Kamis, 09 Juni 2022

BAB III PENGARUH COOPERATIVE LEARNING TIPE PROBING PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI SMP NEGERI 1 ANGKOLA BARAT

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

A.  Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 1 Angkola Barat Tahun Ajaran 2018/2019 yang beralamat di Jln. Sibolga KM. 15 Sitinjak Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 sampai September 2018 .

B.  Jenis dan Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang ilmiah secara sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena-fenomena serta hubungan-hubungannya. Sedangkan metode eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat.[1]

Dengan kata lain, penelitian eksperimen meneliti pengaruh variavel X terhadap variabel Y. Penelitian ini melihat sejauh mana pengaruh model kooperatif tipe probing prompting terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel.

Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah pretest-posttest group design dengan satu macam perlakuan. Di dalam model ini sebelum mulai perlakuan kedua kelas diberi tes awal atau pretest untuk mengukur kondisi awal. Selanjutnya pada kelompok eksperimen diberi perlakuan dan pada kelompok pembanding tidak diberi. Sesudah selesai perlakuan kedua kelompok diberi tes lagi sabagai posttest.[2]

C.  Populasi dan Sampel

1.    Populasi

Pada setiap kegiatan penelitian keberadaan populasi sangatlah penting karena dengan mengetahui populasi maka dapat ditetapkan pengambilan data yang diperlukan. Populasi adalah serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian.[3]

Pada penelitian ini yang menjdi populasi adalah seluruh kelas VIII di SMP Negeri 1 Angkola Barat yang berjumlah 127 siswa, yang terdiri dari 62 siswa laki-laki dan 65 siswa perempuan yang terdiri dari 5 lokal/ruangan.

Tabel 3.1: Keadaan Populasi Penelitian

No.

Kelas

Laki-laki

Perempuan

Jumlah Siswa

1

VIIIA

14

12

16

2

VIIIB

13

12

25

3

VIIIC

11

14

25

4

VIIID

12

14

26

5

VIIIE

12

13

25

Jumlah Siswa

62

65

127

 

2.    Sampel

Sampel adalah sebagian objek yang mewakili populasi yang dipilih secara tertentu.[4] Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel secara Cluster Random Sampling yaitu pengambilan sampel secara acak dan berumpun.[5] Peneliti mengambil sampel dengan melakukan lotre terhadap semua populasi. Semua subjek yang termasuk dalam populasi mempunyai hak untuk dijadikan anggota sampel.[6]

Dari hasil pengambilan sampel tersebut di dapatkan 2 kelas yaitu kelas VIII-B dan VIII-E. Kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 25 siswa dengan jumlah laki-laki 13 siswa dan perempuan 12 siswa dan kelas VIII-E sebagai kelas kontrol yang berjumlah 25 siswa dengan jumlah laki-laki 12 siswa dan perempuan 13 siswa.

D.  Prosedur Penelitian

a.    Tahapan Persiapan

1)   Guru memilih salah satu materi yang akan diajarkan.

2)   Guru menyiapkan perangkat pembelajaran berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS).

3)   Guru mempersiapkan instrumen pengumpulan data yaitu soal pretest dan soal posttest.

b.   Tahapan Pelaksanaan

Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan model Probing Prompting sebagai berikut:

1.    Kegiatan Awal

a)    Guru memberi salam dan memulai pelajaran dengan berdoa.

b)   Guru mengabsen siswa.

c)    Guru menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi dasar yang akan dicapai.

2.   Kegiatan Inti

a)    Guru membuat kelompok-kelompok kecil idealnya 4 siswa setiap kelompok.

b)   Guru menghadapkan siswa pada situasi baru, misalnya dengan memberikan gambar, atau situasi lain yang mengandung permasalahan.

c)    Menunggu beberapa saat kepada setiap siswa atau setiap perwakilan kelompok untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan yang diberikan.

d)   Guru mengajukan persoalan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran atau indokator kepada seluruh siswa.

e)    Menunggu beberapa saat kepada setiap siswa atau setiap perwakilan kelompok untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan yang diberikan.

f)    Guru menunjuk salah satu siswa atau perwakilan dari kelompok untuk menjawab pertanyaan dari permasalahan.

g)   Jika jawabannya tepat, maka guru meminta tanggapan kepada kelompok lain tentang jawaban tersebut, guna untuk meyakinkan bahwa seluruh kelompok terlibat dalam kegiatan yang sedang berlangsung. Namun, jika siswa atau kelompok tersebut mengalami kemacetan jawaban, atau jawaban yang diberikan kurang tepat, tidak tepat, atau tidak menjawab sama sekali/diam maka guru mengajukan pertanyaa-pertanyaan yang jawabannya merupakan pentujuk jalan penyelesaian jawaban tersebut.

h)   Guru mengajukan pertanyaan akhir pada siswa yang berbeda untuk lebih menekankan bahwa tujuan pembelajaran atau indikator tersebut benar-benar telah dipaham oleh seluruh siswa.

3.    Tahap Akhir

Pada kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah semua materi selesai diajarkan, guru memberikan posttest untuk melihat kemampuan berpikir kreatif siswa.

E.  Instrumen Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes yang berbentuk essay. Peneliti memilih essay test karena dengan essay test kemampuan berpikir kreatif siswa dapat diukur dengan baik, sehingga dapat diklasifikasikan mana siswa yang kemampuan berpikir kreatifnya tinggi, sedang, dan rendah.

Tes dilakukan pada awal pembelajaran (pretest) dimana dilakukan sebelum diberi perlakuan dan pada akhir pembelajaran (posttest) pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kemudian hasil kedua test ini akan dibandingkan (diuji perbedaan). Perbedaan yang signifikan antara hasil pretest kelas eksperimen dan posttest kelas kontrol menunjukkan pengaruh terhadap perlakuan yang diberikan.

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa

 

Indikator Kemampuan Berpikir Kreatif

Indikator Soal

Nomor

Soal

Kemampuan

Bentuk soal

Pretest

Posttest

Berpikir Lancar (Fluency)

 

 

 

 

 

 

 

 

Peserta didik menemukan berbagai gagasan, jawaban, ide untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

 

 

Diberikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik diminta untuk mencari permasalahan yang berkaitan dengan SPLDV yang ada dalam lingkungan sekitar

 

 

 

 

1, 3, dan 8

 

 

 

 

2

Berpikir Luwes (Flexiblity)

Peserta didik mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan SPLDV dengan cara yang beragam

Diberikan sebuah persamaan  yang memuat SPLDV. Peserta didik diminta menyelesaikannya dengan berbagai cara (minimal 2 cara)

2, 5, dan 7

5

Berpikir Original (Originality)

Peserta didik mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan SPLDV dengan cara sendiri

Diberikan sebuah soal cerita yang mengandung SPLDV. Peserta didik diminta untuk menyelesaikan soal tersebut tersebut

 

 

6

 

1, 4, 6, dan 8

Berpikir Elaboratif

Peserta didik mampu melengkapi dan merinci secara detil sesuatu yang berkaitan dengan SPLDV

Diberikan sebuah bangun persegi panjang dengan ketentuan yang memuat SPLDV, peserta didik diminta untuk menyelesaikan dari  masalah yang diminta.

4

3 dan 7

Jumlah Soal

8

8

 

Adapun kriteria penskoran menggunakan skor rubik yang disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3.3: Pedoman Penskoran Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika

 

Aspek yang Diukur

Respon terhadap Soal/ Masalah

Skor

Berpikir lancar (fluency)

Tidak menjawab/ memberikan ide yang tidak relevan untuk pemecahan masalah

0

Memberikan sebuah ide yang relevan dengan pemecahan masalah dan pengungkapannya kurang jelas

1

Memberikan sebuah ide yang relevan dengan pemecahan masalah dan pengungkapannya lengkap serta jelas

2

Memberikan lebih dari satu ide yang relevan dengan pemecahan masalah tetapi pengungkapannya kurang jelas

3

Memberikan lebih dari satu ide yang relevan dengan pemecahan masalah dan pengungkapannya jelas

4

Berpikir luwes (Flexiblity)

Tidak menjawab/ memberikan ide yang tidak relevan untuk pemecahan masalah

0

Memberikan jawaban hanya satu cara dan terdapat kekeliruan dalam proses perhitungan sehingga hasilnya salah

1

Memberikan jawaban dengan satu cara, proses perhitungan dan hasilnya benar

2

Memberikan jawaban lebih dari satu cara (beragam) tetapi hasilnya ada yang salah karena terdapat kekeliruan dalam proses perhitungan

3

Memberikan jawaban lebih dari satu cara (beragam), proses perhitungan dan hasilnya benar

4

Berpikir Original (Originality)

Tidak menjawab/ memberikan jawaban yang salah

0

Memberikan jawaban dengan caranya sendiri tetapi tidak dapat dipahami

1

Memberikan jawaban dengan cara sendiri, proses perhitungan sudah terarah tetapi tidak selesai

2

Memberikan jawaban dengan caranya sendiri tetapi terdapat kekeliruan dalam proses perhitungan sehingga hasilnya salah

3

Memberikan jawaban dengan caranya sendiri dan proses perhitungan serta hasilnya benar

4

Berpikir Elaboratif

Tidak menjawab/ memberikan jawaban yang salah

0

Terdapat kekeliruan dalam memperluas situasi tanpa disertaiperincian

1

Terddapat kekeliruan dalam memperluas situasi dan disertai perinci yang kurang detil

2

Memperluas situasi dengan benar dan memerincinya kurang detil

3

Memperluas situasi dengan benar dan merincinya secara detil

4

 

F.     Uji Validitas dan Reliabilitas

1.      Validitas Tes

Instrumen dalam penelitian ini adalah tes essay, maka penganalisaan terhadap hasil tes hasil belajar dengan pengujian validitas tes secara rasional. Validitas rasional adalah validitas yang diperoleh atas dasar hasil pemikiran yang diperoleh dengan berpikir secara logis.[7] Dengan demikian, suatu tes dikatakan memiliki rasional atau belum, dapat dilakukan penelusuran dari dua segi, yaitu dari segi isi dan segi susunan/ konstruksi.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengetahui validitas isi dan validitas konstruki adalah dengan jalan melakukan diskusi panel. Dalam forum diskusi tersebut, para pakar dipandang memiliki keahlian yang ada kaitannya dengan mata pelajaran yang diuji dan kemudian diminta pendapatnya mengenai isi dan konstruksi dari tes tersebut. Dalam diskusi panel ada 2 jenis validator, yaitu validator ahli dan validator praktisi. Yang menjadi validator ahli adalah seorang dosen dan validator praktisi adalah seorang guru matematika yakni seorang guru matematika SMP. Hasil-hasil diskusi dijadikan sebagai acuan untuk menyempurnakan isi dan konstruksi tes tersebut. Berikut hasil tes rekomendasi tertulis tim validator. (komentar selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 3)

Tabel 3.4: Hasil Rekomendasi Tertulis Tim Validator

Tes

Validator 1 (ahli)

Validator 2 (praktisi)

1.   Pretest

Valid, dapat digunakan tanpa revisi

Valid, dengan revisi

2.   Posttest

Valid, dapat digunakan tanpa revisi

Valid, dengan revisi

 

Setelah diperoleh hasil rekomendasi dari tim ahli dan praktisi, peneliti memperbaiki soal yang diperbaiki. Kemudian, soal Pretest dan Posttest tersebut diuji cobakan ke kelas selain kelas yang bukan merupakan siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil yang diperoleh keseluruhan soal valid. (perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 8 & 9 )

2.      Uji Reliabilitas

Suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena intrumen tersebut sudah baik. Hal ini disebut reliabel instrumen. Pada umumnya rumus yang dipakai untuk menguji reliabilitas tes essay adalah[8]

Adapun rumus yang digunakan pada penelitian ini adalah Rumus Alpha  yaitu sebagai berikut:

dimana:

    r11       = Koefisien reliabilitas tes.

    1         = Bilangan konstan.

      = Jumlah varian skor dari tiap-tiap butir item.

    n         = banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes.

         = varians total

Selanjutnya interpretasi terhadap koefisin reliabilitas (r11) pada umumnya digunakan patokan sebagai berikut[9]:

a.       Jika  berarti tes yang diuji memiliki reliabel yang tinggi

b.      Jika  berarti tes yang diuji belum memiliki reliabilitas yang tinggi.

Setelah dilakukan perhitungan dari data pretest dan posttest yang diberikan pada kelas yang berbeda selain kelas eksperimen dan kelas kontrol maka diperoleh harga r11 pretest sebesar dan r11 posttest sebesar , sehingga diperoleh  maka tes dinyatakan reliabel. (perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 10 & 11)

G. Analisis Analisa Data

1.    Analisis Data Awal (Pretest)

a.    Uji Normalitas

Uji normalitas ini bertujuan untuk melihat apakah kelompok data berdistribusi normal atau tidak. Untuk melakukan uji ini  digunakan dengan rumus Chi Kuadrat:

 

 

Keterangan:

     = harga chi kuadrat

        = jumlah kelas interval

      = frekuensi hasil pengamatan

      = frekuensi yang diharapkan

Untuk harga chi-kuadrat digunakan taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan sebesar . Jika  maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

b.    Uji Homogenitas

Uji homogenitas varians digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varians yang sama atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai varians yang sama, maka dikatakan kedua kelompok homogen. Varians adalah dari standar deviasi.

Untuk menguji kesamaan varians tersebut, rumus yang digunakan adalah:

 

Kriteria pengujian adalah jika  berarti kedua varian kelompok homogen. Dengan taraf signifikan 5% dan dk pembilang  dan dk penyebut .

Keteranga:

 = banyaknya data varians yang lebih besar

 = banyaknya data varians yang lebih kecil

c.    Uji Kesamaan Rata-rata

Uji kesamaan rata-rata dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model Probing Prompting terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Teknik yang digunakan dalam menganalisis dan menguji hipotesis adalah uji-t karena membandingkan 2 kelompok sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Jika data kedua kelas berdistribusi normal dan kedua variansinya homogen, rumus uji-t yang digunakan adalah :

 dengan

Kriteria pengujian: Tolak H0 jika  dengan  dengan taraf signifikan 5%.

2.    Analisis Data Akhir (Posttest)

a.    Uji Normalitas

Uji normalitas ini bertujuan untuk melihat apakah kelompok data berdistribusi normal atau tidak. Untuk melakukan uji ini digunakan dengan rumus chi-kuadrat, yaitu:

 

 

Dimana:

 = harga chi-kuadrat

  = jumlah kelas interval

 = frekuensi hasil pengamatan

 = frekuensi yang diharapkan

Untuk harga chi-kuadrat digunakan taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan sebesar . Jika  maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

b.    Uji Homogenitas

Uji homogenitas varians digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varians yang sama atau tidak. Jika kedua kelompok mempunyai varians yang sama, maka dikatakan kedua kelompok homogen. Varians adalah kuadrat dari standar deviasi.

Untuk menguji kesamaan varians tersebut, rumus yang digunakan adalah:

Kriteria pengujian adalah H0 terima jika  dengan taraf nyata 5% dan dk pembilang  dan dk penyebutnya

 

Keterangan:

 = banyaknya data varians yang lebih besar

 = banyaknya data varians yang lebih kecil

c.    Uji Perbedaan Rata-rata

Uji perbedaan rata-rata dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model probing prrompting terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Teknik yang digunakan dalam menganalisis dan menguji hipotesis adalah uji-t karena membandingkan 2 kelompok sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Jika data kedua kelas berdistribusi normal dan kedua variansinya homogen, rumus uji-t yang digunakan adalah:

 dengan

Kriteria pengujian: Tolah H0 jika  dengan  dengan taraf signifikan 5%.

3.    Pengujian Hipotesis

Pada penelitian ini, hipotesis penelitian yang diajukan dianalisis dengan menggunakan rumus uji-t sebagai berikut:

 dengan

             = mean sampel kelompok eksperimen

             = mean sampel kelompok kontrol

              = simpangan baku

             = varians kelompok eksperimen

             = varians kelompok kontrol

 = banyaknya sampel kelompok eksperimen

 = banyaknya sampel kelompok kontrol

Kriteria pengujian H0 diterima apabila . Dengan peluang  dan  daan tolak H0 jika t mempunyai harga-harga lain.



[1] Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian Pendidikan:Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan Peneltian Pengembangan (Bandung: Cita Pustaka Media, 2016), hlm. 15.

[2]Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 2003) hlm. 276.

[3] Ahmad Nizar Rangkuti, Op. Cit, hlm. 46.

[4] Ibid.

[5] Deni Darmarwan, Metode Penelitian Kuantitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2014) hlm. 148.

[6] SuharSimi Arikunto, Op. Cit, hlm. 126.

[7]Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), hlm. 164.

[8] Ibid., hlm. 208.

[9] Ibid., hlm. 209.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS IV SD NEGERI 100215 PERSIAPAN MOSA JULU

  BAB II  UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATE MATIKA PADA MATE RI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS I...