Minggu, 26 Juni 2022

BAB III PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP KOGNITIF SISWA PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VII MTs S SYAHBUDDIN MUSTAFA NAULI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA

PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP KOGNITIF SISWA

 PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

DI KELAS VII MTs S SYAHBUDDIN MUSTAFA NAULI

KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

A.    Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian ini dilaksanakan di MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli yang beralamat di Jalan Padangsidimpuan-Gunungtua KM 30 Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas Utara.  Adapun alasan peneliti memilih MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara sebagai lokasi penelitian dikarenakan sekolah ini masih banyak terdapat siswa yang masih rendah hasil belajar Matematikanya, dan penerapan alat peraga masih jarang digunakan dan penelitian ini belum pernah diteliti di sekolah ini. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal  29 Desember 2020 sampai 14 januari 2021. Adapun Time Schedule penelitian ini terdapat pada lampiran 1.

B.     Jenis dan Metode Penelitian

41

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Eksperimen bermaksud untuk membandingkan efek variasi variabel bebas terhadap variabel tergantung melalui manipulasi atau pengendalian variabel bebas tersebut.[1] Menurut Ahmad Nizar Rangkuti , metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.[2] Menurut Borg dan Galll yang kutip oleh Ibnu Hajar, metode eksperimen merupakan desain penelitian ilmiah yang paling teliti dan tepat untuk menyelidiki pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang lain. Eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk melihat pengaruh variabel-variabel.[3]

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa “penelitian eksperimen adalah suatu metode penelitian yang menguji secara teliti dan hipotesis menyangkut hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain eksperimen non randomized control group pre test post test design, yaitu prosedur desain yang sama dengan prosedur randomized control group pre test post test design, kecuali subjek ditempatkan secara tidak random. Berarti penelitian dilakukan terhadap kelas yang sudah tersedia atau tidak memungkinkan penempatan subjek dilakukan secara random. Bila dilakukan penempatan secara random mungkin dapat mengganggu system atau kondisi yang ada. Penelitian eksperimen dengan non randomized control group pre test post test design disajikan pada tabel 3.1.

 

 

 

Tabel 3.1

 Non Randomized Control Group  Pre Test Post Test Design[4]

 

Kelompok

Pretest

Perlakuan

Posttest

Eksperimen

X

Kontrol

-           

 

Keterangan:

 = nilai Pre Test (Tes Awal)

 = nilai Post Test (Tes Akhir)

X = Diberikan perlakuan terhadap kelas eksperimen dengan alat peraga

 = Tidak diberi perlakuan/hanya pembelajaran seperti biasanya

 (konvensional)

Dalam desain ini, ada dua kelompok subjek, satu mendapat perlakuan dan satu kelompok sebagai kelompok kontrol. Keduanya diberi pretest dan postest secara tidak dipilih secara random. Pretest dilakukan untuk mengetahui keadaan awal dari kelas kontrol dan eksperimen. Sedangkan postest dilakukan untuk mengetahui keadaan setelah diberi perlakuan. Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan. Dan hasil postest yang baik bila nilai kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dengan kelompok kontrol.  

 

 

C.    Populasi dan Sampel

1.      Populasi

Menurut Sugiono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi, populasi bukan hanya orang, tetapi jug objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifatyang dimiliki subjek/objek itu.[5]

 Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara yang berjumlah 146 siswa. adapun jumlah populasi dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini yaitu:

Tabel 3.2

Tabel Populasi Penelitian

 

Kelas

Siswa

VII AL

34

VII BL

36

VII AP

30

VII BP

30

VII C

16

Jumlah

146

Sumber: Data Jumlah Siswa Kelas VII MTs S Syahbuddin Musthafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara

2.      Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Ahmad Nizar Rangkuti Menjelaskan “Sampel adalah sebagian objek yang mewakili populasi yang dipilih dengan cara tertentu.[6]

Sampel adalah suatu kelompok yang lebih kecil atau bagian dari populasi secara keseluruhan. Sampel itu merupakan sejumlah kelompok kecil yang mewakili populasi untuk dijadikan sebagai objek penelitian. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.[7]

       Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel. Jenis teknik sampling yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik pemilihan dengan pemilihan Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

      Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VII AP dan kelas VII BP. Peneliti mengambil kelas tersebut untuk dijadikan sampel dengan pertimbangan tertentu. Peneliti mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki antara kelas VII AP dan kelas VIII BP yaitu sama, sehingga memudahkan peneliti nantinya dalam melaksanakan kegiatan penelitian dan hasil yang didaptkan juga akan lebih maksimal.

      Teknik sampling ini menggunakan teknik pemilihan purposive sampling. Tekniknya yaitu dengan cara peneliti akan memberikan soal pretest kepada siswa kelas VII di MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli yaitu pada kelas VII AP sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 30 orang dan kelas VII BP sebagai kelas kontrol yang berjumlah 30 orang. Jumlah sampel penelitian dapat disajikan pada tabel 3.3.

Tabel 3.3

Sampel Penelitian

 

Kelas

perlakuan

Siswa

Sampel

VII AP

Eksperimen

30

30 siswa

VII BP

Kontrol

30

30 siswa

Jumlah

60

60 siswa

 

D.    Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Instrumen penelitian merupakan alat bantu bagi peneliti dalam mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Data tersebut dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah/pertanyaan penilitian. Kualitas instrumen akan menentukan kualitas data yang terkumpul. Instrumen sebagai alat pengumpul data harus betul-betul dirancang dan dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan data empiris sebagaimana adanya.

Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen pengumpulan data yaitu dalam bentuk instrumen tes. Instrument tes adalah alat yang digunakan dalam rangka pengukuran dan penilaian, biasanya berupa sejumlah pertanyaan/soal yang akan diberikan untuk dijawab oleh subjek yang diteliti (guru/siswa). Dalam penelitian Pendidikan Matematika, instrument tes biasanya digunakan untuk mengukur aspek kognitif, seperti prestasi belajar, hasil belajar atau kemampuan matematika tertentu.[8]

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Adapun tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes subbjektif, yaitu tes yang berbentu essay (uraian) yang menuntut siswa menjawabnya dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan dan bentuk lain yang sejenis dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata sendiri.

Berikut ini rubrik penilaian  dan kisi-kisi instrumen tes terhadap kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel:

Tabel 3.4

Rubrik Penilaian/Pedoman Penskoran Tes[9]

 

No

Keterangan

Skor

1

Siswa menjawab pertanyaan dengan lengkap dan benar

4

2

Siswa menjawab pertanyaan dengan benar dan cara penyelesaiannya kurang

3

3

Siswa menjawab pertanyaan dengan benar dan cara penyelesaiannya salah

2

4

Siswa menjawab pertanyaan dengan salah dan cara penyelesaiannya salah

1

5

Siswa tidak menjawab soal

0

 

 

 

Tabel 3.5

Kisi-kisi Tes

 

No

Indikator

Jenjang Kemampuan Kognitif

Kisi-kisi soal

No

Soal

C1

C2

C3

C4

C5

C6

1.

Mengetahui konsep dari kalimat benar dan salah

 

 

 

 

 

Menyatakan konsep dari kalimat benar dan salah 

1

2.

Memahami persoalan kalimat benar dan salah

 

 

 

 

 

Membedakan kalimat benar dan salah

2

3.

Mengaplikasikan persoalan yang ada pada Persamaan Linear Satu Varabel

 

 

 

 

 

Menentukan  konsep atau nilai dari persamaan linear satu variabel

3

4.

Menganalisis persoalan yang ada pada Persamaan Linear satu Variabel

 

 

 

 

 

Memecahkan persoalan yang ada pada persamaan linear satu variabel

4

5.

Mengevaluasi persoalan yang ada pada Persamaan Linear satu Variabel

 

 

 

 

 

Membuktikan atau memeriksa kembali nilai kebenaran  dari suatu persamaan linear satu variabel

5

6.

Mengkreasikan persoalan yang ada pada Persamaan Linear Satu Variabel

 

 

 

 

 

Menggambarkan persoalan yang ada pada persamaan linear satu variabel serta mengkaitkkannya dengan penyelesaiannya

6

E.     Validasi Instrumen

Adapun pengembangan instrument dalam penelitian yang dilakukan adalah:

1.      Uji Validitas

Validitas sering diartikan dengan kesahihan. Menurut Granlund dalam buku Sukardi Valid dapat diartikan sebagai kesempatan interprestasi yang dihasilkan dari skor tes atau instrumen validasi. Validasi adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan instrumen. Sebuah instrument dikatakan memiliki validasi jika hasilnya sesuai dengan kriteria atau sebuah ukuran, dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil instrumen tersebut dengan kriteria. Teknik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah teknik korelasi product moment dengan angka kasar. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Keterangan:

             : Koefisien korelasi

       : Jumlah hasil kali x dan y

           : Jumlah kuadrat x

           : Jumlah kuadrat y

               : Jumlah sampel

                : Skor butir

                : Skor total

Dengan kriteria pengujian ini dikatan valid jika:

(  = 0,05). Berikut ini kriteria uji validitas dapat dilihat pada tabel:

Tabel 3.6

Kriteria Koefisien Validitas.[10]

 

Interval Koefisien

Kriteria

0,80 – 1,000

Sangat Kuat

0,60 – 0,799

Kuat

0,40 – 0,599

Cukup Kuat

0,20 – 0,399

Rendah

0,00 – 0,199

Sangat Rendah

 

            Validitas instrumen penelitian ini dihitung dengan menggunakan program aplikasi SPSS (Statistical product and Service Solution)  Versi 21. Untuk menentukan valid atau tidaknya suatu tes dengan menggunakan aplikasi SPSS Versi 21 dengan menggunakan uji pearson correlation dengan kriteria tes sebagai berikut:

1.        Jika nilai pearson correlation > rtabel, maka butir soal tes valid.

2.        Jika nilai pearson correlation< rtabel, maka butir soal tes tidak valid.

Dengan kriteria pengujian tes dikatakan valid jika rxy > rtabel (  Untuk melihat rtabel dilihat dari jumlah sampel kelas uji coba tes, dengan jumlah sampel 15 siswa maka  rtabel  = 0,514. Berikut ini hasil uji validitas intrumen pretest dengan menggunakan SPSS v.21 dapat dilihat pada tabel:

Tabel 3.7

Hasil Validitas Uji Coba Instrument Pretest Dengan SPSS v.21

 

Correlations

 

Item Total

Keterangan

Interpretasi

SOAL 1

Pearson Correlation

.740

Instrumen valid, jika rhitung (Pearson Correlation)  rtabel dengan

N - 2 = 13 pada taraf signifikansi 5% sehingga diproleh rtabel = 0,553

Valid

Sig. (2-tailed)

.002

N

15

SOAL 2

Pearson Correlation

.635

 

Valid

 

Sig. (2-tailed)

.011

N

15

SOAL 3

Pearson Correlation

.773*

Valid

Sig. (2-tailed)

.001

N

15

SOAL 4

Pearson Correlation

.754*

Valid

Sig. (2-tailed)

.001

N

15

SOAL 5

Pearson Correlation

.905*

Valid

Sig. (2-tailed)

.000

N

15

SOAL 6

Pearson Correlation

.561

Valid

Sig. (2-tailed)

.029

N

15

SKOR

Pearson Correlation

1**

 

Sig.(2- tailed

 

N

15

                                                                                                                                   

                   *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

                         **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

 

                    Dari tabel di atas dengan nilai , terdapat 4 butir soal valid kategori kuat, 1 butir soal valid kategori sangat kuat, dan 1 butir soal valid kategori cukup kuat, maka dapat disimpulkan semua tes pretest valid. Untuk soal yang valid akan diuji reliabilitas. Berikut ini hasil uji validitas instrumen posttest dengan menggunakan SPSS v.21 dapat dilihat pada tabel:

                   Tabel 3.8

                   Hasil Validitas Uji Coba Uji Instrument Posttest dengan SPSS v.21

 

Correlations

 

Item Total

Keterangan

Interpretasi

SOAL 1

Pearson Correlation

.640

Instrumen valid, jika rhitung (Pearson Correlation)  rtabel dengan

N - 2 = 13 pada taraf signifikansi 5% sehingga diproleh rtabel = 0,553

Valid

Sig. (2-tailed)

.010

N

15

SOAL 2

Pearson Correlation

.871

 

Valid

 

Sig. (2-tailed)

.000

N

15

SOAL 3

Pearson Correlation

.768

Valid

Sig. (2-tailed)

.001

N

15

SOAL 4

Pearson Correlation

.621

Valid

Sig. (2-tailed)

.013

N

15

SOAL 5

Pearson Correlation

.518

Valid

Sig. (2-tailed)

.048

N

15

SOAL 6

Pearson Correlation

.644

Valid

Sig. (2-tailed)

.009

N

15

SKOR

Pearson Correlation

1*

 

Sig.(2- tailed

 

N

15

                                                                                                                                   

                   *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

                         **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

                        Dari tabel di atas dengan nilai  = 0,514 jadi semua nilai pearson correlation > , terdapat 4 butir soal valid kategori kuat, 1 butir soal valid kategori cukup kuat, dan 1 butir soal valid kategori sangat kuat, maka dapat disimpulkan semua tes posttest valid. Untuk soal yang valid akan dilakukan uji reliabilitas.

2.      Uji Reliabilitas

Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Reliabilitas berasal dari kata reliability sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Reliabilitas tes berhubungan dengan masalah ketetapan hasilntes. Seandainya hasilnya berubah-ubah, perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti. Jadi reliabilitas tes adalah suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk mengetahui reliabilitas seluruh tes digunakan rumus cronbach’s alpha:

             r= ] [

keterangan:

r     : Koefisien reliabilitas.

k    : Banyaknya butir soal

   : Simpangan baku butir tes ke-1.

  : Simpangan baku seluruh butir tes.

Berikut kriteria uji realibilitas dapat dilihat pada tabel 3.9.   

Tabel 3.9

Kriteria Koefisien Reliabilitas.[11]

 

Interval Koefisien

Kriteria

0,80 < r ≤ 1,00

Sangat Tinggi

0,60 < r ≤ 0,80

Tinggi

0,40 < r ≤ 0,60

Cukup

0,20 < r ≤ 0,40

Rendah

0,00 < r ≤ 0,20

Sangat Rendah

 

                        Untuk dapat mengetahui reilabilitas tes, soal bentuk subjektif uji Cronbach’s Alpha menggunakan SPSS v.21. untuk mengukur reliabilitas suatu butir tes atau angket dapat dilakukan dengan membandingkan nilai Pearson Correlation dengan   dan  pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 95% (dk= n -2 atau 15 – 2 = 13) sehingga diperoleh = 0,553. Jika nilai Pearson Correlation >  maka butir soal tes reliable dan jika Pearson Correlation < maka butir soal tes tidak reliable. Berikut ini hasil uji reliabilitas instrumen pretest dengan menggunakan SPSS v.21 dapat dilihat pada tabel:

                  Tabel 3.10

                  Hasil Uji Reliabilitas Uji Coba Instrumen Pretest Dengan SPSS v.21

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.821

6

 

                        Dari tabel di atas, diketahui bahwa nilai  pada instrument pretest sebesar 0,821 kemudian nilai tersebut dibandingkan dengan nilai  = 0,553. Maka dapat disimpulkan bahwa  >  (0,821 > 0,553) maka dapat dibuktikan uji coba instrument pretest reliable kategori tinggi. Berikut ini hasil uji realibilitas instrumen posttest dengan menggunakan SPSS v.21 dapat dilihat pada tabel:

                  Tabel 3.11

                  Hasil Uji Reliabilitas Uji Coba Instrumen Posttest Dengan SPSS v.21

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

.745

6

                  

 

 

 

                       

Dari tabel di atas, diketahui bahwa nilai  pada instrument posttest sebesar 0,745 kemudian nilai tersebut dibandingkan dengan nilai  = 0,553. Maka dapat disimpulkan bahwa  >  (0,745 > 0,553) maka dapat dibuktikan uji coba instrument pretest reliable kategori tinggi.

 

3.      Tingkat Kesukaran Tes

Tingkat kesukaran adalah keberadaan suatu butir soal apakah dipandang sukar, sedang, atau ,mudah dalam mengerjakannya.[12]

Perhitungan indeks kesukaran butir menggunakan rumus tertentu sesuai dengan bentuk tes. Pada penelitian ini digunakan tes berbentuk uraian.

                         Rumus indeks kesukaran soal bentuk tes uraian yaitu:

Keterangan:

P                : taraf kesukaran soal

Mean         : nilai rata-rata dan banyaknya yang menjawab soal dengan benar

S.max        : skor maksimum soal

Tes yang baik itu adalah tes yang harus memenuhi validitas, reliabilitas dan daya keseimbangan dari tingkat kesukaran soal. Keseimbangan yang dimaksudkan adalah adanya soal-soal yang termasuk mudah, sedang dan sukar secara proporsional. Ada beberapa dasar pertimbangan dalam menentukan proporsi jumlah soal kategori mudah, sedang dan sukar. Pertimbangan pertama adalah adanya keseimbangan, yakni jumlah soal sama untuk ketiga kategori tersebut, artinya sebagai besar soal berada dalam kategori sedang sebagian lagi termasuk kategori mudah dan sukar dengan proporsi yang seimbang. Kriteria tingkat kesukaran dapat dilihat pada tabel berikut:

 

Tabel 3.12

Kriteria tingkat kesukaran

 

Besar indeks kesukaran

Interpretasi

P = 0,00

Terlalu Sukar

0,00 < P ≤ 0,40

Sukar

0,40 < P ≤ 0,70

Sedang

0,70 < P ≤ 1,00

Mudah

P = 1,00

Terlalu Mudah

 

D

T

 

Hasil uji coba tingkat kesukaran tes pretest dan posttest dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 3.13

Hasil Uji Coba Pretest Tingkat Kesukaran Tes

 

Nomor Item Soal

 

 

Kriteria

1

P =  = 0,73

Mudah

2

P =  = 0,82

Mudah

3

P =  = 0,65

Sedang

4

P =  = 0,42

Sedang

5

P =  = 0.55

Sedang

6

P =  = 0,55

Sedang

 

Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus tingkat kesukaran soal diperoleh 2 butir soal berkategori mudah, 4 butir soal berkategori sedang.

 

Tabel 3.14

Hasil Uji Coba Posttest Tingkat Kesukaran Tes

 

Nomor Item Soal

 

Kriteria

1

P =  = 0,87

Mudah

2

P =  = 0,87

Mudah

3

P =  = 0,72

Mudah

4

P =  = 0,40

Sukar

5

P =  = 0.48

Sedang

6

P =  = 0,48

Sedang

 

Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus tingkat kesukaran soal diperoleh 1 butir soal berkategori sukar, 2 butir soal berkategori sedang, dan 3 butir soal berkategori mudah.

4.      Daya Pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (kemampuan rendah). Semakin tinggi indeks daya pembeda soal berarti semakin baik soal tersebut membedakam siswa yang telah memahami materi dengan siswa yang belum memahami materi. Indeks daya pembeda berkisar antara -1,00 sampai dengan +1,00. Untuk menghitung daya pembeda soal digunakan rumus:

DB =

     Keterangan:

   SA        : Jumlah skor kelompok atas suatu butir.

            SB        : Jumlah skor kelompok bawah suatu butir.

            S.max   : Jumlah skor ideal atas suatu butir.

Kriteria yang digunakan pada daya pembeda adalah:

Tabel 3.15

Kriteria daya pembeda soal

 

Nilai kesukaran

Interpretasi

0,00 – 0,20

Jelek

0,20 – 0,40

cukup

0,40 – 0,70

Baik

0,70 – 1,00

Baik sekali

Bertanda negatif (-)

Jelek sekali

 

Hasil uji coba daya pembeda pretest dan posttest  dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

                   Tabel 3.16

                   Hasil Uji Coba Pretest Daya Pembeda

 

Nomor Item Soal

DP =

Kriteria

1

DP =  = 0,22

Cukup

2

DP =

Baik 

3

DP =

Cukup

4

DP =  = 0,24

Cukup

5

DP =  = 0,41

Baik

6

DP =  = 0,21

Cukup

 

     Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus daya pembeda diperoleh 4 butir soal berkategori cukup dan 2 butir soal berkategori baik.

 

                   Tabel 3.17

                   Hasil Uji Coba Posttest Daya Pembeda

 

Nomor Item Soal

DP =

Kriteria

1

       DP =  = 0,23

Cukup

2

DP =  0,22

Cukup

3

      DP =

Baik

4

DP =  = 0,22

Cukup

5

DP =  = 0,42

Baik

6

  DP =  = 0,42

Baik

                                                                                         

   Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus daya pembeda diperoleh 3 butir soal kategori cukup dan 3 butir soal kategori baik.

F.     Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan suatu kegiatan mencari data di lapangan yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan penelitia. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat peristiwa, karakteristik atau nilai suatu variabel yang dapat dilakukan dalam berbagai setting, sumber dan berbagai teknik/cara.[13]

Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dari segi teknik atau cara, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan peneliti melalui teknik tes. Pengumpulan data melalui teknik tes dilakukan dengan memberikan instrumen tes yang terdiri dari seperangkat pertnyaan/soal untuk memperoleh data mengenai kemampuan siswa terutama pada aspek kognitif.

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau abakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes tertulis dapat dibedakan atas dua bentuk esai (uraian) yang menuntut siswa menjawabnya dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan dan bentuk lain yang sejenis dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata sendiri, tes tersebut adalah tes objektif dan subjektif.

Adapun tes yang digunakan untuk kedua variabel dalam penelitian ini adalah tes subbjektif yaitu tes tertulis yang berbentuk esai (uraian). Adapun prosedur penelitian dengan menggunakan rumus.[14]

Tes tersebut diujicobakan kepada siswa tentang materi persamaan linear satu variabel. Soal tes yang sudah dianalisis dan dinyatakan valid yang akan dijadikan soal tes.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka peneliti dalam mengumpulkan data akan memberikan instrumen tes kepada objek yang akan diteliti yaitu kelas VII Pondok Pesantren Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara pada kelas yang telah ditentukan menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tes terdiri dari tes pre test dan tes post test. Pre test akan diberikan di awal pertemuan sebelum dilakukan perlakuan variabel x dan kemudian di akhir pertemuan akan diberikan tes post test untuk melihat bagaimana hasil perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen. Kemudian dari hasil tes tersebut akan didapat data hasil nilai siswa dan kemudian data tersebut akan diolah sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan untuk menjawab penelitian ini.

G.    Teknik Analisis Data

1.      Analisis Statistik Deskriptif

Cara menganalisis data menggunakan deskriftif dengan mencari nilai pemusatan data ( rata-rata, median, dan modus) dan nilai sebaran data (varians dan standar deviasi).

a.      Mean (rata-rata)

Mean adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut.

Adapun rumus mean yang digunakan adalah:[15]

M =

Keterangan :

M         : Mean.                                                                     

       : Jumlah semua nilai siswa

            N          : Banyak siswa.

          Untuk kriteria hasil perhitungan mean sebagai berikut:[16]

Tabel 3.17

Kriteria Nilai Rata-rata Soal

 

Nilai Kesukaran

Interpretasi

80 – 100

Baik Sekali

66 – 79

Baik

59 – 69

Cukup

40 – 55

Kurang

< 40

Kurang Sekali

 

                        Pada penelitian ini untuk mencari mean peneliti menggunakan SPSS v.22.

b.      Median ( nilai tengah)

Median adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya.

                        1). Rumus median yang digunakan untuk n ganjil yaitu:[17]

                                    Me =

                        2). Rumus median yang digunakan untuk n genap yaitu:

                                    Me =

                        Pada penelitian ini untuk mencari median peneliti menggunakan SPSS v.22.

c.       Modus (nilai yang sering muncul)

               Modus adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai yang sering muncul.

Pada penelitian ini untuk mencari modus peneliti menggunakan SPSS v.21.

d.      Varians

               Varians  adalah ukuran-ukuran keragaman/variasi data statistik yang sering digunakan. Varians juga disebut sebagai rata-rata kuadrat dari semua nilai terhadap rata-rata hitung.

    Rumus yang dipakai adalah:

                2  =

Keterangan :

2         : Variansi

n          : Jumlah siswa

x2        : Jumlah hasil kuadrat nilai x

(x)2    : Jumlah nilai dikuadratkan

Pada penelitian ini untuk mencari varians peneliti menggunakan SPSS v.22.

 

 

e.       Standar Deviasi

               Standar deviasi atau simpangan baku adalah akar kuadrat dari varians. Jadi, jika salah satu nilai dari kedua ukuran tersebut diketahui maka akan diketahui juga nilai ukuran yang lain.

               Rumus yang dipakai adalah:

   S =   atau S =

   Keterangan:

   S          : Standar deviasi.

           : Jumlah individu.[18]

Pada penelitian ini untuk mencari standar deviasi peneliti menggunakan SPSS v.22.

2.    Analisis Statistik Inferensial

a.      Analisis Data Awal (Pretest)

1)      Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui kenormalan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perhitungan dilakukan dengan data dari nilai pretest. Rumus yang digunakan yaitu rumus Chi kuadrat:

X2 =

Keterangan:

X2   : Harga ci kuadrat

K    : Jumlah kelas interval

Oi   : Frekuensi hasil pengamatan

Ei    : Frekuensi yang diharapkan

Untuk mencari X2tabel, di konsultasikan dengan X2 dengan taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan k-1.

Kriteria Pengujian : Terima  jika X2hitung < X2tabel, artinya data berdistribusi normal. Pada keadaan lain data tidak berdistribusi normal.

Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji kolmogrov-Simirnov dengan menggunakan SPSS v.21 dengan kriteria  sebagai berikut:

a.          Jika nilai signifikansi (Sig.) > 0,05, maka data pretest siswa berdistribusi normal.

b.         Jika nilai signifikansi (Sig.) < 0,05, maka data pretest siswa tidak berdistribusi normal.

2)      Uji Homogenitas

Uji homogenitas varians digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelas yaitu eksperimen dan kontrol sama atau beda. Jika kedua kelompok mempunyai varians yang sama maka dikatakan kedua kelompok homogen. Dengan menggunakan uji varians dua peubah penuh bebas. Hipotesis yang akan di uji yaitu:

a.      Ho: Hipotesis pembanding .

b.      Ha: Hipotesis alternativ.

Untuk mengetahui kesamaan varians tersebut, Uji statistik menggunakan uji-F dengan rumus yaitu:

F =

Kriteria pengujian yaitu:

Terima Ha jika Fhitung <  

Tolak Ha jika F mempunyai harga lain.

 Keterangan:

 = banyaknya data yang variansnya lebih besar

= banyaknya data yang variansnya lebih kecil.

Uji homogenitas data dilakukan dengan menggunakan perhitungan SPSS v.21 dengan kriteria perhitungan sebagai berikut:

a.          Jika nilai signifikansi (Sig.) Based One Mean > 0,05, maka varians data kedua kelas homogen.

b.         Jika nilai signifikansi (Sig.) Based One Mean < 0,05, maka varians data kedua kelas tidak homogen.

3)      Uji kesamaan Rata-rata

Uji kesamaan rata-rata dilakukan agar diketahui kelompok sampel yang akan diberikan perlakuan diketahui apakah rata-rata kemampuan awal sama atau berbeda. Secara umum rumusnya yaitu:

Ho          :

Ha          :

Dimana:

: Rata-rata data kelompok eksperimen

 : Rata-rata data kelompok kontrol

Jika data kedua kelas berdistribusi normal dan kedua variansnya homogen, rumus uji-t digunakan yaitu:

thitung       =

Keterangan:

                : Variansi kelompok eksperimen

                : Variansi kelompok control

                : Banyaknya sampel kelompok eksperimen

                : Banyaknya sampel kelompok control

Kriteria pengujian Ho diterima apabila <  dengan peluang  [1 -  dan dk =( +  – 2) dan tolak Ho jika mempunyai harga-harga lain.

Analisis data persamaan rata-rata digunakan uji-t dan uji Independent Sampel T Test  dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21. dengan kriteria pengujian sebagai berikut:

a.             Apabila nilai signifikansi ( 2 –tailed) > 0,05 maka tidak terdapat perbedaan rata-rata penggunaan alat peraga dan kognitif siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

b.            Apabila nilai signifikansi ( 2 –tailed) < 0,05 maka terdapat perbedaan rata-rata penggunaan alat peraga dan kognitif siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

b.  Analisis Data Akhir (Posttest)

1)      Uji Normalitas

Langkah-langkah pengujian normalitas tahap tahap ini sama dengan langkah uji normalitas pada tahap awal.

2)      Uji homogenitas

Langkah-langkah pengujian normalitas tahap tahap ini samadengan langkah uji normalitas pada tahap awal.

 

3)      Uji Perbedaan dua rata-rata

Uji perbedaan rata-rata dilakukan agar diketaui kelompok sampel yang akan diberikan perlakuan diketahui apakah rata-rata kemampuan akhir sama atau berbeda. Secara umum rumusnya yaitu:

Ho         :

Ha         :

 Dimana:

             : Rata-rata data kelompok eksperimen.

       : Rata-rata data kelompok kontrol.

   Jika data kedua kelas berdistribusi normal dan kedua variansnya homogen, rumus uji-t digunakan yaitu:

thitung       =

Keterangan:

                : Variansi kelompok eksperimen

                : Variansi kelompok control

                : Banyaknya sampel kelompok eksperimen

                : Banyaknya sampel kelompok control

Kriteria pengujian Ha diterima apabila >  dengan peluang  [1 -  dan dk =( +  – 2) dan tolak Ha jika mempunyai harga-harga lain.

Analisis data persamaan rata-rata digunakan uji-t dan uji Independent Sampel T Test  dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21. dengan kriteria pengujian sebagai berikut:

c.       Apabila nilai signifikansi ( 2 –tailed) > 0,05 maka tidak terdapat perbedaan rata-rata penggunaan alat peraga dan kognitif siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

d.      Apabila nilai signifikansi ( 2 –tailed) < 0,05 maka terdapat perbedaan rata-rata penggunaan alat peraga dankognitif siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.

4)      Uji Hipotesis

Analisis data hipotesis dilakukan uji statistik (signifikan) dengan uji perbedaan rata-rata (uji t). bunyi  hipotesis sebagai berikut:

a.       Ho = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan alat peraga terhadap kognitif  siswa pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara

b.      Ha = Terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan alat peraga terhadap kognitif  siswa pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara

Nilai Sig. (2-tailed) dihitung dengan menggunakan SPSS v.21 dan nilai thitung dihitung dengan rumus sebagai berikut:

thitung       =

nilai ttabel dapat ditentukan dengan menggunakan tabel distribusi t dengan cara sebagai berikut: taraf signifikan (dua arah) dengan dk = (n1 + n2) – 2.

               Kaidah pengujian hipotesis  sebagai berikut:

a.       Jika nilai Sig.(2-tailed) > 0,05 atau thitung < ttabel  maka  Ho diterima.

b.      Jika nilai Sig.(2-tailed) < 0,05 atau thitung > ttabel  maka  Ha diterima.

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dideskripsikan data penelitian dan pembahasan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang telah valid dan reliabel. Hasil analisis validasi intrumen terdapat pada bab III terakhir.

A.    Deskripsi Data Penelitian

1.      Data Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa

Hasil perhitungan daftar distribusi frekuensi menggunakan SPSS v.21. Daftar distribusi frekuensi nilai pretest kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut:

Tabel 4.1

Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen

 

No

Kelas Interval

Frekuensi Absolut

Frekuensi Relatif

1

50 – 55

6

20 %

2

56 – 61

4

13 %

3

62 – 67

  10

34 %

4

68 – 73

3

10 %

5

74 – 79

6

20 %

6

80 – 85

1

3 %

 

Jumlah

30

100 %

           

Selanjutnya dari data di atas dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran 21). Dari hasil perhitungan disajikan dalam tabel berikut:

 

72

 


Table 4.2

Deskripsi Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel kelas Eksperimen

 

Deskripsi Data

Kelas Eksperimen

Nilai Tertinggi

83

Nilai Terendah

50

Mean

65,2

Median

63

Modus

63

Standar Deviasi

9,07

Variansi Sampel

82,23

 

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai pretest kognitif siswa pada kelas eksperimen cenderung memusat ke angka rata-rata 65,2 termasuk dalam kriteria cukup,dan dari data nilai standar deviasi sebesar 9,07, dapat disimpulkan bahwa data tergolong homogen.

Selanjutnya untuk data pretest kognitif siswa pada kelas kontrol disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut.

Tabel 4.3

Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol

 

No

Kelas Interval

Frekuensi Absolut

Frekuensi Relatif

1

46 – 52

6

20 %

2

53 – 59

4

13 %

3

60 – 66

5

17 %

4

67 – 73

10

34 %

5

74 – 80

4

13 %

6

81 – 87

1

13 %

 

Jumlah

30

100 %

Selanjutnya dari data di atas dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran 21). Dari hasil perhitungan disajikan dalam tabel berikut:

Table 4.4

Deskripsi Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas kontrol

 

Deskripsi Data

Kelas Kontrol

Nilai Tertinggi

83

Nilai Terendah

46

Rentang Data

37

Mean

63,7

Median

65

Modus

71

Standar Deviasi

9,97

Variansi Sampel

99,37

 

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai pretest kognitif siswa pada kelas kontrol cenderung memusat ke angka rata-rata 63,7 termasuk kriteria cukup, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 9,97, dapat disimpulkan bahwa data tergolong homogen.

2.      Deskripsi Data Nilai Akhir (Posttest)

Daftar distribusi frekuensi nilai posttest dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.5

Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen

                                                                                       

No

Kelas Interval

Frekuensi Absolut

Frekuensi Relatif

1

58 – 64

2

7 %

2

65 – 71

2

7 %

3

72 – 78

2

7 %

4

79 – 85

11

36 %

5

86 – 92

12

40 %

6

93 – 99

1

3 %

 

Jumlah

30

100 %

 

Selanjutnya dari data di atas dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran 22). Dari hasil perhitungan ditunjukkan dalam tabel berikut:

Tabel 4.6

Deskripsi Nilai Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen

 

Deskripsi Data

Kelas Eksperimen

Nilai Tertinggi

96

Nilai Terendah

58

Mean

82,7

Median

83

Modus

83

Standar Deviasi

8,83

Variansi Sampel

77,79

 

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai posttest kognitif siswa pada kelas eksperimen cenderung memusat ke angka rata-rata 82,7 termasuk kriteria baik sekali, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 8,83 dapat disimpulkan bahwa data tergolong homogen.

 

Selanjutnya untuk data posttest kognitif siswa pada kelas kontrol disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut:

 

 

Tabel 4.7

Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol

 

No

Kelas Interval

Frekuensi Absolut

Frekuensi Relatif

1

58 – 63

2

7 %

2

64 – 69

1

3 %

3

70 – 75

10

33 %

4

76 – 81

8

27 %

5

82 – 87

4

13 %

6

88 – 93

5

17 %

 

Jumlah

30

100 %

 

Selanjutnya dari data di atas dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran 22). Dari hasil perhitungan ditunjukkan dalam tabel berikut:

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.8

Deskripsi Nilai Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol

 

Deskripsi Data

Kelas Kontrol

Nilai Tertinggi

92

Nilai Terendah

58

Rentang Data

34

Mean

77,5

Median

79

Modus

79

Standar Deviasi

7,71

Variansi Sampel

59,39

 

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai posttest kognitif siswa pada kelas kontrol cenderung memusat ke angka rata-rata 77,5 termasuk kriteria baik, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 7,71, dapat disimpulkan bahwa data tergolong homogen.

 

B.     Pengujian Persyaratan Analisis

1.      Data Nilai Awal (Pretest)

a.      Uji Normalitas

Pengujian kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan menggunakan uji Kolmogorov-Simirnov, dengan bantuan SPSS v.21, dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Rumus Kolmogorov Simirnov sebagai berikut:

D = maksimum [S  (X) – S  (X)]      

Berdasarkan hasil analisis normalitas data pretest dengan uji Kolmogorov-Simirnov menggunakan SPSS v,21 diperoleh nilai signifikan untuk kelas eksperimen 0,200 dan kelas kontrol 0,155. Berdasarkan kriteria pengujian diperoleh nilai (Sig) uji Kolmogorov-Simirnov > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan data pretest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 21.

b.      Uji Homogenitas

Uji homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai awal sampel mempunyai varians yang homogen.

:  =  (Variansinya homogen)

:  (variansinya heterogen)

Berdasarkan hasil analisis uji homogenitas data nilai awal pretest dengan menggunakan perhitungan SPSS v.21 (lampiran 23) diperoleh nilai signifikansi (Sig) Based One Mean = 0,703 sesuai dengan kriteria pengujian homogenitas data dengan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi Based One Mean > 0,05. Maka Hₒ diterima.

Untuk perhitungan dengan menggunakan uji F:

Dimana:

 = varians terbesar

 varians terkecil

Variansi terbesar adalah 99,375

Variansi terkecil adalah 82,234

 =  1,208 dan 1,94

Hₒ diterima apabila  < , berdasarkan hasil perhitungan diperoleh 1,208 <  1,94 berarti Hₒ diterima. Dari hasil analisis  menggunakan SPSS v.21 dan menggunakan rumus uji F, kedua proses analisis dan perhitungan menunjukkan hal yang sama yaitu terima Hₒ sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tersebut mempunyai variansi yang sama (homogen).

c.       Uji Kesamaan Rata-rata

Analisis data dengan uji-t dan uji Independent Sampel T Test dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji hipotesis

Hₒ :  

H  :

Berdasarkan hasil analisis perhitungan menggunakan SPSS v.21 (lampiran 24) diperoleh nilai signifikansi (Sig. (2-tailed) ) = 0,553 sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dari uji Independent Sampel T-Test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 artinya Hₒ diterima.

Dari perhitungan menggunakan rumus uji t diperoleh nilai ,596 dan = 2,0021, Hₒ diterima  <  Karena 0,596 < 2,002 maka Hₒ diterima, sehingga diketahui bahwa tidak ada perbedaan rata-rata kemampuan kognitif kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan analisis data nilai awal (pretest) diperoleh bahwa populasi normal, homogeny, dan memiliki rata-rata nilai awal yang sama.

2.      Data Nilai Akhir (Posttest)

a.      Uji Normalitas

Pengujian kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan menggunakan uji Kolmogorov-Simirnov, dengan bantuan SPSS v.21, dengan taraf signifikan 5% atau 0,05. Rumus Kolmogorov Simirnov sebagai berikut:

D = maksimum [S  (X) – S  (X)]

 Berdasarkan hasil analisis normalitas data posttest dengan uji Kolmogorov-Simirnov menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi untuk kelas eksperimen 0,111 dan kelas kontrol 0,063. Berdasarkan kriteria pengujian diperoleh nilai (Sig) uji Kolmogorov-Simirnov > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan data posttest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 22.

b.      Uji Homogenitas

Uji homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai akhir (posttest) sampel mempunyai varians yang homogen.

:  =  (Variansinya homogen)

:  (variansinya heterogen)

Berdasarkan hasil analisis uji homogenitas data nilai akhir (Posttest) dengan menggunakan perhitungan SPSS v.21 (lampiran 23), diperoleh nilai signifikansi (Sig) Based One Mean = 0,552 sesuai dengan kriteria pengujian homogenitas data dengan mengguakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi Based One Mean > 0,05. Maka Hₒ diterima.

Untuk perhitungan dengan menggunakan uji F:

Dimana:

 = varians terbesar

 varians terkecil

Variansi terbesar adalah 77,92545

Variansi terkecil adalah 59,38697

 =  = 1,3122  dan  = 1,94

Hₒ diterima apabila  < , berdasarkan hasil perhitungan diperoleh  <  berarti Hₒ diterima. Dari hasil analisis menggunakan SPSS v.21 dan menggunakan rumus uji F, kedua proses analisis dan perhitungan menunjukkan hal yang sama yaitu terima Hₒ sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tersebut mempunyai variansi yang sama (homogen).

 

 

 

 

c.       Uji Perbedaan Rata-rata

Analisis data dengan uji-t dan uji Independent Sampel T Test dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji hipotesis.

Hₒ :  

H  :

Berdasarkan hasil analisis perhitungan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai (Sig. (2-tailed) ) = 0,19 sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dari uji Independent Sampel T-test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig.(2-tailed) > 0,05 artinya Hₐ diterima.

Dari hasil perhitungan uji perbedaan dua rata-rata diperoleh  = peluang (1 - ) = 1 – 5% = 95% dan karena =   dan dk = +  – 2 = (30 + 30) – 2 = 58, diperoleh  = 2,002 dan  = 2,408 oleh karena  >  maka Hₐ diterima dan Hₒ ditolak, artinya ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 25.

C.    Pengujian Hipotesis

Apakah Ada Pengaruh yang Signifikan antara Penggunaan Alat Peraga Terhadap Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear satu Variabel di Kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

Dari uji persyaratan posttest nilai kognitif terlihat bahwa kedua kelas setelah diberi perlakuan bersifat normal dan memiliki variansi yang sama, maka untuk menguji hipotesis menggunakan statistik parametric dengan rumus uji t dan Independent Sampel T-test dengan menggunakan SPSS v.21, yaitu uji perbedaan rata-rata yang akan menentukan pengaruh penggunaan alat peraga terhadap kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel.

Berdasarkan hasil analisis uji Independent Sampel T-test menggunakan SPSS v.21 dan perhitungan dengan menggunakan uji t, diperoleh  >  (2,408 > 2,002) sehingga dapat disimpulkan bahwa Hₐ diterima (perhitungan dapat dilihat pada lampiran 22), artinya “Terdapat Pengaruh Yang Signifikan Antara Penggunaan Alat Peraga Terhadap Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel di Kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.”

D.    Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kondisi awal yang sama setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas menunjukkan bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi normal dan homogen. Kemudian dilakukan uji kesamaan rata-rata dan hasil kedua kelas baik kelas eksperimen dan kelas control mempunyai rata-rata yang sama.

Kelas eksperimen sebagai kelas yang diberikan perlakuan yaitu dengan menggunakan alat peraga pada materi persamaan linear satu variabel, sedangkan pada kelas kontrol kelas yang tidak diberi perlakuan dengan menggunakan alat peraga pada materi persamaan linear satu variabel.

Proses pembelajaran pada kelas eksperimen diawali dengan menyampaikan tujuan dan motivasi kepada siswa, maksudnya menyampaikan tujuan yang ingin dicapai pada pelajaran persamaan linear satu variabel. Proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dilakukan dengan cara guru menjelaskan dengan menggunakan alat peraga dan siswa memperhatikan penjelasan guru, setelah itu siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan oleh guru dengan mempraktekkannya menggunakan alat peraga. Proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga salah satu cara untuk memudahkan siswa dalam memahami materi persamaan linear satu variabel dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan perlakuan pada kelas eksperimen yaitu dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel (PLSV) dibandingkan dengan kelas kontrol tanpa diberikan perlakuan (pembelajaran biasa), maka hipotesis pada bab II diterima dengan melihat rata-rata kelas dan persentase ketuntasan hasil tes siswa dari tes pretest sampai posttest yang diperoleh dari hasil penelitian.

Selanjutnya peneliti menganalisis data tersebut dengan mencari rata-rata kelas dan persentase ketuntasan hasil tes siswa. Berikut nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan hasil tes siswa:

 

Tabel 4.9

Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan Rata-rata Kelas Pada Kelas Eksperimen dan Kontrol

 

Kategori Tes

Nilai Rata-rata Kelas

Eksperimen

Kontrol

Pretest

65,2

63,7

Posttest

82,7

77,5

 

Berdasarkan tabel tersebut kognitif siswa sudah terlihat perbedaan yang meningkat antara kelas eksperimen dan kontrol. Sedangkan untuk persentase ketuntasan hasil tes siswa dapat dilihat pada tabel berikut

 

Tabel 4.10

Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan Ketuntasan Tingkatan Kognitif

 

Kelas

Tingkatan Kognitif

Jumlah Siswa yang Tuntas

Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas

Persentase Siswa yang Tuntas

Persentase Siswa yang tidak tuntas

Pretest

posttest

Pretest

Posttest

pretest

Posttest

Pretest

Posttest

Eksperimen

C1

22

30

8

0

73,3%

100%

26,7%

0%

 

C2

30

30

0

0

100%

100%

0%

0%

 

C3

25

30

5

0

63,3%

96,7%

36,7%

3,3%

 

C4

4

16

26

14

16,7%

46,7%

83,3%

53,3%

 

C5

7

25

23

5

36,7%

66,7%

63,3%

33,3%

 

C6

10

25

20

5

16,7%

80%

83,3%

20%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kontrol

C1

22

30

8

0

73.3%

100%

26,7%

0%

 

C2

30

30

0

0

100%

100%

0%

0%

 

C3

19

29

11

1

83,3%

100%

16,7%

0%

 

C4

5

14

25

16

13,3%

53,3%

86,7%

46,7%

 

C5

11

20

19

10

23,2%

83,3%

76,7%

16,7%

 

C6

5

24

25

6

33,3%

83,3%

66,7%

16,7%

 

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat pada tes pretest di kelas eksperimen dan kelas kontrol persentase siswa yang tidak tuntas lebih banyak dilihat pada  sampai . Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan alat peraga dapat dilihat bahwa pada tes posttest kelas eksperimen, jumlah persentase siswa yang tidak tuntas menurun dan lebih banyak siswa yang tuntas. Dapat dibandingkan dengan kelas kontrol pada tes posttest yang tidak diberikan perlakuan dengan alat peraga masih lebih banyak siswa yang tidak tuntas. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa persentase ketuntasan siswa pada kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan menggunakan alat peraga lebih banyak meningkat daripada kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan.

Tabel 4.11

Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan Ketuntasan Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

 

Kelas

Jumlah Siswa yang Tuntas

Persentase Siswa yang Tuntas

Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas

Persentase Siswa Tidak Tuntas

Pretest

Posttest

Pretest

Posttest

Pretest

Posttest

Pretest

Posttest

Eksperimen

9

28

30%

93,3%

21

2

70%

6,7%

Kontrol

10

27

33,3%

90%

20

3

66,7%

10%

 

Dilihat dari tabel tersebut, peningkatan kognitif siswa terus terjadi dari tes pretest samap posttest. Persentase ketuntasan hasil tes siswa pada kelas kontrol meningkat 56,7% dari 33,3% menjadi 90%. Pada penggunaan alat peraga pada kelas eksperimen meningkat 63,3% dari 30% menjadi 93,3% dan nilai menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran.

 

Berdasarkan analisis data diketahui bahwa terdapat pengaruh penggunaan alat peraga terhadap kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis yang diambil dari uji perbedaan rata-rata kemampuan kognitif siswa yang menujukkan  >  (2,408 > 2,002), sehingga dapat disimpulkan Ada Pengaruh Yang Signifikan Antara Penggunaan Alat Peraga Terhadap Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel di Kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

Penelitian yang dilakukan oleh Masda Sitompul dengan judul “Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Bangun Datar Kelas VII SMP Negeri 1 Dolok Kec. Kab. Padang Lawas Utara. Hasil rata-rata dan ketuntasan setelah dilakukan posttest pada kelas ekperimen adalah 60,6 menjadi 85,4 dengan persentase ketuntasan dari 57,15% menjadi 94,29%. Hasil penelitian ini yaitu hasil belajar Matematika siswa dengan menggunakan alat peraga lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan pembelajaran konvensional tanpa penggunaan alat peraga pada kelas VII SMP Negeri 1 Dolok Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil  >  sebesar 3,640 > 2.000. penelitian ini melihat pengaruh penggunaan alat peraga terhadap hasil belajar pada ranah kognitif dari  sampai saja.

Sedangkan penelitian yang diteliti pada penelitian ini adalah melihat pengaruh penggunaan alat peraga terhadap kognitif siswa. Ranah kognitif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan semua tingkatan kognitif mulai dari sampai . Dilihat dari penelitian yang dilakukan oleh Masdah Sitompul dan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini terdapat pengaruh penggunaan alat peraga dari tingkatan dan .

 

 

E.     Keterbatasan Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap permasalahan, maka peneliti merasa bahwa proses pelaksanaan penelitian ini telah dilakukan dengan langkah-langkah yang terdapat dalam skripsi dengan penuh kehati-hatian. Hal ini dilakukan agar hasil yang diperoleh sebaik mungkin. Namun untuk mendapatkan hasil yang sempurna sangatlah sulit, sebab dalam penelitian ini dirasakan adanya keterbatasan.

Keterbatasan tersebut antara lain:

1.      Kondisi siswa yang merasa bingung pada awal proses pembelajaran Karena siswa siswa terbiasa menerima informasi yang diberikan guru tidak menggunakan alat peraga.

2.      Penelitian ini dilakukan hanya untuk melihat kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel saja, tetapi setelah peneliti melakukan penelitian, peneliti merasa penelitian dengan menggunakan alat peraga lebih cocok untuk melihat ranah kemampuan afektif siswa. Ini terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. Sehingga minat dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran terlihat dengan jelas.

Dengan demikian keterbatasan dalam penelitian ini dapat dikatakan sebagai kekurangan dari penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Meskipun demikian banyak hambatan dan tantangan dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti bersyukur karena penelitian ini dapat terselesaikan dengan lancar.

 

                                                                                         




[1]Tukiran Taniredja dan Hidayati Mustafidah, Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar), (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm.53.

[2]Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, PTK, dan Penelitian Pengenbangan, (Bandung: Cita Pustaka Media, 2015), hlm. 75.

[3]Ibnu Hajar, Dasar-dasar Metodologgi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1999), hlm 321. 

[4]Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian Pendidikan,…..hlm.83.

[5]Sugiyono, Metode Penlitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 117.

[6]Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian, (Bandung: Cit Pustaka Media, 2015), hlm. 20.

        [7]Karunia Eka Lestari dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara,  Penelitian Pendidikan Matematika..., hlm. 101. 

[8]Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandung: Alfabeta, 2015), hlm. 182.

[9]Heris Hendriana dan Utari Soemarmo, Penilaian Pembelajaran Matematika, (Bandung: PT Refika Aditama, 2014), hlm. 74.

[10]Syahrum dan Salim, Metodologi Penelitian Kuantitatif (Bandung: Citapustaka Media, 2012), hlm.160.

[11]Heris Hendriana dan Utari Soemarmo, Penilaian Pembelajaran Matematika,.., hlm. 60.

[12] Rostina Sundayana, Statistika Penelitian Pendidikan (Bandung: Alfabeta, cv, 2015), hlm.76 – 77.

[13]Karunia Eka Lestari dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara, Penelitian Pendidikan Matematika….,hlm. 231

[14]Karunia Eka Lestari dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara, Penelitian Pendidikan Matematika….,hlm. 232

 

[15]Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan (Jakarta: Pt.Rajagrafindo Persada, 2018), hlm.85

[16] Suharsimi Arikunto, Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan ( Jakarta : Bumi Aksara, 2006), hlm.245.

[17]Agus Irianto, Statistik Konsep Dasar dan Aplikasinya (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2003), hlm.27.

[18] Catur Yuantari Dan Sri Handayani, Biostatistik Deskriptif & Inferensial (Semarang: Badan Penerbit Universitas Dian Nuswantoro, 2017), hlm. 48 – 64.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BAB II UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS IV SD NEGERI 100215 PERSIAPAN MOSA JULU

  BAB II  UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATE MATIKA PADA MATE RI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS I...