PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP
KOGNITIF SISWA
PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR
SATU VARIABEL
DI KELAS VII MTs S SYAHBUDDIN MUSTAFA NAULI
KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA
METODOLOGI PENELITIAN
A.
Tempat
dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian ini dilaksanakan di
MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli yang beralamat di Jalan
Padangsidimpuan-Gunungtua KM 30 Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas
Utara. Adapun alasan peneliti memilih
MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara sebagai lokasi
penelitian dikarenakan sekolah ini masih banyak terdapat siswa yang masih
rendah hasil belajar Matematikanya, dan penerapan alat peraga masih jarang
digunakan dan penelitian ini belum pernah diteliti di sekolah ini. Penelitian
ini dilaksanakan mulai tanggal 29
Desember 2020 sampai 14 januari 2021. Adapun Time Schedule penelitian ini
terdapat pada lampiran 1.
B.
Jenis
dan Metode Penelitian
41
Dari uraian di atas dapat disimpulkan
bahwa “penelitian eksperimen adalah suatu metode penelitian yang menguji secara
teliti dan hipotesis menyangkut hubungan sebab akibat antara dua variabel atau
lebih.
Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan desain eksperimen non
randomized control group pre test post test design, yaitu prosedur desain
yang sama dengan prosedur randomized
control group pre test post test design, kecuali subjek ditempatkan secara
tidak random. Berarti penelitian dilakukan terhadap kelas yang sudah tersedia
atau tidak memungkinkan penempatan subjek dilakukan secara random. Bila
dilakukan penempatan secara random mungkin dapat mengganggu system atau kondisi
yang ada. Penelitian eksperimen dengan non
randomized control group pre test post test design disajikan pada tabel
3.1.
Tabel
3.1
Non Randomized Control Group
Pre Test Post Test Design[4]
|
Kelompok |
Pretest |
Perlakuan |
Posttest |
|
Eksperimen |
|
X |
|
|
Kontrol |
|
-
|
|
Keterangan:
X
= Diberikan perlakuan terhadap kelas eksperimen dengan alat peraga
(konvensional)
Dalam desain ini, ada dua kelompok
subjek, satu mendapat perlakuan dan satu kelompok sebagai kelompok kontrol.
Keduanya diberi pretest dan postest secara tidak dipilih secara
random. Pretest dilakukan untuk
mengetahui keadaan awal dari kelas kontrol dan eksperimen. Sedangkan postest dilakukan untuk mengetahui
keadaan setelah diberi perlakuan. Hasil pretest
yang baik bila nilai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda
secara signifikan. Dan hasil postest
yang baik bila nilai kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dengan
kelompok kontrol.
C.
Populasi
dan Sampel
1.
Populasi
Menurut
Sugiono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi, populasi
bukan hanya orang, tetapi jug objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga
bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi
meliputi seluruh karakteristik/sifatyang dimiliki subjek/objek itu.[5]
Adapun populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas
Utara yang berjumlah 146 siswa. adapun jumlah populasi dalam penelitian ini
dapat dilihat pada tabel di bawah ini yaitu:
Tabel 3.2
Tabel Populasi Penelitian
|
Kelas |
Siswa |
|
VII AL |
34 |
|
VII BL |
36 |
|
VII AP |
30 |
|
VII BP |
30 |
|
VII C |
16 |
|
Jumlah |
146 |
Sumber: Data Jumlah Siswa Kelas VII MTs
S Syahbuddin Musthafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara
2.
Sampel
Sampel
adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Ahmad
Nizar Rangkuti Menjelaskan “Sampel adalah sebagian objek yang mewakili populasi
yang dipilih dengan cara tertentu.[6]
Sampel adalah suatu kelompok yang lebih kecil atau bagian dari
populasi secara keseluruhan. Sampel itu merupakan sejumlah kelompok kecil yang
mewakili populasi untuk dijadikan sebagai objek penelitian. Sampel adalah
bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.[7]
Teknik sampling adalah teknik
pengambilan sampel. Jenis teknik sampling yang akan digunakan dalam
penelitian ini yaitu teknik pemilihan dengan pemilihan Purposive Sampling.
Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan
tertentu.
Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas
VII AP dan kelas VII BP. Peneliti mengambil kelas tersebut untuk dijadikan
sampel dengan pertimbangan tertentu. Peneliti mempertimbangkan kemampuan yang
dimiliki antara kelas VII AP dan kelas VIII BP yaitu sama, sehingga memudahkan
peneliti nantinya dalam melaksanakan kegiatan penelitian dan hasil yang
didaptkan juga akan lebih maksimal.
Teknik sampling ini menggunakan
teknik pemilihan purposive sampling. Tekniknya yaitu dengan cara
peneliti akan memberikan soal pretest kepada siswa kelas VII di MTs S
Syahbuddin Mustafa Nauli yaitu pada kelas VII AP sebagai kelas eksperimen yang
berjumlah 30 orang dan kelas VII BP sebagai kelas kontrol yang berjumlah 30
orang. Jumlah sampel penelitian dapat disajikan pada tabel 3.3.
Tabel 3.3
Sampel Penelitian
|
Kelas |
perlakuan |
Siswa |
Sampel |
|
VII AP |
Eksperimen |
30 |
30 siswa |
|
VII BP |
Kontrol |
30 |
30 siswa |
|
Jumlah |
60 |
60 siswa |
|
D.
Instrumen
Penelitian
Instrumen penelitian digunakan untuk
mengukur nilai variabel yang diteliti. Instrumen penelitian merupakan alat
bantu bagi peneliti dalam mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Data
tersebut dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah/pertanyaan penilitian.
Kualitas instrumen akan menentukan kualitas data yang terkumpul. Instrumen
sebagai alat pengumpul data harus betul-betul dirancang dan dibuat sedemikian
rupa sehingga menghasilkan data empiris sebagaimana adanya.
Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan
dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen pengumpulan data yaitu
dalam bentuk instrumen tes. Instrument tes adalah alat yang digunakan dalam
rangka pengukuran dan penilaian, biasanya berupa sejumlah pertanyaan/soal yang
akan diberikan untuk dijawab oleh subjek yang diteliti (guru/siswa). Dalam
penelitian Pendidikan Matematika, instrument tes biasanya digunakan untuk
mengukur aspek kognitif, seperti prestasi belajar, hasil belajar atau kemampuan
matematika tertentu.[8]
Tes adalah serentetan pertanyaan atau
latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan,
pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau
kelompok. Adapun tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes subbjektif,
yaitu tes yang berbentu essay (uraian) yang menuntut siswa menjawabnya dalam
bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan
alasan dan bentuk lain yang sejenis dengan tuntutan pertanyaan dengan
menggunakan kata-kata sendiri.
Berikut ini rubrik penilaian dan kisi-kisi instrumen tes terhadap kognitif
siswa pada materi persamaan linear satu variabel:
Tabel
3.4
Rubrik
Penilaian/Pedoman Penskoran Tes[9]
|
No |
Keterangan |
Skor |
|
1 |
Siswa menjawab pertanyaan dengan lengkap dan benar |
4 |
|
2 |
Siswa menjawab pertanyaan dengan benar dan cara penyelesaiannya kurang |
3 |
|
3 |
Siswa menjawab pertanyaan dengan benar dan cara penyelesaiannya salah |
2 |
|
4 |
Siswa menjawab pertanyaan dengan salah dan cara penyelesaiannya salah |
1 |
|
5 |
Siswa tidak menjawab soal |
0 |
Tabel 3.5
Kisi-kisi Tes
|
No |
Indikator |
Jenjang Kemampuan Kognitif |
Kisi-kisi soal |
No Soal |
|||||
|
C1 |
C2 |
C3 |
C4 |
C5 |
C6 |
||||
|
1. |
Mengetahui konsep dari kalimat benar dan salah |
√ |
|
|
|
|
|
Menyatakan konsep dari kalimat benar dan salah |
1 |
|
2. |
Memahami persoalan kalimat benar dan salah |
|
√ |
|
|
|
|
Membedakan kalimat benar dan salah |
2 |
|
3. |
Mengaplikasikan persoalan yang ada pada Persamaan Linear Satu Varabel |
|
|
√ |
|
|
|
Menentukan konsep atau nilai dari
persamaan linear satu variabel |
3 |
|
4. |
Menganalisis persoalan yang ada pada Persamaan Linear
satu Variabel |
|
|
|
√ |
|
|
Memecahkan persoalan yang ada pada persamaan linear satu variabel |
4 |
|
5. |
Mengevaluasi persoalan yang ada pada Persamaan Linear
satu Variabel |
|
|
|
|
√ |
|
Membuktikan atau memeriksa kembali nilai kebenaran dari suatu persamaan linear satu variabel |
5 |
|
6. |
Mengkreasikan persoalan yang ada pada Persamaan Linear
Satu Variabel |
|
|
|
|
|
√ |
Menggambarkan persoalan yang ada pada persamaan linear satu variabel
serta mengkaitkkannya dengan penyelesaiannya |
6 |
E.
Validasi
Instrumen
Adapun pengembangan instrument dalam
penelitian yang dilakukan adalah:
1.
Uji
Validitas
Validitas
sering diartikan dengan kesahihan.
Menurut Granlund dalam buku Sukardi Valid dapat diartikan sebagai kesempatan
interprestasi yang dihasilkan dari skor tes atau instrumen validasi. Validasi
adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan
instrumen. Sebuah instrument dikatakan memiliki validasi jika hasilnya sesuai
dengan kriteria atau sebuah ukuran, dalam arti memiliki kesejajaran antara
hasil instrumen tersebut dengan kriteria. Teknik yang digunakan untuk mengetahui
kesejajaran adalah teknik korelasi product
moment dengan angka kasar. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Keterangan:
Dengan kriteria
pengujian ini dikatan valid jika:
Tabel 3.6
Kriteria Koefisien Validitas.[10]
|
Interval Koefisien |
Kriteria |
|
0,80 – 1,000 |
Sangat Kuat |
|
0,60 – 0,799 |
Kuat |
|
0,40 – 0,599 |
Cukup Kuat |
|
0,20 – 0,399 |
Rendah |
|
0,00 – 0,199 |
Sangat Rendah |
Validitas
instrumen penelitian ini dihitung dengan menggunakan program aplikasi SPSS (Statistical
product and Service Solution) Versi
21. Untuk menentukan valid atau tidaknya suatu tes dengan menggunakan aplikasi
SPSS Versi 21 dengan menggunakan uji pearson correlation dengan kriteria
tes sebagai berikut:
1.
Jika nilai pearson correlation > rtabel,
maka butir soal tes valid.
2.
Jika nilai pearson correlation< rtabel,
maka butir soal tes tidak valid.
Dengan kriteria pengujian tes dikatakan
valid jika rxy > rtabel (
Tabel 3.7
Hasil Validitas Uji Coba Instrument Pretest Dengan SPSS v.21
|
Correlations |
|
Item Total |
Keterangan |
Interpretasi |
|
SOAL 1 |
Pearson Correlation |
.740 |
Instrumen valid,
jika rhitung (Pearson Correlation) N - 2 = 13 pada taraf signifikansi 5% sehingga diproleh rtabel
= 0,553 |
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
.002 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SOAL 2 |
Pearson Correlation |
.635 |
Valid |
|
|
Sig. (2-tailed) |
.011 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SOAL 3 |
Pearson Correlation |
.773* |
Valid |
|
|
Sig. (2-tailed) |
.001 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SOAL 4 |
Pearson Correlation |
.754* |
Valid |
|
|
Sig. (2-tailed) |
.001 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SOAL 5 |
Pearson Correlation |
.905* |
Valid |
|
|
Sig. (2-tailed) |
.000 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SOAL 6 |
Pearson Correlation |
.561 |
Valid |
|
|
Sig. (2-tailed) |
.029 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SKOR |
Pearson Correlation |
1** |
|
|
|
Sig.(2- tailed |
|
|||
|
N |
15 |
*.
Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant
at the 0.01 level (2-tailed).
Dari
tabel di atas dengan nilai
Tabel
3.8
Hasil
Validitas Uji Coba Uji Instrument Posttest
dengan SPSS v.21
|
Correlations |
|
Item Total |
Keterangan |
Interpretasi |
|
SOAL 1 |
Pearson Correlation |
.640 |
Instrumen valid,
jika rhitung (Pearson Correlation) N - 2 = 13 pada taraf signifikansi 5% sehingga diproleh rtabel
= 0,553 |
Valid |
|
Sig. (2-tailed) |
.010 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SOAL 2 |
Pearson Correlation |
.871 |
Valid |
|
|
Sig. (2-tailed) |
.000 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SOAL 3 |
Pearson Correlation |
.768 |
Valid |
|
|
Sig. (2-tailed) |
.001 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SOAL 4 |
Pearson Correlation |
.621 |
Valid |
|
|
Sig. (2-tailed) |
.013 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SOAL 5 |
Pearson Correlation |
.518 |
Valid |
|
|
Sig. (2-tailed) |
.048 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SOAL 6 |
Pearson Correlation |
.644 |
Valid |
|
|
Sig. (2-tailed) |
.009 |
|||
|
N |
15 |
|||
|
SKOR |
Pearson Correlation |
1* |
|
|
|
Sig.(2- tailed |
|
|||
|
N |
15 |
*.
Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01
level (2-tailed).
Dari tabel di atas
dengan nilai
2.
Uji
Reliabilitas
Suatu
tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut
dapat memberikan hasil yang tetap. Reliabilitas berasal dari kata reliability
sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Reliabilitas tes
berhubungan dengan masalah ketetapan hasilntes. Seandainya hasilnya
berubah-ubah, perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berarti. Jadi
reliabilitas tes adalah suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan
sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk
mengetahui reliabilitas seluruh tes digunakan rumus cronbach’s alpha:
r=
keterangan:
r : Koefisien reliabilitas.
k : Banyaknya butir soal
Berikut
kriteria uji realibilitas dapat dilihat pada tabel 3.9.
Tabel
3.9
Kriteria
Koefisien Reliabilitas.[11]
|
Interval Koefisien |
Kriteria |
|
0,80 < r ≤ 1,00 |
Sangat Tinggi |
|
0,60 < r ≤ 0,80 |
Tinggi |
|
0,40 < r ≤ 0,60 |
Cukup |
|
0,20 < r ≤ 0,40 |
Rendah |
|
0,00 < r ≤ 0,20 |
Sangat Rendah |
Untuk dapat
mengetahui reilabilitas tes, soal bentuk subjektif uji Cronbach’s Alpha menggunakan
SPSS v.21. untuk mengukur reliabilitas suatu butir tes atau angket dapat
dilakukan dengan membandingkan nilai Pearson
Correlation dengan
Tabel 3.10
Hasil Uji Reliabilitas Uji Coba Instrumen
Pretest Dengan SPSS v.21
|
Reliability
Statistics |
|
|
Cronbach's
Alpha |
N of
Items |
|
.821 |
6 |
Dari tabel di atas, diketahui bahwa nilai
Tabel 3.11
Hasil Uji Reliabilitas Uji Coba Instrumen
Posttest Dengan SPSS v.21
|
Reliability
Statistics |
|
|
Cronbach's
Alpha |
N of
Items |
|
.745 |
6 |
Dari tabel di atas,
diketahui bahwa nilai
3.
Tingkat
Kesukaran Tes
Tingkat kesukaran adalah keberadaan suatu butir
soal apakah dipandang sukar, sedang, atau ,mudah dalam mengerjakannya.[12]
Perhitungan indeks kesukaran butir menggunakan
rumus tertentu sesuai dengan bentuk tes. Pada penelitian ini digunakan tes
berbentuk uraian.
Rumus
indeks kesukaran soal bentuk tes uraian yaitu:
Keterangan:
P : taraf kesukaran soal
Mean : nilai rata-rata dan banyaknya yang
menjawab soal dengan benar
S.max : skor maksimum soal
Tes
yang baik itu adalah tes yang harus memenuhi validitas, reliabilitas dan daya
keseimbangan dari tingkat kesukaran soal. Keseimbangan yang dimaksudkan adalah
adanya soal-soal yang termasuk mudah, sedang dan sukar secara proporsional. Ada
beberapa dasar pertimbangan dalam menentukan proporsi jumlah soal kategori
mudah, sedang dan sukar. Pertimbangan pertama adalah adanya keseimbangan, yakni
jumlah soal sama untuk ketiga kategori tersebut, artinya sebagai besar soal
berada dalam kategori sedang sebagian lagi termasuk kategori mudah dan sukar
dengan proporsi yang seimbang. Kriteria tingkat kesukaran dapat dilihat pada
tabel berikut:
Tabel
3.12
Kriteria
tingkat kesukaran
|
Besar indeks
kesukaran |
Interpretasi |
|
P = 0,00 |
Terlalu Sukar |
|
0,00 < P ≤ 0,40 |
Sukar |
|
0,40 < P ≤ 0,70 |
Sedang |
|
0,70 < P ≤ 1,00 |
Mudah |
|
P = 1,00 |
Terlalu Mudah |
D
T
Hasil
uji coba tingkat kesukaran tes pretest
dan posttest dapat dilihat pada tabel
di bawah ini.
Tabel
3.13
Hasil
Uji Coba Pretest Tingkat Kesukaran
Tes
|
Nomor Item Soal |
|
Kriteria |
|
1 |
P = |
Mudah |
|
2 |
P = |
Mudah |
|
3 |
P = |
Sedang |
|
4 |
P = |
Sedang |
|
5 |
P = |
Sedang |
|
6 |
P = |
Sedang |
Berdasarkan
perhitungan dengan menggunakan rumus tingkat kesukaran soal diperoleh 2 butir
soal berkategori mudah, 4 butir soal berkategori sedang.
Tabel
3.14
Hasil
Uji Coba Posttest Tingkat Kesukaran
Tes
|
Nomor Item Soal |
|
Kriteria |
|
1 |
P = |
Mudah |
|
2 |
P = |
Mudah |
|
3 |
P = |
Mudah |
|
4 |
P = |
Sukar |
|
5 |
P = |
Sedang |
|
6 |
P = |
Sedang |
Berdasarkan perhitungan
dengan menggunakan rumus tingkat kesukaran soal diperoleh 1 butir soal
berkategori sukar, 2 butir soal berkategori sedang, dan 3 butir soal
berkategori mudah.
4.
Daya
Pembeda
Daya
pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang
pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (kemampuan rendah).
Semakin tinggi indeks daya pembeda soal berarti semakin baik soal tersebut
membedakam siswa yang telah memahami materi dengan siswa yang belum memahami
materi. Indeks daya pembeda berkisar antara -1,00 sampai dengan +1,00. Untuk
menghitung daya pembeda soal digunakan rumus:
DB =
Keterangan:
SA
: Jumlah skor kelompok atas
suatu butir.
SB : Jumlah skor kelompok bawah suatu
butir.
S.max : Jumlah skor ideal atas suatu butir.
Kriteria yang digunakan
pada daya pembeda adalah:
Tabel
3.15
Kriteria
daya pembeda soal
|
Nilai kesukaran |
Interpretasi |
|
0,00 – 0,20 |
Jelek |
|
0,20 – 0,40 |
cukup |
|
0,40 – 0,70 |
Baik |
|
0,70 – 1,00 |
Baik sekali |
|
Bertanda negatif (-) |
Jelek sekali |
Hasil
uji coba daya pembeda pretest dan posttest dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.16
Hasil Uji Coba Pretest
Daya Pembeda
|
Nomor Item Soal |
DP = |
Kriteria |
|
1 |
DP = |
Cukup |
|
2 |
DP = |
Baik |
|
3 |
DP = |
Cukup |
|
4 |
DP = |
Cukup |
|
5 |
DP = |
Baik |
|
6 |
DP = |
Cukup |
Berdasarkan
perhitungan dengan menggunakan rumus daya pembeda diperoleh 4 butir soal
berkategori cukup dan 2 butir soal berkategori baik.
Tabel 3.17
Hasil Uji Coba Posttest
Daya Pembeda
|
Nomor Item Soal |
DP = |
Kriteria |
|
1 |
DP = |
Cukup |
|
2 |
DP = |
Cukup |
|
3 |
DP = |
Baik |
|
4 |
DP = |
Cukup |
|
5 |
DP = |
Baik |
|
6 |
DP =
|
Baik |
Berdasarkan
perhitungan dengan menggunakan rumus daya pembeda diperoleh 3 butir soal
kategori cukup dan 3 butir soal kategori baik.
F.
Teknik
Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan suatu
kegiatan mencari data di lapangan yang akan digunakan untuk menjawab
permasalahan penelitia. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat peristiwa,
karakteristik atau nilai suatu variabel yang dapat dilakukan dalam berbagai setting, sumber dan berbagai
teknik/cara.[13]
Dalam penelitian ini, peneliti
mengumpulkan data dari segi teknik atau cara, maka teknik pengumpulan data
dapat dilakukan peneliti melalui teknik tes. Pengumpulan data melalui teknik
tes dilakukan dengan memberikan instrumen tes yang terdiri dari seperangkat
pertnyaan/soal untuk memperoleh data mengenai kemampuan siswa terutama pada
aspek kognitif.
Tes adalah serentetan pertanyaan atau
latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan,
pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau abakat yang dimiliki oleh individu
atau kelompok. Tes tertulis dapat dibedakan atas dua bentuk esai (uraian) yang
menuntut siswa menjawabnya dalam bentuk menguraikan, menjelaskan,
mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan dan bentuk lain yang sejenis
dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata sendiri, tes tersebut
adalah tes objektif dan subjektif.
Adapun tes yang digunakan untuk kedua
variabel dalam penelitian ini adalah tes subbjektif yaitu tes tertulis yang
berbentuk esai (uraian). Adapun prosedur penelitian dengan menggunakan rumus.[14]
Tes tersebut diujicobakan kepada siswa
tentang materi persamaan linear satu variabel. Soal tes yang sudah dianalisis
dan dinyatakan valid yang akan dijadikan soal tes.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka
peneliti dalam mengumpulkan data akan memberikan instrumen tes kepada objek
yang akan diteliti yaitu kelas VII Pondok Pesantren Syahbuddin Mustafa Nauli
Kabupaten Padang Lawas Utara pada kelas yang telah ditentukan menjadi kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Tes terdiri dari tes pre test dan tes post test.
Pre test akan diberikan di awal
pertemuan sebelum dilakukan perlakuan variabel x dan kemudian di akhir
pertemuan akan diberikan tes post test
untuk melihat bagaimana hasil perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen.
Kemudian dari hasil tes tersebut akan didapat data hasil nilai siswa dan
kemudian data tersebut akan diolah sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan
untuk menjawab penelitian ini.
G.
Teknik
Analisis Data
1.
Analisis
Statistik Deskriptif
Cara menganalisis data menggunakan deskriftif dengan mencari nilai
pemusatan data ( rata-rata, median, dan modus) dan nilai sebaran data (varians
dan standar deviasi).
a.
Mean
(rata-rata)
Mean adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai
rata-rata dari kelompok tersebut.
Adapun rumus
mean yang digunakan adalah:[15]
M =
Keterangan
:
M : Mean.
N :
Banyak siswa.
Untuk
kriteria hasil perhitungan mean sebagai berikut:[16]
Tabel 3.17
Kriteria Nilai Rata-rata Soal
|
Nilai
Kesukaran |
Interpretasi |
|
80 – 100 |
Baik Sekali |
|
66 – 79 |
Baik |
|
59 – 69 |
Cukup |
|
40 – 55 |
Kurang |
|
< 40 |
Kurang Sekali |
Pada
penelitian ini untuk mencari mean peneliti menggunakan SPSS v.22.
b.
Median
( nilai tengah)
Median adalah teknik penjelasan kelompok yang
didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya
dari yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya.
1). Rumus median yang
digunakan untuk n ganjil yaitu:[17]
Me
=
2). Rumus median yang
digunakan untuk n genap yaitu:
Me
=
Pada
penelitian ini untuk mencari median peneliti menggunakan SPSS v.22.
c.
Modus
(nilai yang sering muncul)
Modus
adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai yang sering
muncul.
Pada penelitian ini untuk mencari modus
peneliti menggunakan SPSS v.21.
d.
Varians
Varians adalah ukuran-ukuran keragaman/variasi data
statistik yang sering digunakan. Varians juga disebut sebagai rata-rata kuadrat
dari semua nilai terhadap rata-rata hitung.
Rumus yang dipakai adalah:
Keterangan
:
n
: Jumlah siswa
∑x2 :
Jumlah hasil kuadrat nilai x
(∑x)2 :
Jumlah nilai dikuadratkan
Pada penelitian ini untuk mencari varians
peneliti menggunakan SPSS v.22.
e.
Standar
Deviasi
Standar
deviasi atau simpangan baku adalah akar kuadrat dari varians. Jadi, jika salah
satu nilai dari kedua ukuran tersebut diketahui maka akan diketahui juga nilai
ukuran yang lain.
Rumus
yang dipakai adalah:
S =
Keterangan:
S : Standar deviasi.
Pada penelitian ini untuk mencari standar
deviasi peneliti menggunakan SPSS v.22.
2.
Analisis
Statistik Inferensial
a.
Analisis
Data Awal (Pretest)
1)
Uji
Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui
kenormalan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perhitungan dilakukan dengan
data dari nilai pretest. Rumus yang
digunakan yaitu rumus Chi kuadrat:
X2 =
Keterangan:
X2 : Harga ci kuadrat
K :
Jumlah kelas interval
Oi :
Frekuensi hasil pengamatan
Ei :
Frekuensi yang diharapkan
Untuk mencari X2tabel,
di konsultasikan dengan X2 dengan taraf signifikansi 5% dan derajat
kebebasan k-1.
Kriteria Pengujian : Terima
Uji normalitas dalam penelitian ini
menggunakan uji kolmogrov-Simirnov dengan menggunakan SPSS v.21 dengan kriteria sebagai berikut:
a.
Jika nilai signifikansi (Sig.) > 0,05, maka data pretest
siswa berdistribusi normal.
b.
Jika nilai signifikansi (Sig.) < 0,05, maka data pretest
siswa tidak berdistribusi normal.
2)
Uji Homogenitas
Uji homogenitas varians digunakan untuk
mengetahui apakah kedua kelas yaitu eksperimen dan kontrol sama atau beda. Jika
kedua kelompok mempunyai varians yang sama maka dikatakan kedua kelompok
homogen. Dengan menggunakan uji varians dua peubah penuh bebas. Hipotesis yang
akan di uji yaitu:
a. Ho: Hipotesis pembanding .
b. Ha: Hipotesis alternativ.
Untuk mengetahui kesamaan varians tersebut, Uji statistik menggunakan
uji-F dengan rumus yaitu:
F =
Kriteria pengujian yaitu:
Terima Ha jika Fhitung <
Tolak Ha jika F mempunyai harga lain.
Keterangan:
Uji homogenitas data dilakukan dengan
menggunakan perhitungan SPSS v.21 dengan kriteria perhitungan sebagai berikut:
a.
Jika nilai signifikansi (Sig.) Based One Mean
> 0,05, maka varians data kedua kelas homogen.
b.
Jika nilai signifikansi (Sig.) Based One Mean
< 0,05, maka varians data kedua kelas tidak homogen.
3)
Uji kesamaan Rata-rata
Uji kesamaan rata-rata dilakukan agar
diketahui kelompok sampel yang akan diberikan perlakuan diketahui apakah
rata-rata kemampuan awal sama atau berbeda. Secara umum rumusnya yaitu:
Ho :
Ha :
Dimana:
Jika data kedua kelas berdistribusi normal dan kedua
variansnya homogen, rumus uji-t digunakan yaitu:
thitung =
Keterangan:
Kriteria pengujian Ho diterima apabila
Analisis data persamaan rata-rata digunakan uji-t dan uji Independent
Sampel T Test dengan menggunakan
aplikasi SPSS v.21. dengan kriteria pengujian sebagai berikut:
a.
Apabila nilai signifikansi ( 2 –tailed) >
0,05 maka tidak terdapat perbedaan rata-rata penggunaan alat peraga dan
kognitif siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.
b.
Apabila nilai signifikansi ( 2 –tailed) <
0,05 maka terdapat perbedaan rata-rata penggunaan alat peraga dan kognitif
siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.
b. Analisis Data Akhir (Posttest)
1)
Uji Normalitas
Langkah-langkah pengujian normalitas
tahap tahap ini sama dengan langkah uji normalitas pada tahap awal.
2)
Uji homogenitas
Langkah-langkah pengujian normalitas
tahap tahap ini samadengan langkah uji normalitas pada tahap awal.
3)
Uji Perbedaan dua rata-rata
Uji perbedaan rata-rata dilakukan agar
diketaui kelompok sampel yang akan diberikan perlakuan diketahui apakah
rata-rata kemampuan akhir sama atau berbeda. Secara umum rumusnya yaitu:
Ho :
Ha :
Dimana:
Jika data kedua kelas berdistribusi normal dan kedua variansnya homogen,
rumus uji-t digunakan yaitu:
thitung =
Keterangan:
Kriteria pengujian Ha diterima apabila
Analisis data persamaan rata-rata digunakan uji-t dan uji Independent
Sampel T Test dengan menggunakan
aplikasi SPSS v.21. dengan kriteria pengujian sebagai berikut:
c. Apabila nilai signifikansi ( 2 –tailed)
> 0,05 maka tidak terdapat perbedaan rata-rata penggunaan alat peraga dan
kognitif siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.
d. Apabila nilai signifikansi ( 2 –tailed)
< 0,05 maka terdapat perbedaan rata-rata penggunaan alat peraga dankognitif
siswa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.
4)
Uji Hipotesis
Analisis data hipotesis dilakukan uji
statistik (signifikan) dengan uji perbedaan rata-rata (uji t). bunyi hipotesis sebagai berikut:
a. Ho = Tidak terdapat pengaruh yang
signifikan antara penggunaan alat
peraga terhadap kognitif siswa pada
materi persamaan linear satu variabel di kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa
Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara
b. Ha = Terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan alat
peraga terhadap kognitif siswa pada
materi persamaan linear satu variabel di kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa
Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara
Nilai Sig. (2-tailed) dihitung
dengan menggunakan SPSS v.21 dan nilai thitung dihitung dengan rumus
sebagai berikut:
thitung =
nilai ttabel dapat ditentukan dengan
menggunakan tabel distribusi t dengan cara sebagai berikut: taraf signifikan
Kaidah pengujian hipotesis sebagai berikut:
a. Jika nilai Sig.(2-tailed) >
0,05 atau thitung < ttabel maka
Ho diterima.
b. Jika nilai Sig.(2-tailed) <
0,05 atau thitung > ttabel maka
Ha diterima.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dideskripsikan data penelitian dan
pembahasan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang telah valid dan
reliabel. Hasil analisis validasi intrumen terdapat pada bab III terakhir.
A.
Deskripsi
Data Penelitian
1.
Data
Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa
Hasil perhitungan daftar distribusi
frekuensi menggunakan SPSS v.21. Daftar distribusi frekuensi nilai pretest kelas eksperimen dapat dilihat
pada tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.1
Daftar
Distribusi Frekuensi Nilai Awal (Pretest)
Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen
|
No |
Kelas Interval |
Frekuensi Absolut |
Frekuensi Relatif |
|
1 |
50 – 55 |
6 |
20 % |
|
2 |
56 – 61 |
4 |
13 % |
|
3 |
62 – 67 |
10 |
34 % |
|
4 |
68 – 73 |
3 |
10 % |
|
5 |
74 – 79 |
6 |
20 % |
|
6 |
80 – 85 |
1 |
3 % |
|
|
Jumlah |
30 |
100 % |
Selanjutnya dari data di atas
dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran
21). Dari hasil perhitungan disajikan dalam tabel berikut:
72
Table 4.2
Deskripsi Nilai
Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada
Materi Persamaan Linear Satu Variabel kelas Eksperimen
|
Deskripsi Data |
|
|
Nilai Tertinggi |
83 |
|
Nilai Terendah |
50 |
|
Mean |
65,2 |
|
Median |
63 |
|
Modus |
63 |
|
Standar Deviasi |
9,07 |
|
Variansi Sampel |
82,23 |
Berdasarkan data di atas dapat
disimpulkan bahwa nilai pretest
kognitif siswa pada kelas eksperimen cenderung memusat ke angka rata-rata 65,2
termasuk dalam kriteria cukup,dan dari data nilai standar deviasi sebesar 9,07,
dapat disimpulkan bahwa data tergolong homogen.
Selanjutnya untuk data pretest kognitif siswa pada kelas
kontrol disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut.
Tabel 4.3
Daftar
Distribusi Frekuensi Nilai Awal (Pretest)
Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol
|
No |
Kelas Interval |
Frekuensi Absolut |
Frekuensi Relatif |
|
1 |
46 – 52 |
6 |
20 % |
|
2 |
53 – 59 |
4 |
13 % |
|
3 |
60 – 66 |
5 |
17 % |
|
4 |
67 – 73 |
10 |
34 % |
|
5 |
74 – 80 |
4 |
13 % |
|
6 |
81 – 87 |
1 |
13 % |
|
|
Jumlah |
30 |
100 % |
Selanjutnya dari data di atas
dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran
21). Dari hasil perhitungan disajikan dalam tabel berikut:
Table 4.4
Deskripsi Nilai
Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada
Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas kontrol
|
Deskripsi Data |
Kelas Kontrol |
|
Nilai Tertinggi |
83 |
|
Nilai Terendah |
46 |
|
Rentang Data |
37 |
|
Mean |
63,7 |
|
Median |
65 |
|
Modus |
71 |
|
Standar Deviasi |
9,97 |
|
Variansi Sampel |
99,37 |
Berdasarkan data di atas dapat
disimpulkan bahwa nilai pretest kognitif
siswa pada kelas kontrol cenderung memusat ke angka rata-rata 63,7 termasuk
kriteria cukup, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 9,97, dapat
disimpulkan bahwa data tergolong homogen.
2.
Deskripsi
Data Nilai Akhir (Posttest)
Daftar distribusi frekuensi nilai posttest dapat dilihat pada tabel 4.5
berikut:
Tabel 4.5
Daftar
Distribusi Frekuensi Nilai Akhir (Posttest)
Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen
|
No |
Kelas Interval |
Frekuensi Absolut |
Frekuensi Relatif |
|
1 |
58 – 64 |
2 |
7 % |
|
2 |
65 – 71 |
2 |
7 % |
|
3 |
72 – 78 |
2 |
7 % |
|
4 |
79 – 85 |
11 |
36 % |
|
5 |
86 – 92 |
12 |
40 % |
|
6 |
93 – 99 |
1 |
3 % |
|
|
Jumlah |
30 |
100 % |
Selanjutnya dari data di atas
dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran
22). Dari hasil perhitungan ditunjukkan dalam tabel berikut:
Tabel 4.6
Deskripsi Nilai
Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada
Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen
|
Deskripsi Data |
Kelas Eksperimen |
|
Nilai Tertinggi |
96 |
|
Nilai Terendah |
58 |
|
Mean |
82,7 |
|
Median |
83 |
|
Modus |
83 |
|
Standar Deviasi |
8,83 |
|
Variansi Sampel |
77,79 |
Berdasarkan data di atas dapat
disimpulkan bahwa nilai posttest kognitif
siswa pada kelas eksperimen cenderung memusat ke angka rata-rata 82,7 termasuk
kriteria baik sekali, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 8,83 dapat
disimpulkan bahwa data tergolong homogen.
Selanjutnya untuk data posttest kognitif siswa pada kelas
kontrol disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut:
Tabel 4.7
Daftar
Distribusi Frekuensi Nilai Akhir (Posttest)
Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol
|
No |
Kelas Interval |
Frekuensi Absolut |
Frekuensi Relatif |
|
1 |
58 – 63 |
2 |
7 % |
|
2 |
64 – 69 |
1 |
3 % |
|
3 |
70 – 75 |
10 |
33 % |
|
4 |
76 – 81 |
8 |
27 % |
|
5 |
82 – 87 |
4 |
13 % |
|
6 |
88 – 93 |
5 |
17 % |
|
|
Jumlah |
30 |
100 % |
Selanjutnya dari data di atas
dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran 22).
Dari hasil perhitungan ditunjukkan dalam tabel berikut:
Tabel 4.8
Deskripsi Nilai
Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada
Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol
|
Deskripsi Data |
Kelas Kontrol |
|
Nilai Tertinggi |
92 |
|
Nilai Terendah |
58 |
|
Rentang Data |
34 |
|
Mean |
77,5 |
|
Median |
79 |
|
Modus |
79 |
|
Standar Deviasi |
7,71 |
|
Variansi Sampel |
59,39 |
Berdasarkan data di atas dapat
disimpulkan bahwa nilai posttest kognitif
siswa pada kelas kontrol cenderung memusat ke angka rata-rata 77,5 termasuk
kriteria baik, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 7,71, dapat
disimpulkan bahwa data tergolong homogen.
B.
Pengujian
Persyaratan Analisis
1.
Data
Nilai Awal (Pretest)
a.
Uji
Normalitas
Pengujian
kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan menggunakan uji Kolmogorov-Simirnov, dengan bantuan SPSS
v.21, dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Rumus Kolmogorov Simirnov sebagai berikut:
D
= maksimum [S
Berdasarkan
hasil analisis normalitas data pretest
dengan uji Kolmogorov-Simirnov
menggunakan SPSS v,21 diperoleh nilai signifikan untuk kelas eksperimen 0,200
dan kelas kontrol 0,155. Berdasarkan kriteria pengujian diperoleh nilai (Sig)
uji Kolmogorov-Simirnov > 0,05.
Sehingga dapat disimpulkan data pretest
siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan
selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 21.
b.
Uji
Homogenitas
Uji
homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai awal sampel
mempunyai varians yang homogen.
Berdasarkan
hasil analisis uji homogenitas data nilai awal pretest dengan menggunakan perhitungan SPSS v.21 (lampiran 23)
diperoleh nilai signifikansi (Sig) Based
One Mean = 0,703 sesuai dengan kriteria pengujian homogenitas data dengan
menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi Based One Mean > 0,05. Maka Hₒ diterima.
Untuk
perhitungan dengan menggunakan uji F:
Dimana:
Variansi
terbesar adalah 99,375
Variansi
terkecil adalah 82,234
Hₒ
diterima apabila
c.
Uji
Kesamaan Rata-rata
Analisis
data dengan uji-t dan uji Independent
Sampel T Test dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji
hipotesis
Hₒ :
H
Berdasarkan hasil analisis
perhitungan menggunakan SPSS v.21 (lampiran 24) diperoleh nilai signifikansi
(Sig. (2-tailed) ) = 0,553 sesuai
dengan dasar pengambilan keputusan dari uji Independent
Sampel T-Test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 artinya Hₒ diterima.
Dari perhitungan menggunakan rumus
uji t diperoleh nilai
2.
Data
Nilai Akhir (Posttest)
a.
Uji
Normalitas
Pengujian
kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan menggunakan uji Kolmogorov-Simirnov, dengan bantuan SPSS
v.21, dengan taraf signifikan 5% atau 0,05. Rumus Kolmogorov Simirnov sebagai berikut:
D
= maksimum [S
Berdasarkan hasil analisis normalitas data posttest dengan uji Kolmogorov-Simirnov menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai
signifikansi untuk kelas eksperimen 0,111 dan kelas kontrol 0,063. Berdasarkan
kriteria pengujian diperoleh nilai (Sig) uji Kolmogorov-Simirnov > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan data posttest siswa kelas eksperimen dan
kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada
lampiran 22.
b.
Uji
Homogenitas
Uji
homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai akhir (posttest) sampel mempunyai varians yang
homogen.
Berdasarkan
hasil analisis uji homogenitas data nilai akhir (Posttest) dengan menggunakan perhitungan SPSS v.21 (lampiran 23),
diperoleh nilai signifikansi (Sig) Based
One Mean = 0,552 sesuai dengan kriteria pengujian homogenitas data dengan
mengguakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi Based One Mean > 0,05. Maka Hₒ diterima.
Untuk
perhitungan dengan menggunakan uji F:
Dimana:
Variansi
terbesar adalah 77,92545
Variansi
terkecil adalah 59,38697
Hₒ
diterima apabila
c.
Uji
Perbedaan Rata-rata
Analisis
data dengan uji-t dan uji Independent
Sampel T Test dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji
hipotesis.
Hₒ :
H
Berdasarkan hasil
analisis perhitungan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai (Sig. (2-tailed) ) = 0,19 sesuai dengan dasar
pengambilan keputusan dari uji Independent
Sampel T-test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig.(2-tailed) > 0,05 artinya Hₐ diterima.
Dari hasil perhitungan
uji perbedaan dua rata-rata diperoleh
C.
Pengujian
Hipotesis
Apakah
Ada Pengaruh yang Signifikan antara Penggunaan Alat Peraga Terhadap Kognitif
Siswa Pada Materi Persamaan Linear satu Variabel di Kelas VII MTs S Syahbuddin
Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.
Dari
uji persyaratan posttest nilai
kognitif terlihat bahwa kedua kelas setelah diberi perlakuan bersifat normal
dan memiliki variansi yang sama, maka untuk menguji hipotesis menggunakan
statistik parametric dengan rumus uji t dan Independent
Sampel T-test dengan menggunakan SPSS v.21, yaitu uji perbedaan rata-rata
yang akan menentukan pengaruh penggunaan alat peraga terhadap kognitif siswa
pada materi persamaan linear satu variabel.
Berdasarkan
hasil analisis uji Independent Sampel
T-test menggunakan SPSS v.21 dan perhitungan dengan menggunakan uji t,
diperoleh
D.
Pembahasan
Hasil Penelitian
Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki
kondisi awal yang sama setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas
menunjukkan bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi normal dan homogen.
Kemudian dilakukan uji kesamaan rata-rata dan hasil kedua kelas baik kelas
eksperimen dan kelas control mempunyai rata-rata yang sama.
Kelas
eksperimen sebagai kelas yang diberikan perlakuan yaitu dengan menggunakan alat
peraga pada materi persamaan linear satu variabel, sedangkan pada kelas kontrol
kelas yang tidak diberi perlakuan dengan menggunakan alat peraga pada materi
persamaan linear satu variabel.
Proses
pembelajaran pada kelas eksperimen diawali dengan menyampaikan tujuan dan
motivasi kepada siswa, maksudnya menyampaikan tujuan yang ingin dicapai pada
pelajaran persamaan linear satu variabel. Proses pembelajaran dengan
menggunakan alat peraga dilakukan dengan cara guru menjelaskan dengan
menggunakan alat peraga dan siswa memperhatikan penjelasan guru, setelah itu
siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah
disediakan oleh guru dengan mempraktekkannya menggunakan alat peraga. Proses
pembelajaran dengan menggunakan alat peraga salah satu cara untuk memudahkan
siswa dalam memahami materi persamaan linear satu variabel dan meningkatkan
kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan
perlakuan pada kelas eksperimen yaitu dengan menggunakan alat peraga dapat
meningkatkan kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel (PLSV)
dibandingkan dengan kelas kontrol tanpa diberikan perlakuan (pembelajaran
biasa), maka hipotesis pada bab II diterima dengan melihat rata-rata kelas dan
persentase ketuntasan hasil tes siswa dari tes pretest sampai posttest
yang diperoleh dari hasil penelitian.
Selanjutnya
peneliti menganalisis data tersebut dengan mencari rata-rata kelas dan
persentase ketuntasan hasil tes siswa. Berikut nilai rata-rata kelas dan
persentase ketuntasan hasil tes siswa:
Tabel 4.9
Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan
Rata-rata Kelas Pada Kelas Eksperimen dan Kontrol
|
Kategori Tes |
Nilai Rata-rata Kelas |
|
|
Eksperimen |
Kontrol |
|
|
Pretest |
65,2 |
63,7 |
|
Posttest |
82,7 |
77,5 |
Berdasarkan
tabel tersebut kognitif siswa sudah terlihat perbedaan yang meningkat antara
kelas eksperimen dan kontrol. Sedangkan untuk persentase ketuntasan hasil tes
siswa dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 4.10
Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan
Ketuntasan Tingkatan Kognitif
|
Kelas |
Tingkatan Kognitif |
Jumlah Siswa yang Tuntas |
Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas |
Persentase Siswa yang Tuntas |
Persentase Siswa yang tidak tuntas |
||||
|
Pretest |
posttest |
Pretest |
Posttest |
pretest |
Posttest |
Pretest |
Posttest |
||
|
Eksperimen |
C1 |
22 |
30 |
8 |
0 |
73,3% |
100% |
26,7% |
0% |
|
|
C2 |
30 |
30 |
0 |
0 |
100% |
100% |
0% |
0% |
|
|
C3 |
25 |
30 |
5 |
0 |
63,3% |
96,7% |
36,7% |
3,3% |
|
|
C4 |
4 |
16 |
26 |
14 |
16,7% |
46,7% |
83,3% |
53,3% |
|
|
C5 |
7 |
25 |
23 |
5 |
36,7% |
66,7% |
63,3% |
33,3% |
|
|
C6 |
10 |
25 |
20 |
5 |
16,7% |
80% |
83,3% |
20% |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kontrol |
C1 |
22 |
30 |
8 |
0 |
73.3% |
100% |
26,7% |
0% |
|
|
C2 |
30 |
30 |
0 |
0 |
100% |
100% |
0% |
0% |
|
|
C3 |
19 |
29 |
11 |
1 |
83,3% |
100% |
16,7% |
0% |
|
|
C4 |
5 |
14 |
25 |
16 |
13,3% |
53,3% |
86,7% |
46,7% |
|
|
C5 |
11 |
20 |
19 |
10 |
23,2% |
83,3% |
76,7% |
16,7% |
|
|
C6 |
5 |
24 |
25 |
6 |
33,3% |
83,3% |
66,7% |
16,7% |
Berdasarkan
tabel di atas dapat dilihat pada tes pretest
di kelas eksperimen dan kelas kontrol persentase siswa yang tidak tuntas lebih
banyak dilihat pada
Tabel 4.11
Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan
Ketuntasan Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
|
Kelas |
Jumlah Siswa yang Tuntas |
Persentase Siswa yang Tuntas |
Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas |
Persentase Siswa Tidak Tuntas |
||||
|
Pretest |
Posttest |
Pretest |
Posttest |
Pretest |
Posttest |
Pretest |
Posttest |
|
|
Eksperimen |
9 |
28 |
30% |
93,3% |
21 |
2 |
70% |
6,7% |
|
Kontrol |
10 |
27 |
33,3% |
90% |
20 |
3 |
66,7% |
10% |
Dilihat
dari tabel tersebut, peningkatan kognitif siswa terus terjadi dari tes pretest samap posttest. Persentase ketuntasan hasil tes siswa pada kelas kontrol
meningkat 56,7% dari 33,3% menjadi 90%. Pada penggunaan alat peraga pada kelas
eksperimen meningkat 63,3% dari 30% menjadi 93,3% dan nilai menunjukkan bahwa
penggunaan alat peraga sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam
proses pembelajaran.
Berdasarkan
analisis data diketahui bahwa terdapat pengaruh penggunaan alat peraga terhadap
kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII MTs S
Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis yang diambil dari uji perbedaan rata-rata
kemampuan kognitif siswa yang menujukkan
Penelitian
yang dilakukan oleh Masda Sitompul dengan judul “Pengaruh Penggunaan Alat
Peraga Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Bangun Datar Kelas
VII SMP Negeri 1 Dolok Kec. Kab. Padang Lawas Utara. Hasil rata-rata dan
ketuntasan setelah dilakukan posttest pada
kelas ekperimen adalah 60,6 menjadi 85,4 dengan persentase ketuntasan dari
57,15% menjadi 94,29%. Hasil penelitian ini yaitu hasil belajar Matematika
siswa dengan menggunakan alat peraga lebih baik daripada hasil belajar siswa
dengan pembelajaran konvensional tanpa penggunaan alat peraga pada kelas VII
SMP Negeri 1 Dolok Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara. Hal tersebut dibuktikan
dengan hasil
Sedangkan
penelitian yang diteliti pada penelitian ini adalah melihat pengaruh penggunaan
alat peraga terhadap kognitif siswa. Ranah kognitif yang digunakan dalam
penelitian ini menggunakan semua tingkatan kognitif mulai dari
E.
Keterbatasan
Penelitian
Berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap permasalahan, maka peneliti
merasa bahwa proses pelaksanaan penelitian ini telah dilakukan dengan
langkah-langkah yang terdapat dalam skripsi dengan penuh kehati-hatian. Hal ini
dilakukan agar hasil yang diperoleh sebaik mungkin. Namun untuk mendapatkan
hasil yang sempurna sangatlah sulit, sebab dalam penelitian ini dirasakan
adanya keterbatasan.
Keterbatasan
tersebut antara lain:
1. Kondisi
siswa yang merasa bingung pada awal proses pembelajaran Karena siswa siswa
terbiasa menerima informasi yang diberikan guru tidak menggunakan alat peraga.
2. Penelitian
ini dilakukan hanya untuk melihat kognitif siswa pada materi persamaan linear
satu variabel saja, tetapi setelah peneliti melakukan penelitian, peneliti
merasa penelitian dengan menggunakan alat peraga lebih cocok untuk melihat
ranah kemampuan afektif siswa. Ini terlihat ketika proses pembelajaran
berlangsung siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran dengan menggunakan
alat peraga. Sehingga minat dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran
terlihat dengan jelas.
Dengan
demikian keterbatasan dalam penelitian ini dapat dikatakan sebagai kekurangan
dari penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di MTs S Syahbuddin Mustafa
Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Meskipun demikian banyak hambatan dan
tantangan dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti bersyukur karena
penelitian ini dapat terselesaikan dengan lancar.
[1]Tukiran Taniredja dan
Hidayati Mustafidah, Penelitian
Kuantitatif (Sebuah Pengantar), (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm.53.
[2]Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, PTK, dan Penelitian Pengenbangan, (Bandung: Cita
Pustaka Media, 2015), hlm. 75.
[3]Ibnu Hajar, Dasar-dasar Metodologgi Penelitian
Kuantitatif dalam Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1999),
hlm 321.
[4]Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian Pendidikan,…..hlm.83.
[5]Sugiyono, Metode Penlitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 117.
[6]Ahmad Nizar Rangkuti, Metode Penelitian, (Bandung: Cit
Pustaka Media, 2015), hlm. 20.
[7]Karunia
Eka Lestari dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara, Penelitian Pendidikan Matematika..., hlm.
101.
[8]Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandung: Alfabeta, 2015), hlm. 182.
[9]Heris Hendriana dan
Utari Soemarmo, Penilaian Pembelajaran
Matematika, (Bandung: PT Refika Aditama, 2014), hlm. 74.
[10]Syahrum
dan Salim, Metodologi Penelitian Kuantitatif (Bandung: Citapustaka
Media, 2012), hlm.160.
[11]Heris
Hendriana dan Utari Soemarmo, Penilaian Pembelajaran Matematika,.., hlm.
60.
[12] Rostina
Sundayana, Statistika Penelitian
Pendidikan (Bandung: Alfabeta, cv, 2015), hlm.76 – 77.
[13]Karunia Eka Lestari
dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara, Penelitian
Pendidikan Matematika….,hlm. 231
[14]Karunia Eka Lestari
dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara, Penelitian
Pendidikan Matematika….,hlm. 232
[15]Anas
Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan (Jakarta: Pt.Rajagrafindo
Persada, 2018), hlm.85
[16]
Suharsimi Arikunto, Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan ( Jakarta : Bumi
Aksara, 2006), hlm.245.
[17]Agus
Irianto, Statistik Konsep Dasar dan Aplikasinya (Jakarta: Kencana
Prenada Media Group, 2003), hlm.27.
[18]
Catur Yuantari Dan Sri Handayani, Biostatistik Deskriptif & Inferensial (Semarang:
Badan Penerbit Universitas Dian Nuswantoro, 2017), hlm. 48 – 64.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar