Sabtu, 25 Juni 2022

BAB I PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP KOGNITIF SISWA PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VII MTs S SYAHBUDDIN MUSTAFA NAULI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA

 

PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP KOGNITIF SISWA

 PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

DI KELAS VII MTs S SYAHBUDDIN MUSTAFA NAULI

KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA



BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan usaha sadar dan bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia. Pendidikan adalah investasi sumber daya manusia jangka panjang yang mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia.[1] Oleh karena itu, hampir semua negara menempatkan variabel pendidikan sebagai sesuatu yang penting dan utama dalam konteks membangun bangsa dan negara. Begitu juga di Indonesia menempatkan pendidikan sebagai sesuatu yang sangat penting dan utama.

Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta tanggung jawab. Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut diperlukan adanya pendidikan yang berkualitas dan bermutu serta guru yang profesional, guru juga harus bisa menciptakan suasana belajar yang kreatif dan menyenangkan sehingga harapan dan tujuan dari pendidikan yang diinginkan dapat terwujud.

Di Indonesia, system pendidikan terus menerus mengalami perubahan, baik perubahan kurikulum maupun proses belajar mengajar seperti yang berlangsung sekarang ini. Oleh karena itu, guru sebagai tenaga pendidik mempunyai tujuan utama dalam kegiatan belajar mengajar disekolah supaya dapat mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan, sehingga dapat berdampak baik terhadap pencapaian hasil belajar (kognitif) yang merupakan kontribusi guru yang diupayakan sejak kegiatan belajar mengajar. Dari hasil belajar inilah dapat dilihat suatu keberhasilan siswa terhadap pemahaman tentang materi atau bahan ajar.

Matematika adalah salah satu cabang ilmu yang diajarkan di sekolah dan juga merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting baik dalam pendidikan, lingkungan maupun dalam kehidupan sosial lainnya. Prestasi Matematika siswa di Indonesia sungguh sangat memprihatinkan. Salah satu penyebab rendahnya prestasi Matematika siswa adalah masih banyaknya siswa yang tidak suka Matematika, bahkan mendengar kata “Matematika” saja rasanya ia tidak senang. Nah, dengan keadaan begitu bagaimana bisa seorang siswa mengembangkan potensinya? Sedangkan mempelajari Matematika itu saja mereka setengah hati. Dengan permasalahan seperti itu, tugas seorang guru Matematika bertambah, yaitu bagaiman seorang guru mengajarkan pelajaran yang dianggap seperti monster bagi siswa, agar pembelajaran bisa lebih menyenangkan dan bermakna., sehingga hasil belajar siswa pun meningkat. Apalagi dalam pembelajaran Matematika yang kajiannya adalah bidang abstrak, karena keabstrakannya ini kebanyakan guru kesulitan dalam mengembangkan pembelajaran Matematika.

Guru merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik.[2] Guru juga adalah semua orang yang berwenang dan bertanggungjawab untuk membimbing dan membina anak didik, baik secara individual maupun klasikal di sekolah maupun di luar sekolah. Dalam hal tersebut pemilihan model dan media (alat peraga) pembelajaran merupakan bagian terpenting yang harus dipilih seorang guru. Penggunaan alat peraga pembelajaran harus disesuaikan dengan materi pembelajaran. Apabila guru salah dalam memilih alat peraga pembelajaran maka akan berakibat pada hasil belajar siswa. Alat peraga (media) secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.[3]

Ada beberapa fungsi dari media atau alat peraga pembelajaran dalam bidang Matematika, diantaranya sebagai berikut:

Dengan adanya media pembelajaran, anak-anak akan mengikuti pembelajaran dengan gembira sehingga minatnya dalam mempelajari Matematika semakin besar. Anak-anak senang, terangsang, tertarik dan bersikap positif terhadap pembelajaran Matematika.

Dengan disajikannya konsep Matematika dalam bentuk konkret, maka siswa pada tingkat-tingkat yang lebih rendah akan lebih mudah dan mengerti.

Media pembelajaran dapat membantu daya tilik ruang, karena anak tidak dapat membayangkan bentuk-bentuk geometri ruang sehingga gambar dan benda-benda nyata menjadi media pemahamannya tentang ruang.

Anak akan menyadari adanya hubungan antara pembelajaran dengan benda-benda yang ada disekitarnya, atau antara ilmu dengan alam sekitar dan masyarakat.[4]

 

Setelah peneliti melakukan observasi, ternyata dorongan siswa untuk mempelajari Matematika pada MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara tergolong rendah. Rendahnya hasil belajar siswa belajar Matematika dapat dilihat dari kurangnya semangat belajar siswa. Adapun faktor rendahnya hasil belajar siswa untuk mempelajari Matematika yaitu seperti hasil wawancara siswa dan guru:

Sindy Fauziah Simamora menyatakan bahwa “guru dalam menjelaskan terlalu monoton pada buku dan membosankan karena jarang menggunakan alat peraga untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan”.[5]

Dan hasil wawancara dari guru Matematika, Ibu Tukma Lubis bahwa “minat dan semangat siswa dalam belajar Matematika masih sangat kurang, karena mereka merasa pelajaran Matematika itu sangat sulit, jadi dari pemikiran itulah siswa tidak terlalu tertarik dalam belajar Matematika. Begitu juga karena keterbatasan fasilitas sekolah yang masih kurang membuat siswa dan guru terbatas dalam mengembangkan pembelajaran sehingga membuat hasil belajar siswa menurun. Dalam proses pembelajaran banyak siswa yang tidak memiliki semangat belajar Matematika karena guru hanya menggunakan media buku paket dan papan tulis. Hal ini membuat siswa merasa bosan, malas dan kesulitan dalam memahami pelajaran Matematika serta anggapan siswa bahwa Matematika kurang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya hal ini mengakibatkan siswa tidak dapat mencapai hasil optimal. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya nilai ulangan harian siswa dalam belajar Matematika dan berakibat pada hasil belajar Matematika siswa yang tuntas mencapai 38,5 % dan tidak tuntas sebesar 61,5 %.[6] 

Alat peraga adalah alat yang digunakan pengajar untuk mewujudkan atau mendemonstrasikan bahan pelajaran guru dengan memberikan pengajaran yang jelas tentang pelajaran yang diberikan, dalam hal ini lebih menolong siswa untuk lebih mudah memahami pelajaran dengan menguasai isi dan kecekatan pelajaran dengan baik.[7] Alat peraga merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk memusatkan perhatian siswa agar terfokus dalam pembelajaran. Alat peraga bisa dikatakan sebagai alat yang bisa merangsang siswa untuk terjadinya proses belajar. Media pembelajaran meliputi perangkat keras yang dapat mengantarkan pesan perangkat lunak yang mengadung pesan. Media tidak hanya berupa alat atau bahan, tetapi juga hal lain yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan.[8]

Media pembelajaran sangat menunjang tingkat pemahaman peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar secara langsung. Untuk meningkatkan hasil belajar, siswa harus memperhatikan dan berprestasi dalam proses pembelajaran. Banyak alat peraga yang dipakai untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan linear satu variabel, namun peneliti tertarik untuk menerapkan alat peraga kartu variabel dan kartu konstanta. Alat peraga kartu variabel dan kartu konstanta untuk materi persamaan linear satu variabel dalam penelitian ini adalah alat peraga yang terbuat dari Styrofoam yang dibagian tengah dibuat garis pemisah antara ruas kanan dan ruas kiri, juga kertas warna-warni yang bertulis dengan huruf dan angka. Karena alat peraga ini mudah untuk digunakan oleh siswa. Alat peraga ini juga dapat dengan mudah diaplikasikan dalam pembelajaran materi persamaan linear satu variabel.

Dari uraian permasalahan di atas, peneliti menduga bahwa penggunaan alat peraga inilah yang menjadi faktor utama dalam penentuan tinggi rendahnya hasil belajar siswa pada umumnya. Dalam hal yang dikemukakan tersebut di atas maka penulis tertarik untuk menyusun skripsi dengan judul “Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Terhadap Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel di Kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara”.

B.     Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka masalah penelitian ini dapat didefenisikan sebagai berikut:

1.      Guru belum mampu menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan

2.      Guru masih jarang menggunakan media atau alat peraga yang tepat dalam pembelajaran khususnya Matematika

3.      Sebagian siswa memiliki kemampuan kognitif Matematika yang belum maksimal.

4.      Minat belajar siswa pada mata pelajaran Matematika khususnya pada materi persamaan linear satu variabel masih sangat rendah 

C.    Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka peneliti membatasi permasalahan pada Penggunaan Alat Peraga Terhadap Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel di Kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

D.    Defenisi Operasional Variabel

Defenisi operasional dimaksudkan untuk menghindari kesalahan pemahaman dan perbedaan penafsiran yang berkaitan dengan istilah-istilah dalam judul penelitian ini. Maka defenisi operasional yang perlu dijelaskan sesuai dengan judul yaitu:

1.      Alat Peraga

Yang dimaksud dengan alat peraga adalah media alat bantu pembelajaran, dan segala macam benda yang digunakan untuk memperagakan materi pelajaran. Alat peraga mengandung pengertian bahwa segala sesuatu yang masih bersifat abstrak, kemudian dikonkretkan dengan menggunakan alat agar dapat dijangkau dengan pikiran yang sederhana dan dapat dilihat, dipandang, dan dirasakan. Alat peraga lebih khusus dari media dan teknologi pembelajaran karena berfungsi hanya untuk memperagakan materi pelajaran yang bersifat abstrak.[9] Alat peraga yang dimaksud disini ialah alat-alat yang digunakan guru yang berfungsi membantu guru dalam proses belajarnya dan alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat peraga kartu variabel dan kartu konstanta.

Alat peraga kartu variabel dan kartu konstanta adalah alat peraga yang digunakan guru untuk mempermudah dan membuat siswa lebih tertarik dalam proses belajar mengajar yang terbuat dari styrofoam seperti dan kertas warna-warni (origami) diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Dapat disimpulkan bahwa alat peraga adalah alat-alat yang digunakan guru yang berfungsi membantu guru dalam proses mengajarnya dan membantu peserta didik dalam proses belajarnya.

2.      Kognitif Siswa

Kemampuan kognitif merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa selain dari kemampuan efektif dan psikomotorik. Kemampuan kognitif adalah kemampuan yang berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari aspek mengingat (remembering), memahami (understanding), menerapkan (applying), menganalisis (analysing), menilai (evaluating), menciptakan (creating). Dalam penelitian ini peneliti memfokuskan pada kemampuan kognitif siswa yaitu pada aspek pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi.

E.     Rumusan Masalah

Sejalan dengan judul penelitian dan masalah yang telah dipaparkan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:

1.      Bagaimana nilai pre test kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi persamaan linear satu variabel?

2.      Bagaimana nilai post test kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi persamaan linear satu variabel?

3.      Apakah ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan alat peraga  terhadap kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara?

F.     Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dirumuskan, penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui:

1.      Untuk mengetahui bagaimana nilai pre test kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi persamaan linear satu variabel.

2.      Untuk mengetahui bagaimana nilai post test kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi persamaan linear satu variabel.

3.      Untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan alat peraga terhadap kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

G.    Kegunaan Penelitian

1.      Teoritis

Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan kajian dalam upaya meningkatkan ilmu pendidikan khususnya di bidang pendidikan Matematika.

2.      Praktis

a.       Bagi siswa

Sebagai bahan motivasi bagi siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam belajar Matematika.

b.      Bagi guru

1)      Memberikan masukan pada guru, khususnya guru Matematika dalam melaksanakan proses pembelajaran.

2)      Sebagai sumbangan penelitian untuk meningkatkan kualitas pengajaran Matematika untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan dan sebagai bahan pertimbangan bagi guru pada bidang studi Matematika untuk memilih media atau alat peraga pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan.

c.       Bagi sekolah

Bagi pengelola pendidikan terutama kepala sekolah, penelitian ini diharapkan akan mampu memberikan umpan balik bagi pengembangan dan pembinaan pendidikan, baik mengenai rencana dan solusi pembelajaran maupun penelitian media pembelajaran.

H.    Sistematika Pembahasan

Untuk memudahkan pembahasan dan penulisan penelitian ini, peneliti membagi pada beberapa bab untuk tiap-tiap bab terdiri dari sub bab. Adapun perincian dan sistematika penulisan tersebut adalah:

Bab I, merupakan pendahuluan yang menjadi pengantar umum dari keseluruhan isi tulisan. Adapun bab ini membahas tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, defenisi operasional variabel, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika pembahasan.

Bab II, merupakan landasan teori yang membahas tentang kerangka teori, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis.

Bab III, merupakan metodologi penelitian yang menjelaskan tentang tempat dan waktu penelitian, jenis dan metode penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, validasi instrumen, teknik pengumpulan data, teknik analisis data.

Bab IV, merupakan hasil penelitian yang mencakup keseluruhan uraian temuan penelitian yang akan menjadi jawaban dari permasalahan penelitian yang telah dirumuskan. Adapun isi dari hasil penelitian meeliputi deskripsi data, pengujian persyaratan analisis, uji hipotesis, pembahasan, dan keterbatasan penelitian.

Bab V, merupakan penutup yang mencakup dari kesimpulan dan saran-saran.



[1]Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011), hlm. 2

[2]Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm . 31. 

[3]Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta; Raja Grafindo Persada, 2013), hlm. 3

[4]Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm. 141

[5]Sindy Fauziah Simamora Kelas VII, Wawancara di MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara Pada 26 November  2019 jam 10.00 WIB

[6]Tukma Lubis Wawancara dengan Guru Matematika Kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli  Kabupaten Padang Lawas Utara pada 26 November 2019 jam 11.154

[7]Warty Soemanto dan Hendyat Soetopo, Dasar dan Teori Pendidikan Dunia Tantangan Bagi Para Pemimpin Pendidik, (Surabaya: Usaha Nasional, 1995), hlm. 156.

[8]Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008), hlm 244.

[9]Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013), hlm. 9


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS IV SD NEGERI 100215 PERSIAPAN MOSA JULU

  BAB II  UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATE MATIKA PADA MATE RI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS I...