.
Tes dilakukan pada awal pembelajaran
(pretest) dimana dilakukan sebelum diberi perlakuan dan pada akhir
pembelajaran (posttest) pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Kemudian hasil kedua test ini akan dibandingkan (diuji perbedaan). Perbedaan
yang signifikan antara hasil pretest kelas eksperimen dan posttest kelas
kontrol menunjukkan pengaruh terhadap perlakuan yang diberikan.
Tabel
3.2 Kisi-Kisi Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa
|
Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif |
Indikator Soal |
Nomor Soal |
||
|
Kemampuan |
Bentuk soal |
Pretest |
Posttest |
|
|
Berpikir Lancar (Fluency) |
Peserta didik menemukan berbagai gagasan, jawaban,
ide untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear
Dua Variabel |
Diberikan
permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik
diminta untuk mencari permasalahan yang berkaitan dengan SPLDV yang ada dalam
lingkungan sekitar |
1,
3, dan 8 |
2 |
|
Berpikir Luwes (Flexiblity) |
Peserta didik mampu memecahkan masalah yang
berkaitan dengan SPLDV dengan cara yang beragam |
Diberikan sebuah persamaan yang memuat SPLDV. Peserta didik diminta
menyelesaikannya dengan berbagai cara (minimal 2 cara) |
2,
5, dan 7 |
5 |
|
Berpikir Original (Originality) |
Peserta didik mampu memecahkan masalah yang
berhubungan dengan SPLDV dengan cara sendiri |
Diberikan sebuah soal cerita yang mengandung
SPLDV. Peserta didik diminta untuk menyelesaikan soal tersebut tersebut |
6 |
1,
4, 6, dan 8 |
|
Berpikir Elaboratif |
Peserta didik mampu melengkapi dan merinci secara
detil sesuatu yang berkaitan dengan SPLDV |
Diberikan sebuah bangun persegi panjang dengan
ketentuan yang memuat SPLDV, peserta didik diminta untuk menyelesaikan
dari masalah yang diminta. |
4 |
3
dan 7 |
|
Jumlah
Soal |
8 |
8 |
||
Adapun
kriteria penskoran menggunakan skor rubik yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 3.3: Pedoman
Penskoran Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika
|
Aspek yang
Diukur |
Respon
terhadap Soal/ Masalah |
Skor |
|
Berpikir
lancar (fluency) |
Tidak
menjawab/ memberikan ide yang tidak relevan untuk pemecahan masalah |
0 |
|
Memberikan
sebuah ide yang relevan dengan pemecahan masalah dan pengungkapannya kurang
jelas |
1 |
|
|
Memberikan
sebuah ide yang relevan dengan pemecahan masalah dan pengungkapannya lengkap
serta jelas |
2 |
|
|
Memberikan
lebih dari satu ide yang relevan dengan pemecahan masalah tetapi
pengungkapannya kurang jelas |
3 |
|
|
Memberikan
lebih dari satu ide yang relevan dengan pemecahan masalah dan pengungkapannya
jelas |
4 |
|
|
Berpikir
luwes (Flexiblity) |
Tidak
menjawab/ memberikan ide yang tidak relevan untuk pemecahan masalah |
0 |
|
Memberikan
jawaban hanya satu cara dan terdapat kekeliruan dalam proses perhitungan
sehingga hasilnya salah |
1 |
|
|
Memberikan
jawaban dengan satu cara, proses perhitungan dan hasilnya benar |
2 |
|
|
Memberikan
jawaban lebih dari satu cara (beragam) tetapi hasilnya ada yang salah karena
terdapat kekeliruan dalam proses perhitungan |
3 |
|
|
Memberikan
jawaban lebih dari satu cara (beragam), proses perhitungan dan hasilnya benar |
4 |
|
|
Berpikir Original (Originality) |
Tidak
menjawab/ memberikan jawaban yang salah |
0 |
|
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri tetapi tidak dapat dipahami |
1 |
|
|
Memberikan
jawaban dengan cara sendiri, proses perhitungan sudah terarah tetapi tidak
selesai |
2 |
|
|
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri tetapi terdapat kekeliruan dalam proses
perhitungan sehingga hasilnya salah |
3 |
|
|
Memberikan
jawaban dengan caranya sendiri dan proses perhitungan serta hasilnya benar |
4 |
|
|
Berpikir Elaboratif |
Tidak
menjawab/ memberikan jawaban yang salah |
0 |
|
Terdapat
kekeliruan dalam memperluas situasi tanpa disertaiperincian |
1 |
|
|
Terddapat
kekeliruan dalam memperluas situasi dan disertai perinci yang kurang detil |
2 |
|
|
Memperluas
situasi dengan benar dan memerincinya kurang detil |
3 |
|
|
Memperluas
situasi dengan benar dan merincinya secara detil |
4 |
F.
Uji Validitas dan Reliabilitas
1.
Validitas Tes
Instrumen dalam penelitian ini adalah tes essay, maka penganalisaan
terhadap hasil tes hasil belajar dengan pengujian validitas tes secara
rasional. Validitas rasional adalah validitas yang diperoleh atas dasar hasil
pemikiran yang diperoleh dengan berpikir secara logis.[7]
Dengan demikian, suatu tes dikatakan memiliki rasional atau belum, dapat
dilakukan penelusuran dari dua segi, yaitu dari segi isi dan segi susunan/
konstruksi.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengetahui validitas isi dan
validitas konstruki adalah dengan jalan melakukan diskusi panel. Dalam forum
diskusi tersebut, para pakar dipandang memiliki keahlian yang ada kaitannya
dengan mata pelajaran yang diuji dan kemudian diminta pendapatnya mengenai isi
dan konstruksi dari tes tersebut. Dalam diskusi panel ada 2 jenis validator,
yaitu validator ahli dan validator praktisi. Yang menjadi validator ahli adalah
seorang dosen dan validator praktisi adalah seorang guru matematika yakni
seorang guru matematika SMP. Hasil-hasil diskusi dijadikan sebagai acuan untuk
menyempurnakan isi dan konstruksi tes tersebut. Berikut hasil tes rekomendasi tertulis
tim validator. (komentar selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 3)
Tabel 3.4: Hasil Rekomendasi Tertulis Tim Validator
|
Tes |
Validator 1 (ahli) |
Validator 2 (praktisi) |
|
1.
Pretest |
Valid, dapat digunakan tanpa
revisi |
Valid, dengan revisi |
|
2.
Posttest |
Valid, dapat digunakan tanpa
revisi |
Valid, dengan revisi |
Setelah diperoleh hasil rekomendasi dari tim ahli dan praktisi,
peneliti memperbaiki soal yang diperbaiki. Kemudian, soal Pretest dan Posttest
tersebut diuji cobakan ke kelas selain kelas yang bukan merupakan siswa
kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil yang diperoleh keseluruhan soal
valid. (perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 8 & 9 )
2.
Uji Reliabilitas
Suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat
pengumpul data karena intrumen tersebut sudah baik. Hal ini disebut reliabel
instrumen. Pada umumnya rumus yang dipakai untuk menguji reliabilitas tes essay
adalah[8]
Adapun
rumus yang digunakan pada penelitian ini adalah Rumus Alpha yaitu sebagai
berikut:
dimana:
r11 = Koefisien
reliabilitas tes.
1 = Bilangan konstan.
n = banyaknya butir item
yang dikeluarkan dalam tes.
Selanjutnya
interpretasi terhadap koefisin reliabilitas (r11) pada umumnya
digunakan patokan sebagai berikut[9]:
a. Jika
b. Jika
Setelah
dilakukan perhitungan dari data pretest dan posttest yang diberikan pada kelas
yang berbeda selain kelas eksperimen dan kelas kontrol maka diperoleh harga r11
pretest sebesar dan r11 posttest sebesar , sehingga diperoleh
G.
Analisis Analisa Data
1.
Analisis Data Awal (Pretest)
a. Uji Normalitas
Uji normalitas ini bertujuan untuk
melihat apakah kelompok data berdistribusi normal atau tidak. Untuk melakukan
uji ini digunakan dengan rumus Chi
Kuadrat:
Keterangan:
Untuk
harga chi-kuadrat digunakan taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan sebesar
b.
Uji Homogenitas
Uji homogenitas varians digunakan
untuk mengetahui apakah kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol
mempunyai varians yang sama atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai varians
yang sama, maka dikatakan kedua kelompok homogen. Varians adalah dari standar
deviasi.
Untuk menguji kesamaan varians
tersebut, rumus yang digunakan adalah:
Kriteria
pengujian adalah jika
Keteranga:
c.
Uji Kesamaan Rata-rata
Uji kesamaan rata-rata dilakukan
untuk mengetahui apakah ada pengaruh model Probing Prompting terhadap kemampuan
berpikir kreatif siswa. Teknik yang digunakan dalam menganalisis dan menguji hipotesis
adalah uji-t karena membandingkan 2 kelompok sampel yaitu kelas eksperimen dan
kelas kontrol.
Jika data kedua kelas berdistribusi
normal dan kedua variansinya homogen, rumus uji-t yang digunakan adalah :
Kriteria
pengujian: Tolak H0 jika
2.
Analisis Data Akhir (Posttest)
a.
Uji Normalitas
Uji normalitas ini bertujuan untuk
melihat apakah kelompok data berdistribusi normal atau tidak. Untuk melakukan
uji ini digunakan dengan rumus chi-kuadrat, yaitu:
Dimana:
Untuk
harga chi-kuadrat digunakan taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan sebesar
b.
Uji Homogenitas
Uji homogenitas varians digunakan
untuk mengetahui apakah kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol
mempunyai varians yang sama atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai varians
yang sama, maka dikatakan kedua kelompok homogen. Varians adalah kuadrat dari
standar deviasi.
Untuk menguji kesamaan varians
tersebut, rumus yang digunakan adalah:
Kriteria pengujian adalah H0
terima jika
Keterangan:
c. Uji Perbedaan Rata-rata
Uji
perbedaan rata-rata dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model
probing prrompting terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Teknik yang
digunakan dalam menganalisis dan menguji hipotesis adalah uji-t karena
membandingkan 2 kelompok sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Jika data
kedua kelas berdistribusi normal dan kedua variansinya homogen, rumus uji-t
yang digunakan adalah:
Kriteria
pengujian: Tolah H0 jika
3. Pengujian Hipotesis
Pada
penelitian ini, hipotesis penelitian yang diajukan dianalisis dengan menggunakan
rumus uji-t sebagai berikut:
Kriteria
pengujian H0 diterima apabila
[1] Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian Pendidikan:Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan Peneltian
Pengembangan (Bandung: Cita Pustaka Media, 2016), hlm. 15.
[2]Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta,
2003) hlm. 276.
[3] Ahmad Nizar Rangkuti, Op. Cit, hlm. 46.
[4] Ibid.
[5] Deni Darmarwan, Metode Penelitian Kuantitatif (Bandung: Remaja
Rosda Karya, 2014) hlm. 148.
[6] SuharSimi Arikunto, Op. Cit, hlm. 126.
[7]Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Rajawali
Pers, 2011), hlm. 164.
[8] Ibid., hlm. 208.
[9] Ibid., hlm. 209.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar