PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP KOGNITIF SISWA
PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR
SATU VARIABEL
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dideskripsikan data penelitian dan
pembahasan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang telah valid dan
reliabel. Hasil analisis validasi intrumen terdapat pada bab III terakhir.
A.
Deskripsi
Data Penelitian
1.
Data
Nilai Awal (Pretest) Kognitif Siswa
Hasil perhitungan daftar distribusi
frekuensi menggunakan SPSS v.21. Daftar distribusi frekuensi nilai pretest kelas eksperimen dapat dilihat
pada tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.1
Daftar
Distribusi Frekuensi Nilai Awal (Pretest)
Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen
|
No |
Kelas Interval |
Frekuensi Absolut |
Frekuensi Relatif |
|
1 |
50 – 55 |
6 |
20 % |
|
2 |
56 – 61 |
4 |
13 % |
|
3 |
62 – 67 |
10 |
34 % |
|
4 |
68 – 73 |
3 |
10 % |
|
5 |
74 – 79 |
6 |
20 % |
|
6 |
80 – 85 |
1 |
3 % |
|
|
Jumlah |
30 |
100 % |
Selanjutnya dari data di atas
dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran
21). Dari hasil perhitungan disajikan dalam tabel berikut:
72
Table 4.2
Deskripsi Nilai
Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada
Materi Persamaan Linear Satu Variabel kelas Eksperimen
|
Deskripsi Data |
|
|
Nilai Tertinggi |
83 |
|
Nilai Terendah |
50 |
|
Mean |
65,2 |
|
Median |
63 |
|
Modus |
63 |
|
Standar Deviasi |
9,07 |
|
Variansi Sampel |
82,23 |
Berdasarkan data di atas dapat
disimpulkan bahwa nilai pretest
kognitif siswa pada kelas eksperimen cenderung memusat ke angka rata-rata 65,2
termasuk dalam kriteria cukup,dan dari data nilai standar deviasi sebesar 9,07,
dapat disimpulkan bahwa data tergolong homogen.
Selanjutnya untuk data pretest kognitif siswa pada kelas
kontrol disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut.
Tabel 4.3
Daftar
Distribusi Frekuensi Nilai Awal (Pretest)
Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol
|
No |
Kelas Interval |
Frekuensi Absolut |
Frekuensi Relatif |
|
1 |
46 – 52 |
6 |
20 % |
|
2 |
53 – 59 |
4 |
13 % |
|
3 |
60 – 66 |
5 |
17 % |
|
4 |
67 – 73 |
10 |
34 % |
|
5 |
74 – 80 |
4 |
13 % |
|
6 |
81 – 87 |
1 |
13 % |
|
|
Jumlah |
30 |
100 % |
Selanjutnya dari data di atas
dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran
21). Dari hasil perhitungan disajikan dalam tabel berikut:
Table 4.4
Deskripsi Nilai
Awal (Pretest) Kognitif Siswa Pada
Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas kontrol
|
Deskripsi Data |
Kelas Kontrol |
|
Nilai Tertinggi |
83 |
|
Nilai Terendah |
46 |
|
Rentang Data |
37 |
|
Mean |
63,7 |
|
Median |
65 |
|
Modus |
71 |
|
Standar Deviasi |
9,97 |
|
Variansi Sampel |
99,37 |
Berdasarkan data di atas dapat
disimpulkan bahwa nilai pretest kognitif
siswa pada kelas kontrol cenderung memusat ke angka rata-rata 63,7 termasuk
kriteria cukup, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 9,97, dapat
disimpulkan bahwa data tergolong homogen.
2.
Deskripsi
Data Nilai Akhir (Posttest)
Daftar distribusi frekuensi nilai posttest dapat dilihat pada tabel 4.5
berikut:
Tabel 4.5
Daftar
Distribusi Frekuensi Nilai Akhir (Posttest)
Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen
|
No |
Kelas Interval |
Frekuensi Absolut |
Frekuensi Relatif |
|
1 |
58 – 64 |
2 |
7 % |
|
2 |
65 – 71 |
2 |
7 % |
|
3 |
72 – 78 |
2 |
7 % |
|
4 |
79 – 85 |
11 |
36 % |
|
5 |
86 – 92 |
12 |
40 % |
|
6 |
93 – 99 |
1 |
3 % |
|
|
Jumlah |
30 |
100 % |
Selanjutnya dari data di atas
dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran
22). Dari hasil perhitungan ditunjukkan dalam tabel berikut:
Tabel 4.6
Deskripsi Nilai
Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada
Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Eksperimen
|
Deskripsi Data |
Kelas Eksperimen |
|
Nilai Tertinggi |
96 |
|
Nilai Terendah |
58 |
|
Mean |
82,7 |
|
Median |
83 |
|
Modus |
83 |
|
Standar Deviasi |
8,83 |
|
Variansi Sampel |
77,79 |
Berdasarkan data di atas dapat
disimpulkan bahwa nilai posttest kognitif
siswa pada kelas eksperimen cenderung memusat ke angka rata-rata 82,7 termasuk
kriteria baik sekali, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 8,83 dapat
disimpulkan bahwa data tergolong homogen.
Selanjutnya untuk data posttest kognitif siswa pada kelas
kontrol disajikan dalam tabel distribusi frekuensi berikut:
Tabel 4.7
Daftar
Distribusi Frekuensi Nilai Akhir (Posttest)
Kognitif Siswa Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol
|
No |
Kelas Interval |
Frekuensi Absolut |
Frekuensi Relatif |
|
1 |
58 – 63 |
2 |
7 % |
|
2 |
64 – 69 |
1 |
3 % |
|
3 |
70 – 75 |
10 |
33 % |
|
4 |
76 – 81 |
8 |
27 % |
|
5 |
82 – 87 |
4 |
13 % |
|
6 |
88 – 93 |
5 |
17 % |
|
|
Jumlah |
30 |
100 % |
Selanjutnya dari data di atas
dilakukan perhitungan nilai-nilai statistik dengan bantuan SPSS v.21 (lampiran 22).
Dari hasil perhitungan ditunjukkan dalam tabel berikut:
Tabel 4.8
Deskripsi Nilai
Akhir (Posttest) Kognitif Siswa Pada
Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kelas Kontrol
|
Deskripsi Data |
Kelas Kontrol |
|
Nilai Tertinggi |
92 |
|
Nilai Terendah |
58 |
|
Rentang Data |
34 |
|
Mean |
77,5 |
|
Median |
79 |
|
Modus |
79 |
|
Standar Deviasi |
7,71 |
|
Variansi Sampel |
59,39 |
Berdasarkan data di atas dapat
disimpulkan bahwa nilai posttest kognitif
siswa pada kelas kontrol cenderung memusat ke angka rata-rata 77,5 termasuk
kriteria baik, dan dari data nilai standar deviasi sebesar 7,71, dapat
disimpulkan bahwa data tergolong homogen.
B.
Pengujian
Persyaratan Analisis
1.
Data
Nilai Awal (Pretest)
a.
Uji
Normalitas
Pengujian
kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan menggunakan uji Kolmogorov-Simirnov, dengan bantuan SPSS
v.21, dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Rumus Kolmogorov Simirnov sebagai berikut:
D
= maksimum [S
Berdasarkan
hasil analisis normalitas data pretest
dengan uji Kolmogorov-Simirnov
menggunakan SPSS v,21 diperoleh nilai signifikan untuk kelas eksperimen 0,200
dan kelas kontrol 0,155. Berdasarkan kriteria pengujian diperoleh nilai (Sig)
uji Kolmogorov-Simirnov > 0,05.
Sehingga dapat disimpulkan data pretest
siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan
selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 21.
b.
Uji
Homogenitas
Uji
homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai awal sampel
mempunyai varians yang homogen.
Berdasarkan
hasil analisis uji homogenitas data nilai awal pretest dengan menggunakan perhitungan SPSS v.21 (lampiran 23)
diperoleh nilai signifikansi (Sig) Based
One Mean = 0,703 sesuai dengan kriteria pengujian homogenitas data dengan
menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi Based One Mean > 0,05. Maka Hₒ diterima.
Untuk
perhitungan dengan menggunakan uji F:
Dimana:
Variansi
terbesar adalah 99,375
Variansi
terkecil adalah 82,234
Hₒ
diterima apabila
c.
Uji
Kesamaan Rata-rata
Analisis
data dengan uji-t dan uji Independent
Sampel T Test dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji
hipotesis
Hₒ :
H
Berdasarkan hasil analisis
perhitungan menggunakan SPSS v.21 (lampiran 24) diperoleh nilai signifikansi
(Sig. (2-tailed) ) = 0,553 sesuai
dengan dasar pengambilan keputusan dari uji Independent
Sampel T-Test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 artinya Hₒ diterima.
Dari perhitungan menggunakan rumus
uji t diperoleh nilai
2.
Data
Nilai Akhir (Posttest)
a.
Uji
Normalitas
Pengujian
kenormalan data kedua kelompok dihitung dengan menggunakan uji Kolmogorov-Simirnov, dengan bantuan SPSS
v.21, dengan taraf signifikan 5% atau 0,05. Rumus Kolmogorov Simirnov sebagai berikut:
D
= maksimum [S
Berdasarkan hasil analisis normalitas data posttest dengan uji Kolmogorov-Simirnov menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai
signifikansi untuk kelas eksperimen 0,111 dan kelas kontrol 0,063. Berdasarkan
kriteria pengujian diperoleh nilai (Sig) uji Kolmogorov-Simirnov > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan data posttest siswa kelas eksperimen dan
kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada
lampiran 22.
b.
Uji
Homogenitas
Uji
homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah data nilai akhir (posttest) sampel mempunyai varians yang
homogen.
Berdasarkan
hasil analisis uji homogenitas data nilai akhir (Posttest) dengan menggunakan perhitungan SPSS v.21 (lampiran 23),
diperoleh nilai signifikansi (Sig) Based
One Mean = 0,552 sesuai dengan kriteria pengujian homogenitas data dengan
mengguakan SPSS v.21 diperoleh nilai signifikansi Based One Mean > 0,05. Maka Hₒ diterima.
Untuk
perhitungan dengan menggunakan uji F:
Dimana:
Variansi
terbesar adalah 77,92545
Variansi
terkecil adalah 59,38697
Hₒ
diterima apabila
c.
Uji
Perbedaan Rata-rata
Analisis
data dengan uji-t dan uji Independent
Sampel T Test dengan menggunakan aplikasi SPSS v.21 digunakan untuk menguji
hipotesis.
Hₒ :
H
Berdasarkan hasil
analisis perhitungan menggunakan SPSS v.21 diperoleh nilai (Sig. (2-tailed) ) = 0,19 sesuai dengan dasar
pengambilan keputusan dari uji Independent
Sampel T-test, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Sig.(2-tailed) > 0,05 artinya Hₐ diterima.
Dari hasil perhitungan
uji perbedaan dua rata-rata diperoleh
C.
Pengujian
Hipotesis
Apakah
Ada Pengaruh yang Signifikan antara Penggunaan Alat Peraga Terhadap Kognitif
Siswa Pada Materi Persamaan Linear satu Variabel di Kelas VII MTs S Syahbuddin
Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara.
Dari
uji persyaratan posttest nilai
kognitif terlihat bahwa kedua kelas setelah diberi perlakuan bersifat normal
dan memiliki variansi yang sama, maka untuk menguji hipotesis menggunakan
statistik parametric dengan rumus uji t dan Independent
Sampel T-test dengan menggunakan SPSS v.21, yaitu uji perbedaan rata-rata
yang akan menentukan pengaruh penggunaan alat peraga terhadap kognitif siswa
pada materi persamaan linear satu variabel.
Berdasarkan
hasil analisis uji Independent Sampel
T-test menggunakan SPSS v.21 dan perhitungan dengan menggunakan uji t,
diperoleh
D.
Pembahasan
Hasil Penelitian
Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki
kondisi awal yang sama setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas
menunjukkan bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi normal dan homogen.
Kemudian dilakukan uji kesamaan rata-rata dan hasil kedua kelas baik kelas
eksperimen dan kelas control mempunyai rata-rata yang sama.
Kelas
eksperimen sebagai kelas yang diberikan perlakuan yaitu dengan menggunakan alat
peraga pada materi persamaan linear satu variabel, sedangkan pada kelas kontrol
kelas yang tidak diberi perlakuan dengan menggunakan alat peraga pada materi
persamaan linear satu variabel.
Proses
pembelajaran pada kelas eksperimen diawali dengan menyampaikan tujuan dan
motivasi kepada siswa, maksudnya menyampaikan tujuan yang ingin dicapai pada
pelajaran persamaan linear satu variabel. Proses pembelajaran dengan
menggunakan alat peraga dilakukan dengan cara guru menjelaskan dengan
menggunakan alat peraga dan siswa memperhatikan penjelasan guru, setelah itu
siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah
disediakan oleh guru dengan mempraktekkannya menggunakan alat peraga. Proses
pembelajaran dengan menggunakan alat peraga salah satu cara untuk memudahkan
siswa dalam memahami materi persamaan linear satu variabel dan meningkatkan
kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan
perlakuan pada kelas eksperimen yaitu dengan menggunakan alat peraga dapat
meningkatkan kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel (PLSV)
dibandingkan dengan kelas kontrol tanpa diberikan perlakuan (pembelajaran
biasa), maka hipotesis pada bab II diterima dengan melihat rata-rata kelas dan
persentase ketuntasan hasil tes siswa dari tes pretest sampai posttest
yang diperoleh dari hasil penelitian.
Selanjutnya
peneliti menganalisis data tersebut dengan mencari rata-rata kelas dan
persentase ketuntasan hasil tes siswa. Berikut nilai rata-rata kelas dan
persentase ketuntasan hasil tes siswa:
Tabel 4.9
Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan
Rata-rata Kelas Pada Kelas Eksperimen dan Kontrol
|
Kategori Tes |
Nilai Rata-rata Kelas |
|
|
Eksperimen |
Kontrol |
|
|
Pretest |
65,2 |
63,7 |
|
Posttest |
82,7 |
77,5 |
Berdasarkan
tabel tersebut kognitif siswa sudah terlihat perbedaan yang meningkat antara
kelas eksperimen dan kontrol. Sedangkan untuk persentase ketuntasan hasil tes
siswa dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 4.10
Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan
Ketuntasan Tingkatan Kognitif
|
Kelas |
Tingkatan Kognitif |
Jumlah Siswa yang Tuntas |
Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas |
Persentase Siswa yang Tuntas |
Persentase Siswa yang tidak tuntas |
||||
|
Pretest |
posttest |
Pretest |
Posttest |
pretest |
Posttest |
Pretest |
Posttest |
||
|
Eksperimen |
C1 |
22 |
30 |
8 |
0 |
73,3% |
100% |
26,7% |
0% |
|
|
C2 |
30 |
30 |
0 |
0 |
100% |
100% |
0% |
0% |
|
|
C3 |
25 |
30 |
5 |
0 |
63,3% |
96,7% |
36,7% |
3,3% |
|
|
C4 |
4 |
16 |
26 |
14 |
16,7% |
46,7% |
83,3% |
53,3% |
|
|
C5 |
7 |
25 |
23 |
5 |
36,7% |
66,7% |
63,3% |
33,3% |
|
|
C6 |
10 |
25 |
20 |
5 |
16,7% |
80% |
83,3% |
20% |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kontrol |
C1 |
22 |
30 |
8 |
0 |
73.3% |
100% |
26,7% |
0% |
|
|
C2 |
30 |
30 |
0 |
0 |
100% |
100% |
0% |
0% |
|
|
C3 |
19 |
29 |
11 |
1 |
83,3% |
100% |
16,7% |
0% |
|
|
C4 |
5 |
14 |
25 |
16 |
13,3% |
53,3% |
86,7% |
46,7% |
|
|
C5 |
11 |
20 |
19 |
10 |
23,2% |
83,3% |
76,7% |
16,7% |
|
|
C6 |
5 |
24 |
25 |
6 |
33,3% |
83,3% |
66,7% |
16,7% |
Berdasarkan
tabel di atas dapat dilihat pada tes pretest
di kelas eksperimen dan kelas kontrol persentase siswa yang tidak tuntas lebih
banyak dilihat pada
Tabel 4.11
Peningkatan Kognitif Siswa Berdasarkan
Ketuntasan Pada Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
|
Kelas |
Jumlah Siswa yang Tuntas |
Persentase Siswa yang Tuntas |
Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas |
Persentase Siswa Tidak Tuntas |
||||
|
Pretest |
Posttest |
Pretest |
Posttest |
Pretest |
Posttest |
Pretest |
Posttest |
|
|
Eksperimen |
9 |
28 |
30% |
93,3% |
21 |
2 |
70% |
6,7% |
|
Kontrol |
10 |
27 |
33,3% |
90% |
20 |
3 |
66,7% |
10% |
Dilihat
dari tabel tersebut, peningkatan kognitif siswa terus terjadi dari tes pretest samap posttest. Persentase ketuntasan hasil tes siswa pada kelas kontrol
meningkat 56,7% dari 33,3% menjadi 90%. Pada penggunaan alat peraga pada kelas
eksperimen meningkat 63,3% dari 30% menjadi 93,3% dan nilai menunjukkan bahwa
penggunaan alat peraga sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam
proses pembelajaran.
Berdasarkan
analisis data diketahui bahwa terdapat pengaruh penggunaan alat peraga terhadap
kognitif siswa pada materi persamaan linear satu variabel di kelas VII MTs S
Syahbuddin Mustafa Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis yang diambil dari uji perbedaan rata-rata
kemampuan kognitif siswa yang menujukkan
Penelitian
yang dilakukan oleh Masda Sitompul dengan judul “Pengaruh Penggunaan Alat
Peraga Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Bangun Datar Kelas
VII SMP Negeri 1 Dolok Kec. Kab. Padang Lawas Utara. Hasil rata-rata dan
ketuntasan setelah dilakukan posttest pada
kelas ekperimen adalah 60,6 menjadi 85,4 dengan persentase ketuntasan dari
57,15% menjadi 94,29%. Hasil penelitian ini yaitu hasil belajar Matematika
siswa dengan menggunakan alat peraga lebih baik daripada hasil belajar siswa
dengan pembelajaran konvensional tanpa penggunaan alat peraga pada kelas VII
SMP Negeri 1 Dolok Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara. Hal tersebut dibuktikan
dengan hasil
Sedangkan
penelitian yang diteliti pada penelitian ini adalah melihat pengaruh penggunaan
alat peraga terhadap kognitif siswa. Ranah kognitif yang digunakan dalam
penelitian ini menggunakan semua tingkatan kognitif mulai dari
E.
Keterbatasan
Penelitian
Berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap permasalahan, maka peneliti
merasa bahwa proses pelaksanaan penelitian ini telah dilakukan dengan
langkah-langkah yang terdapat dalam skripsi dengan penuh kehati-hatian. Hal ini
dilakukan agar hasil yang diperoleh sebaik mungkin. Namun untuk mendapatkan
hasil yang sempurna sangatlah sulit, sebab dalam penelitian ini dirasakan
adanya keterbatasan.
Keterbatasan
tersebut antara lain:
1. Kondisi
siswa yang merasa bingung pada awal proses pembelajaran Karena siswa siswa
terbiasa menerima informasi yang diberikan guru tidak menggunakan alat peraga.
2. Penelitian
ini dilakukan hanya untuk melihat kognitif siswa pada materi persamaan linear
satu variabel saja, tetapi setelah peneliti melakukan penelitian, peneliti
merasa penelitian dengan menggunakan alat peraga lebih cocok untuk melihat
ranah kemampuan afektif siswa. Ini terlihat ketika proses pembelajaran
berlangsung siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran dengan menggunakan
alat peraga. Sehingga minat dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran
terlihat dengan jelas.
Dengan
demikian keterbatasan dalam penelitian ini dapat dikatakan sebagai kekurangan
dari penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di MTs S Syahbuddin Mustafa
Nauli Kabupaten Padang Lawas Utara. Meskipun demikian banyak hambatan dan
tantangan dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti bersyukur karena
penelitian ini dapat terselesaikan dengan lancar.