Kamis, 30 Juni 2022

PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP KOGNITIF SISWA PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VII MTs

 PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP KOGNITIF SISWA

 PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

DI KELAS VII MTs 




BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dideskripsikan data penelitian dan pembahasan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang telah valid dan reliabel. Hasil analisis validasi intrumen terdapat pada bab III terakhir.

A.    Deskripsi Data Penelitian

1.      Data Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa

Hasil perhitungan daftar distribusi frekuensi menggunakan SPSS v.21. Daftar distribusi frekuensi nilai pretest kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut:

Tabel 4.1

Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen

 

No

Kelas Interval

Frekuensi Absolut

Frekuensi Relatif

1

50 – 55

6

20 %

2

56 – 61

4

13 %

3

62 – 67

  10

34 %

4

68 – 73

3

10 %

5

74 – 79

6

20 %

6

80 – 85

1

3 %

 

Jumlah

30

100 %

           

Selanjutnya dari data di atas dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran 21). Dari hasil perhitungan disajikan dalam tabel berikut:

 

72

 


Table 4.2

Deskripsi Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel kelas Eksperimen

 

Deskripsi Data

Kelas Eksperimen

Nilai Tertinggi

83

Nilai Terendah

50

Mean

65,2

Median

63

Modus

63

Standar Deviasi

9,07

Variansi Sampel

82,23

 

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai pretest kognitif siswa pada kelas eksperimen cenderung memusat ke angka rata-rata 65,2 termasuk dalam kriteria cukup,dan dari data nilai standar deviasi sebesar 9,07, dapat disimpulkan bahwa data tergolong homogen.

Selanjutnya untuk data pretest kognitif siswa pada kelas kontrol disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut.

Tabel 4.3

Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol

 

No

Kelas Interval

Frekuensi Absolut

Frekuensi Relatif

1

46 – 52

6

20 %

2

53 – 59

4

13 %

3

60 – 66

5

17 %

4

67 – 73

10

34 %

5

74 – 80

4

13 %

6

81 – 87

1

13 %

 

Jumlah

30

100 %

Selanjutnya dari data di atas dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran 21). Dari hasil perhitungan disajikan dalam tabel berikut:

Table 4.4

Deskripsi Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas kontrol

 

Deskripsi Data

Kelas Kontrol

Nilai Tertinggi

83

Nilai Terendah

46

Rentang Data

37

Mean

63,7

Median

65

Modus

71

Standar Deviasi

9,97

Variansi Sampel

99,37

 

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai pretest kognitif siswa pada kelas kontrol cenderung memusat ke angka rata-rata 63,7 termasuk kriteria cukup, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 9,97, dapat disimpulkan bahwa data tergolong homogen.

2.      Deskripsi Data Nilai Akhir (Posttest)

Daftar distribusi frekuensi nilai posttest dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.5

Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen

                                                                                       

No

Kelas Interval

Frekuensi Absolut

Frekuensi Relatif

1

58 – 64

2

7 %

2

65 – 71

2

7 %

3

72 – 78

2

7 %

4

79 – 85

11

36 %

5

86 – 92

12

40 %

6

93 – 99

1

3 %

 

Jumlah

30

100 %

 

Selanjutnya dari data di atas dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran 22). Dari hasil perhitungan ditunjukkan dalam tabel berikut:

Tabel 4.6

Deskripsi Nilai Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen

 

Deskripsi Data

Kelas Eksperimen

Nilai Tertinggi

96

Nilai Terendah

58

Mean

82,7

Median

83

Modus

83

Standar Deviasi

8,83

Variansi Sampel

77,79

 

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai posttest kognitif siswa pada kelas eksperimen cenderung memusat ke angka rata-rata 82,7 termasuk kriteria baik sekali, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 8,83 dapat disimpulkan bahwa data tergolong homogen.

 

Selanjutnya untuk data posttest kognitif siswa pada kelas kontrol disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut:

 

 

Tabel 4.7

Daftar Distribusi Frekuensi Nilai Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol

 

No

Kelas Interval

Frekuensi Absolut

Frekuensi Relatif

1

58 – 63

2

7 %

2

64 – 69

1

3 %

3

70 – 75

10

33 %

4

76 – 81

8

27 %

5

82 – 87

4

13 %

6

88 – 93

5

17 %

 

Jumlah

30

100 %

 

Selanjutnya dari data di atas dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran 22). Dari hasil perhitungan ditunjukkan dalam tabel berikut:

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.8

Deskripsi Nilai Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol

 

Deskripsi Data

Kelas Kontrol

Nilai Tertinggi

92

Nilai Terendah

58

Rentang Data

34

Mean

77,5

Median

79

Modus

79

Standar Deviasi

7,71

Variansi Sampel

59,39

 

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa nilai posttest kognitif siswa pada kelas kontrol cenderung memusat ke angka rata-rata 77,5 termasuk kriteria baik, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 7,71, dapat disimpulkan bahwa data tergolong homogen.

 

B.     Pengujian Persyaratan Analisis

1.      Data Nilai Awal (Pretest)

a.      Uji Normalitas

Pengujian kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan menggunakan uji Kolmogorov-Simirnov, dengan bantuan SPSS v.21, dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Rumus Kolmogorov Simirnov sebagai berikut:

D = maksimum [S  (X) – S  (X)]      

Berdasarkan hasil analisis normalitas data pretest dengan uji Kolmogorov-Simirnov menggunakan SPSS v,21 diperoleh nilai signifikan untuk kelas eksperimen 0,200 dan kelas kontrol 0,155. Berdasarkan kriteria pengujian diperoleh nilai (Sig) uji Kolmogorov-Simirnov > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan data pretest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 21.

b.      Uji Homogenitas

Uji homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai awal sampel mempunyai varians yang homogen.

:  =  (Variansinya homogen)

:  (variansinya heterogen)

Berdasarkan hasil analisis uji homogenitas data nilai awal pretest dengan menggunakan perhitungan SPSS v.21 (lampiran 23) diperoleh nilai signifikansi (Sig) Based One Mean = 0,703 sesuai dengan kriteria pengujian homogenitas data dengan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi Based One Mean > 0,05. Maka Hₒ diterima.

Untuk perhitungan dengan menggunakan uji F:

Dimana:

 = varians terbesar

 varians terkecil

Variansi terbesar adalah 99,375

Variansi terkecil adalah 82,234

 =  1,208 dan 1,94

Hₒ diterima apabila  < , berdasarkan hasil perhitungan diperoleh 1,208 <  1,94 berarti Hₒ diterima. Dari hasil analisis  menggunakan SPSS v.21 dan menggunakan rumus uji F, kedua proses analisis dan perhitungan menunjukkan hal yang sama yaitu terima Hₒ sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tersebut mempunyai variansi yang sama (homogen).

c.       Uji Kesamaan Rata-rata

Analisis data dengan uji-t dan uji Independent Sampel T Test dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji hipotesis

Hₒ :  

H  :

Berdasarkan hasil analisis perhitungan menggunakan SPSS v.21 (lampiran 24) diperoleh nilai signifikansi (Sig. (2-tailed) ) = 0,553 sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dari uji Independent Sampel T-Test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 artinya Hₒ diterima.

Dari perhitungan menggunakan rumus uji t diperoleh nilai ,596 dan = 2,0021, Hₒ diterima  <  Karena 0,596 < 2,002 maka Hₒ diterima, sehingga diketahui bahwa tidak ada perbedaan rata-rata kemampuan kognitif kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan analisis data nilai awal (pretest) diperoleh bahwa populasi normal, homogeny, dan memiliki rata-rata nilai awal yang sama.

2.      Data Nilai Akhir (Posttest)

a.      Uji Normalitas

Pengujian kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan menggunakan uji Kolmogorov-Simirnov, dengan bantuan SPSS v.21, dengan taraf signifikan 5% atau 0,05. Rumus Kolmogorov Simirnov sebagai berikut:

D = maksimum [S  (X) – S  (X)]

 Berdasarkan hasil analisis normalitas data posttest dengan uji Kolmogorov-Simirnov menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi untuk kelas eksperimen 0,111 dan kelas kontrol 0,063. Berdasarkan kriteria pengujian diperoleh nilai (Sig) uji Kolmogorov-Simirnov > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan data posttest siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 22.

b.      Uji Homogenitas

Uji homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai akhir (posttest) sampel mempunyai varians yang homogen.

:  =  (Variansinya homogen)

:  (variansinya heterogen)

Berdasarkan hasil analisis uji homogenitas data nilai akhir (Posttest) dengan menggunakan perhitungan SPSS v.21 (lampiran 23), diperoleh nilai signifikansi (Sig) Based One Mean = 0,552 sesuai dengan kriteria pengujian homogenitas data dengan mengguakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi Based One Mean > 0,05. Maka Hₒ diterima.

Untuk perhitungan dengan menggunakan uji F:

Dimana:

 = varians terbesar

 varians terkecil

Variansi terbesar adalah 77,92545

Variansi terkecil adalah 59,38697

 =  = 1,3122  dan  = 1,94

Hₒ diterima apabila  < , berdasarkan hasil perhitungan diperoleh  <  berarti Hₒ diterima. Dari hasil analisis menggunakan SPSS v.21 dan menggunakan rumus uji F, kedua proses analisis dan perhitungan menunjukkan hal yang sama yaitu terima Hₒ sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tersebut mempunyai variansi yang sama (homogen).

 

 

 

 

c.       Uji Perbedaan Rata-rata

Analisis data dengan uji-t dan uji Independent Sampel T Test dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji hipotesis.

Hₒ :  

H  :

Berdasarkan hasil analisis perhitungan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai (Sig. (2-tailed) ) = 0,19 sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dari uji Independent Sampel T-test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig.(2-tailed) > 0,05 artinya Hₐ diterima.

Dari hasil perhitungan uji perbedaan dua rata-rata diperoleh  = peluang (1 - ) = 1 – 5% = 95% dan karena =   dan dk = +  – 2 = (30 + 30) – 2 = 58, diperoleh  = 2,002 dan  = 2,408 oleh karena  >  maka Hₐ diterima dan Hₒ ditolak, artinya ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 25.

C.    Pengujian Hipotesis

Apakah Ada Pengaruh yang Signifikan antara Penggunaan Alat Peraga Terhadap Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear satu Variabel di Kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

Dari uji persyaratan posttest nilai kognitif terlihat bahwa kedua kelas setelah diberi perlakuan bersifat normal dan memiliki variansi yang sama, maka untuk menguji hipotesis menggunakan statistik parametric dengan rumus uji t dan Independent Sampel T-test dengan menggunakan SPSS v.21, yaitu uji perbedaan rata-rata yang akan menentukan pengaruh penggunaan alat peraga terhadap kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel.

Berdasarkan hasil analisis uji Independent Sampel T-test menggunakan SPSS v.21 dan perhitungan dengan menggunakan uji t, diperoleh  >  (2,408 > 2,002) sehingga dapat disimpulkan bahwa Hₐ diterima (perhitungan dapat dilihat pada lampiran 22), artinya “Terdapat Pengaruh Yang Signifikan Antara Penggunaan Alat Peraga Terhadap Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel di Kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.”

D.    Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki kondisi awal yang sama setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas menunjukkan bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi normal dan homogen. Kemudian dilakukan uji kesamaan rata-rata dan hasil kedua kelas baik kelas eksperimen dan kelas control mempunyai rata-rata yang sama.

Kelas eksperimen sebagai kelas yang diberikan perlakuan yaitu dengan menggunakan alat peraga pada materi persamaan linear satu variabel, sedangkan pada kelas kontrol kelas yang tidak diberi perlakuan dengan menggunakan alat peraga pada materi persamaan linear satu variabel.

Proses pembelajaran pada kelas eksperimen diawali dengan menyampaikan tujuan dan motivasi kepada siswa, maksudnya menyampaikan tujuan yang ingin dicapai pada pelajaran persamaan linear satu variabel. Proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dilakukan dengan cara guru menjelaskan dengan menggunakan alat peraga dan siswa memperhatikan penjelasan guru, setelah itu siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan oleh guru dengan mempraktekkannya menggunakan alat peraga. Proses pembelajaran dengan menggunakan alat peraga salah satu cara untuk memudahkan siswa dalam memahami materi persamaan linear satu variabel dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan perlakuan pada kelas eksperimen yaitu dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel (PLSV) dibandingkan dengan kelas kontrol tanpa diberikan perlakuan (pembelajaran biasa), maka hipotesis pada bab II diterima dengan melihat rata-rata kelas dan persentase ketuntasan hasil tes siswa dari tes pretest sampai posttest yang diperoleh dari hasil penelitian.

Selanjutnya peneliti menganalisis data tersebut dengan mencari rata-rata kelas dan persentase ketuntasan hasil tes siswa. Berikut nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan hasil tes siswa:

 

Tabel 4.9

Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan Rata-rata Kelas Pada Kelas Eksperimen dan Kontrol

 

Kategori Tes

Nilai Rata-rata Kelas

Eksperimen

Kontrol

Pretest

65,2

63,7

Posttest

82,7

77,5

 

Berdasarkan tabel tersebut kognitif siswa sudah terlihat perbedaan yang meningkat antara kelas eksperimen dan kontrol. Sedangkan untuk persentase ketuntasan hasil tes siswa dapat dilihat pada tabel berikut

 

Tabel 4.10

Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan Ketuntasan Tingkatan Kognitif

 

Kelas

Tingkatan Kognitif

Jumlah Siswa yang Tuntas

Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas

Persentase Siswa yang Tuntas

Persentase Siswa yang tidak tuntas

Pretest

posttest

Pretest

Posttest

pretest

Posttest

Pretest

Posttest

Eksperimen

C1

22

30

8

0

73,3%

100%

26,7%

0%

 

C2

30

30

0

0

100%

100%

0%

0%

 

C3

25

30

5

0

63,3%

96,7%

36,7%

3,3%

 

C4

4

16

26

14

16,7%

46,7%

83,3%

53,3%

 

C5

7

25

23

5

36,7%

66,7%

63,3%

33,3%

 

C6

10

25

20

5

16,7%

80%

83,3%

20%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kontrol

C1

22

30

8

0

73.3%

100%

26,7%

0%

 

C2

30

30

0

0

100%

100%

0%

0%

 

C3

19

29

11

1

83,3%

100%

16,7%

0%

 

C4

5

14

25

16

13,3%

53,3%

86,7%

46,7%

 

C5

11

20

19

10

23,2%

83,3%

76,7%

16,7%

 

C6

5

24

25

6

33,3%

83,3%

66,7%

16,7%

 

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat pada tes pretest di kelas eksperimen dan kelas kontrol persentase siswa yang tidak tuntas lebih banyak dilihat pada  sampai . Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan alat peraga dapat dilihat bahwa pada tes posttest kelas eksperimen, jumlah persentase siswa yang tidak tuntas menurun dan lebih banyak siswa yang tuntas. Dapat dibandingkan dengan kelas kontrol pada tes posttest yang tidak diberikan perlakuan dengan alat peraga masih lebih banyak siswa yang tidak tuntas. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa persentase ketuntasan siswa pada kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan menggunakan alat peraga lebih banyak meningkat daripada kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan.

Tabel 4.11

Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan Ketuntasan Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

 

Kelas

Jumlah Siswa yang Tuntas

Persentase Siswa yang Tuntas

Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas

Persentase Siswa Tidak Tuntas

Pretest

Posttest

Pretest

Posttest

Pretest

Posttest

Pretest

Posttest

Eksperimen

9

28

30%

93,3%

21

2

70%

6,7%

Kontrol

10

27

33,3%

90%

20

3

66,7%

10%

 

Dilihat dari tabel tersebut, peningkatan kognitif siswa terus terjadi dari tes pretest samap posttest. Persentase ketuntasan hasil tes siswa pada kelas kontrol meningkat 56,7% dari 33,3% menjadi 90%. Pada penggunaan alat peraga pada kelas eksperimen meningkat 63,3% dari 30% menjadi 93,3% dan nilai menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran.

 

Berdasarkan analisis data diketahui bahwa terdapat pengaruh penggunaan alat peraga terhadap kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis yang diambil dari uji perbedaan rata-rata kemampuan kognitif siswa yang menujukkan  >  (2,408 > 2,002), sehingga dapat disimpulkan Ada Pengaruh Yang Signifikan Antara Penggunaan Alat Peraga Terhadap Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel di Kelas VII MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.

Penelitian yang dilakukan oleh Masda Sitompul dengan judul “Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Bangun Datar Kelas VII SMP Negeri 1 Dolok Kec. Kab. Padang Lawas Utara. Hasil rata-rata dan ketuntasan setelah dilakukan posttest pada kelas ekperimen adalah 60,6 menjadi 85,4 dengan persentase ketuntasan dari 57,15% menjadi 94,29%. Hasil penelitian ini yaitu hasil belajar Matematika siswa dengan menggunakan alat peraga lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan pembelajaran konvensional tanpa penggunaan alat peraga pada kelas VII SMP Negeri 1 Dolok Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil  >  sebesar 3,640 > 2.000. penelitian ini melihat pengaruh penggunaan alat peraga terhadap hasil belajar pada ranah kognitif dari  sampai saja.

Sedangkan penelitian yang diteliti pada penelitian ini adalah melihat pengaruh penggunaan alat peraga terhadap kognitif siswa. Ranah kognitif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan semua tingkatan kognitif mulai dari sampai . Dilihat dari penelitian yang dilakukan oleh Masdah Sitompul dan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini terdapat pengaruh penggunaan alat peraga dari tingkatan dan .

 

 

E.     Keterbatasan Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap permasalahan, maka peneliti merasa bahwa proses pelaksanaan penelitian ini telah dilakukan dengan langkah-langkah yang terdapat dalam skripsi dengan penuh kehati-hatian. Hal ini dilakukan agar hasil yang diperoleh sebaik mungkin. Namun untuk mendapatkan hasil yang sempurna sangatlah sulit, sebab dalam penelitian ini dirasakan adanya keterbatasan.

Keterbatasan tersebut antara lain:

1.      Kondisi siswa yang merasa bingung pada awal proses pembelajaran Karena siswa siswa terbiasa menerima informasi yang diberikan guru tidak menggunakan alat peraga.

2.      Penelitian ini dilakukan hanya untuk melihat kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel saja, tetapi setelah peneliti melakukan penelitian, peneliti merasa penelitian dengan menggunakan alat peraga lebih cocok untuk melihat ranah kemampuan afektif siswa. Ini terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. Sehingga minat dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran terlihat dengan jelas.

Dengan demikian keterbatasan dalam penelitian ini dapat dikatakan sebagai kekurangan dari penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di MTs S Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Meskipun demikian banyak hambatan dan tantangan dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti bersyukur karena penelitian ini dapat terselesaikan dengan lancar.

 

BAB II UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS IV SD NEGERI 100215 PERSIAPAN MOSA JULU

  BAB II  UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATE MATIKA PADA MATE RI BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DI KELAS I...